
Venix menyerap semua informasi dengan tenang. Setelah menyerap sekitar belasan adegan, entah itu keinginan atau ambisi, dia berhenti berkultivasi dan berdiri.
"Bebannya terlalu besar. Aku tidak bisa memakan banyak hal dalam satu tegukan." Venix merenung dan berencana untuk keluar dari sini.
Di depannya, gambar adegan telah hilang, di gantikan dengan sebuah lubang cahaya transparan berwarna abu-abu.
Menggelengkan kepalanya untuk tidak melewati batasnya sendiri, dengan pikiran sederhana, Venix keluar dari dalam Tranquil Soul.
Berdiri di luar Tranquil Soul, dia mengambil nafas dalam-dalam dan menenangkan dirinya sendiri.
"Aku yakin 70% bahwa ini adalah jalan yang benar untuk melewati ujian. Namun, ini tidak bisa dilakukan dalam sekali jalan, hanya bisa mencernanya sedikit demi sedikit." Menutup matanya, dia secara perlahan menenangkan emosinya.
Sebenarnya, dia masih mampu mencerna lebih banyak adegan di dalam Tranquil Soul, namun dia menghentikan dirinya sendiri untuk melangkah lebih jauh. Dia sadar bahwa jika dia memakan sesuatu hingga batasnya, dia hanya akan jatuh ke dalam pertanyaan 'siapa dia'.
Menoleh ke samping, Venix melihat bahwa Agir belum keluar dari dalam Tranquil Soul.
Karena Agir belum keluar, Venix duduk dan bermeditasi, mencerna informasi yang telah dia telan sebelumnya.
Satu persatu kenangan semu melintas di benaknya, dia mengingat semuanya satu persatu dan mencari jawaban di hatinya.
"Ini tidak seperti mencari jati diri seseorang, tapi mengarahkan kita untuk yakin pada diri kita sendiri?" Venix tidak mengerti, dia bingung tentang konten ujian.
Menghabiskan waktu beberapa jam mencerna kenangan semu, seseorang membangunkan Venix.
Membuka matanya, dia melihat sosok makhluk hidup berwarna biru dengan sisik ikan di tubuhnya.
"Teman, apakah aku bisa berdiskusi denganmu?" Makhluk biru itu tersenyum dengan sopan.
"Itu tergantung, apakah yang kamu lalui sama denganku atau tidak?" Venix tidak langsung menyetujuinya dan bertanya padanya.
__ADS_1
Walaupun dia memberitahu orang lain bahwa jalan mereka salah, dia juga tidak berniat menunjukkan jalan yang benar kepada orang lain. Sudah menjadi hal yang baik bagi dia memberitahu orang lain, namun untuk kebenaran, tiap orang harus mencari jawaban mereka sendiri.
Ngomong-ngomong, Venix ingat bahwa orang ini berada di posisi ke-9, dia datang tepat waktu saat Venix memberitahu orang lain bahwa jalan mereka salah.
"Jika seperti itu, aku hanya bisa menceritakan pengalamanku terlebih dahulu." Makhluk biru tersenyum.
"Itu juga bagus." Venix mengangguk, dan segera membuat lingkaran energi di antara mereka berdua untuk mengisolasi suara mereka berdua dari dunia luar.
Walaupun dia bisa telepati, namun itu agak merepotkan, lebih nyaman untuk mengobrol dengan mulut mereka.
Makhluk biru itu duduk berhadapan dengan Venix dan berkata : "Aku akan memperkenalkan diriku terlebih dahulu. Namaku adalah Bluid, aku berpetualang sendirian di Benua Kegelapan dan secara kebetulan mengetahui informasi reruntuhan ini."
"Kamu bisa memanggilku Venix, aku juga serang berpetualang di Benua Kegelapan, namun aku memiliki timku sendiri." Venix memperkenalkan dirinya sendiri.
Dia menatap Bluid yang ada di depannya dan sadar bahwa sepertinya, tidak semua orang yang ada di sini memiliki ujian yang sama seperti dia dan Agir. Mungkin semua ujian di Reruntuhan ini mengarah ke ujian tersembunyi di sini?
"Saat aku baru saja tiba di sini, aku mendengar kamu mengatakan bahwa cara kita menjalani ujian ini salah. Aku tidak mengerti apa yang kamu maksud sebelumnya. Namun, setelah aku masuk ke dalam dan mencoba menjalani ujian sesuai dengan apa yang ada di hadapanku beberapa kali, aku mengerti apa yang kamu maksud," Bluid menarik nafas dalam-dalam dan berterimakasih kepada Venix : "Terima kasih karena sudah memberitahuku tentang ini sebelum aku tenggelam lebih jauh. Tanpa kata-katamu, aku khawatir aku harus mengalami banyak hal di dalam sebelum aku sadar bahwa ini adalah jalan yang salah."
Tanpa Agir, bagaimana aku bisa menemukan ini? Kamu harus berterimakasih pada Agir! Tanpa dia, aku juga harus mengalami banyak hal di dalam sebelum sadar. Namun, tentu saja aku tidak akan mengatakan fakta itu kepadamu, Venix berpikir di dalam benaknya.
"Dengan pengalaman dan kata-katamu, aku sadar bahwa mungkin seharusnya aku mencerna setiap adegan sebelum melangkah maju? Namun, setiap kali kita masuk dan berjalan ke setiap adegan, kita hanya bisa mencerna satu adegan, jadi aku berpikir, mungkin kita perlu menyerap adegan itu? Aku tidak tahu bagaimana, namun aku mencoba untuk berkultivasi di sana. Walaupun sulit, aku akhirnya mampu memasuki kondisi kultivasi biasa dan menyerap adegan itu." Bluid menjelaskan semuanya dalam sekali jalan.
Venix mengangguk dan mengkonfirmasi : "Aku juga melakukan itu. Walaupun aku tidak tahu pasti apakah ini jalan yang benar, tapi efeknya memang membuka jalan di dalam Tranquil Soul."
"Itu bagus! Bagaimana pendapatmu tentang hal ini?" Bluid bertanya dengan semangat. Bertukar informasi dan pendapat membawa keuntungan bagi keduanya.
Venix tidak menyembunyikan tebakan dan pendapatnya lagi, dan mengatakan setengahnya kepada Bluid. Di sisi lain, Bluid juga menyatakan pendapatnya sendiri.
Ada berbagai perbedaan pendapat di tengah-tengah diskusi, namun dengan ini, Venix juga sadar bahwa pendapat Bluid membawa alasan yang jauh lebih masuk akal daripada pendapatnya sendiri.
__ADS_1
Mengobrol selama satu jam, Venix dan Bluid bertukar informasi dan membentuk informasi baru dalam perdebatan mereka berdua. Setelah semuanya selesai, Venix menghilangkan penghalang energi dengan wajah yang tersenyum.
"Ini membantuku dengan banyak hal." Venix tersenyum.
"Itu juga sama denganku, terima kasih Venix, di masa depan, jika kita bertemu lagi, kita mungkin bisa menjadi sekutu." Bluid memberikan salam tinju kepada Venix dengan hormat.
Bertukar kata-kata sopan, Bluid pergi dan kembali masuk ke dalam Tranquil Soul.
"Jauh lebih mudah untuk membentuk sekutu sementara dengan ras lain. Kedua belah pihak hanya memikirkan keuntungan, dan hasilnya memang jauh lebih baik." Venix menghela nafas. Setelah berhubungan langsung dengan banyak ras lain, apalagi kekuatannya sudah cukup untuk melindungi dirinya sendiri, pola pikir Venix mulai berbeda.
Setelah berdiskusi, Venix tidak masuk ke dalam Tranquil Soul lagi, namun menunggu Agir keluar untuk berdiskusi lebih jauh. Di sisi lain, dia juga memeriksa tubuhnya saat ini. Saat dia berada di dalam Tranquil Soul, dia merasakan tubuhnya menjadi jauh lebih kuat. Saat ini, dia menyadari bahwa walaupun tubuhnya tidak benar-benar kuat seperti di dalam Tranquil Soul, namun sirkulasi energi di jaringan tubuhnya seperti Vena, dan sel tubuhnya meningkat pesat, yang membuat tingkat kekuatannya meningkat sedikit.
"Setelah aku menguasai teknik kultivasi Summoner, aku tidak pernah masuk ke dalam kultivasi selangkah demi selangkah seperti di dalam Tranquil Soul. Sepertinya melakukan ini secara terus menerus akan membuat tubuh dan pondasiku jauh lebih kuat." Venix memegang dagunya dan merenung, berencana untuk mencoba ini di masa depan.
Di luar ruangan ujian, kaisar manusia dan kaisar rubah mengobrol. Orang berbaju hitam entah bagaimana di abaikan saat ini, dia hanya bisa menonton kaisar manusia dan kaisar rubah dari samping, takut membuat suara sedikitpun.
"Anak ini mirip seperti Kaisar Venus." Kaisar Rubah berkata.
"Memang, dengan sikapnya saat ini, semuanya akan jauh lebih mudah untuknya di masa depan." Kaisar manusia menjawab.
Kaisar rubah terkekeh dan berkata : "Jika kita tidak memberikan aturan khusus kepada penguasa setiap Ras, mungkin anak ini akan di belenggu dan tidak akan bebas. Namun dengan aturan yang kita buat, jalannya akan menjadi lancar di masa depan. Mungkin hanya beberapa masalah kecil yang akan menghalangi jalannya."
"Jika dia tidak mampu menghadapi masalah kecil, bagaimana dia bisa menjadi kuat dan berdiri menjadi pilar kekuatan dunia ini?" Kaisar manusia tersenyum.
"Benar, sebagian besar jalannya sudah terbuka. Jika dia bahkan tidak mampu melewatinya, dia memang tidak layak untuk kita." Kaisar rubah berkata.
Kembali ke tempat Venix berada.
Setelah mencerna semua kenangan, Agir keluar dari Tranquil Soul. Dengan itu, Venix berdiskusi dengan Agir, dan mendapatkan lebih banyak informasi dan menyempurnakan informasi yang dia miliki.
__ADS_1
Menghabiskan waktu diskusi yang begitu lama, Venix berdiri, dan melangkah ke dalam Tranquil Soul.