
Saat Venix mengeluarkan aura mencekam, situasi menjadi semakin buruk.
Sejujurnya Venix tidak ingin hal seperti ini terjadi, tapi entah kenapa, untuk topik-topik tertentu, dia sepertinya terlalu lepas kendali.
"Tunggu, Venix..." Rutz segera bergerak dan berdiri di samping Venix untuk menenangkannya.
Venix menghela nafas dan menarik kembali auranya.
"Katakan itu lagi setelah kamu menjadi pemimpin Benua Manusia atau setidaknya kamu memiliki kekuatan yang nyata." Setelah mengatakan itu, Venix berbalik dan pergi dari lapangan ini.
Jika dia terus tinggal di sana, suasananya tidak akan membaik, jadi Venix memutuskan untuk pergi.
Nero yang masih bermain juga memutuskan untuk kembali dan mengikuti Venix dari belakang.
Setelah Venix pergi, berbagai obrolan mulai muncul di lapangan ini.
"Siapa dia? Kenapa dia begitu sombong?" Seseorang berkata.
"Dia adalah salah satu orang yang selamat setelah terjebak di Benua ini hampir satu dekade." Jawab orang lain.
"Ngomong-ngomong apa yang dikatakan oleh Jiyun masuk akal. Apakah dia tidak lagi berjuang untuk umat manusia?" Tanya seseorang.
"Apa yang kamu tahu? Silahkan pergi ke luar sana dan rasakan sendiri hidup di Benua ini selama satu dekade." Jawab orang lain, tapi orang ini sepertinya bukan salah satu Korban tragedi Beast Goblin, dan hanya generasi muda biasa yang mencari pengalaman di Benua ini.
"Seharusnya dia tahu kan kekejaman Ras lain yang membunuh rekan-rekannya? Untuk apa kamu baik kepada Ras lain saat mengetahui ras itu adalah orang yang kejam?" Orang lain tidak setuju.
"Apa yang dikatakan Venix masuk akal, dan apa yang dikatakan Jiyun memang masuk akal juga bagi kita. Sebenarnya tidak ada yang salah, hanya saja kata-kata Jiyun memancing hal seperti ini terjadi." Orang lain menjawab, dan sepertinya berdiri di sisi netral.
Semua orang berdiskusi, ada pro dan kontra, ada yang mendukung Jiyun, ada juga yang merasa apa yang dikatakan Venix masuk akal.
Untuk bertahan hidup, apakah penting memilih Ras untuk menjadi teman atau sekutu? Baik-baik saja jika ada Ras manusia, tapi jika tidak ada? Apakah mereka harus sendirian demi memperjuangkan Ras mereka?
Dari perdebatan Venix dan Jiyun sebelumnya, beberapa orang juga mulai sadar.
Ras lain memang kejam kepada ras manusia, tapi sebaliknya, bukankah mereka sendiri juga kejam kepada Ras lain?
Dan mereka juga sadar, kenapa harus membatasi pertemanan karena perbedaan Ras? Di dunia ini, Ras manusia bukanlah penguasa, banyak Ras lainnya. Haruskah mereka membatasi diri mereka sendiri dalam lingkaran pertemanan mereka di Dunia yang luas ini?
__ADS_1
Dan semakin dalam mereka mempertanyakan masalah ini, mereka semakin mengerti apa yang dimaksud oleh Venix.
Ya, Ras lain kejam kepada kita Ras Manusia karena mereka menganggap kita adalah musuh, dan juga sebaliknya. Tapi jika Ras lain bukan musuh, apakah perlu menganggap ras lain adalah musuh?
Sebenarnya mereka semua tahu bahwa ada Ras lain yang berada di Dermaga ini, dan pemerintah manusia tidak melarang hal itu.
Hanya saja mereka semua masih muda, tidak mengerti hal-hal ini karena apa yang mereka ajarkan sejak kecil adalah, musuh manusia adalah Ras lain.
"Aku tidak menyangka kejadian ini akan muncul malam ini." Seorang pria menggelengkan kepalanya dengan senyum pahit.
"Ya, semuanya terjadi secara alami. Dan ngomong-ngomong, Venix satu-satunya orang yang membawa Ras lain sebagai tamu di Benua Manusia kan?" Ina bertanya.
"Ya, dia adalah satu-satunya saat ini. Sejujurnya hal seperti ini tidak jarang, membawa ras lain masuk ke dalam Benua Manusia sebagai tamu, tapi hal itu umumnya terjadi pada Senior Martial Master yang telah hidup lama." Rutz menjawab.
"Aku merasa kesal setelah mendengar kata-kata anak itu, siapa namanya?" Laura bertanya.
"Dia adalah Jiyun, timnya diserang oleh Ras lain saat menjelajah di luar, dan beberapa orang di dalam timnya gugur." Seseorang menjawab.
"Huh! Jadi namanya Jiyun ya? Aku akan mengingatnya. Mencap seseorang sebagai pengkhianat ras manusia hanya karena berteman dengan Ras lain? Aku benar-benar gatal ingin memukul wajahnya!" Laura menggertakkan giginya sedikit.
Orang-orang ini datang ke sini dengan kekuatan mereka sendiri, atau dijemput oleh generasi muda yang menjelajahi Benua Kegelapan.
"Kita? Yah, walaupun kita belum benar-benar berteman dengan Ras lain, tapi berhubungan dengan ras lain juga tidak buruk." Seorang pria bernama Ravi menjawab.
"Benar, sejujurnya kita memiliki pengalaman pahit saat dikhianati oleh sesama ras manusia. Aku setuju dengan pandangan Venix, kita tidak harus melihat Ras pihak lain, tapi melihat sikap mereka kepada kita. Terkadang membentuk sekutu dengan ras lain atas dasar untuk kepentingan kedua belah pihak tidak begitu buruk." Seorang wanita bernama Hera menambahkan.
"Aku khawatir setelah kejadian ini, sebuah kelompok akan terbentuk dengan orang yang setuju dengan Jiyun dan Venix." Seorang pria berkata sambil menggelengkan kepalanya.
Yang lainnya mengerti apa yang dimaksud oleh orang itu.
Segera obrolan tentang Jiyun dan Venix berangsur-angsur meredup, dan pesta dilanjutkan.
Namun suasananya sedikit salah, dan sepertinya semua orang telah terbagi menjadi dua kelompok.
***
Keesokan harinya, Venix berada di lab laboratorium.
__ADS_1
Dia menggunakan bentuk Manusia Harimau dan tenggelam di dalam tabung penelitian.
"Dengan tubuhnya yang unik, kita bisa mendapatkan data berharga darinya." Wanita berpakaian putih berkata dengan lembut.
"Seberapa jauh kita bisa mengembangkan teknologi untuk menangkap ras lain yang menyamar?" Hakin Fost bertanya.
"Setidaknya kita bisa mencoba untuk meningkatkan sekitar 20% teknologi ini. Tapi untuk kesuksesan, kita masih harus menghadapi trial dan error." Jawab wanita itu.
"20% sudah cukup banyak. Lanjutkan." Hakim Fost mengangguk.
Setelah itu 30 menit berlalu dengan cepat, dan Venix telah keluar dari tabung penelitian dan merubah bentuknya kembali menjadi manusia.
Hakim Fost mendekati Venix dan memberikannya minuman kaleng energi untuk memulihkan kekuatannya.
Venix tidak menolak dan menerima minuman kaleng itu, dan menghabiskan semuanya dalam satu tegukan.
Mempertahan bentuk Transformasi menghabiskan banyak energi dia dan Nero. Jadi dia cukup kelelahan untuk mempertahankan bentuk Manusia Harimau.
Tapi karena terlalu sering mengambil bentuk ini, Venix juga semakin memahami bentuk baru ini dan memiliki ide untuk menyempurnakannya lebih jauh.
"Bagaimana perasaanmu?" Hakim Fost bertanya.
"Yah, tubuhku agak lelah. Tapi ini juga seperti melatih bentuk baruku." Jawab Venix dengan jujur.
Hakim Fost mengeluarkan amplop cokelat dari cincin penyimpanannya dan memberikannya kepada Venix : "Ini adalah persetujuan bagi temanmu untuk menjadi tamu di Benua Manusia. Saat kapal tiba, temanmu bisa masuk ke dalam kapal."
Venix menerima amplop cokelat itu dan berterimakasih : "Terima kasih."
Dengan ini, masalah Agir sudah di selesaikan.
"Ngomong-ngomong, aku mendengar ada beberapa konflik yang terjadi antara kamu dengan orang lain akibat temanmu dari Ras lain." Hakim fost tiba-tiba mengangkat topik itu.
"Apakah ada yang ingin Hakim Fost katakan tentang itu?" Venix bertanya dengan tenang.
"Tidak, aku tidak akan ikut campur dengan urusan anak muda." Hakim Fost tersenyum.
"Tidak ada yang salah dengan cara berpikir mu, apalagi jika itu di dengar oleh orang-orang tua seperti kita. Tapi satu hal yang harus kamu perhatikan. Di masa depan saat kamu tiba di Benua Manusia, hati-hati jika ada orang lain yang melakukan trik kecil padamu." Hakim Fost berkata dengan serius.
__ADS_1