
Saat cahaya menyinari tubuhnya, pandangan Venix menjadi terhalang.
Saat pandangannya kembali normal, Venix telah berpindah ke tempat lain.
Membuka matanya, Venix melihat pepohonan dan bunga yang indah di depannya. Ini tidak jauh berbeda dengan gambaran Taman Surgawi yang ada di benaknya.
"Indah sekali..." Venix bergumam. Memindai seluruh pemandangan Taman ini sambil berjalan secara perlahan ke depan.
Melambaikan tangannya, Venix membentuk lingkaran formasi di tanah. Dan Nero dengan bentuk kucing hitam muncul dari formasi itu.
"Apakah sudah sampai? Tempat apa ini? Ujian apa yang perlu kita lakukan?" Tanya Nero dengan nada bersemangat.
Jika ini reruntuhan lain, Nero dan Venix akan berpisah, dan masing-masing dari mereka menjalani ujian yang berbeda.
Namun ini adalah Reruntuhan Summoner. Tidak ada bedanya apakah Venix membawa Nero atau tidak. Bahkan jika Nero mengambil tes di altar, dia akan di teleportasi ke tempat yang sama dengan Venix.
Karena pada dasarnya, Master dan Binatang Kontrak adalah satu.
"Aku tidak tahu. Ayo, kita berjalan ke depan. Ini hanya jalan masuk ke suatu tempat." Venix berkata dengan Nero.
Nero mengangguk, dan berjalan berdampingan dengan Venix.
Dalam perjalanannya, burung kecil dan kupu-kupu menari di pepohonan dan tumbuhan bunga.
Venix mengulurkan jarinya ke depan. Segera seekor burung mendarat di jari tangannya.
Dengan senyum kecil, Venix mengelus burung kecil itu dengan jarinya.
Tanpa disadari, Venix telah sampai di sebuah pohon besar yang menjulang tinggi.
Pohon besar itu memiliki ketebalan sekitar 200 manusia hanya untuk melingkari batang pohonnya saja.
"Apakah kamu sangat bersenang-senang dengan burung di tanganmu?" Suara seorang pria terdengar saat Venix sedang asik bermain dengan burung dan kupu-kupu di tangannya
Mengangkat kepalanya, Venix melihat sosok Agir yang sedang berkumpul dengan orang lain di depan Pohon besar itu.
"Eh? Kamu juga ada di sini?" Venix bertanya dengan heran.
Setiap ujian memastikan kecocokan dan kebutuhan individu itu sendiri. Karena Venix seorang Summoner level tinggi, dia yakin bahwa ini adalah salah satu ujian terbaik bagi Summoner.
Tapi, Agir bukanlah Summoner. Kenapa dia ada di sini? Venix bingung dengan hal ini.
__ADS_1
"Mungkin aku punya bakat Summoner? Entahlah, aku tidak tahu." Kata Agir sambil melihat orang lain yang ada di sini.
Selain Agir, ada 20 orang lainnya yang ada di sini.
Dalam 20 orang ini, ada beberapa yang di kenali oleh Venix. Yaitu Ludi, Yago dan pria paruh baya yang bersama Yago sebelumnya.
Setiap orang membawa Binatang Kontrak mereka selain Agir.
Ludi membawa seekor Serigala dengan sepasang sayang di punggungnya. Yago membawa Binatang Cerberus yang memiliki tiga kepala dengan aura api suram di sekitar tubuh Cerberus.
Pria paruh baya yang menemani Yago sebelumnya membawa seekor peri yang bertubuh kecil. Peri itu memiliki rambut hitam dan penampilan cukup galak. Bisa dikatakan bahwa Peri ini berasal dari faksi kegelapan.
Di Dunia Heavenly Beast, tidak hanya monster biasa dan umum yang ada di sana. Bahkan ada peri, Dryad, dll yang berada di dunia Heavenly Beast. Makhluk seperti itu biasanya unik dan cukup bagus untuk para Summoner karena kemampuan mereka yang jauh lebih baik daripada binatang normal.
"Salam, rekan Taois." Venix membungkukkan tubuhnya sambil tersenyum rendah hati.
Satu persatu membalas salam Venix dengan sopan.
Semua orang ada di sini, tidak ada kegunaan untuk bertarung. Jadi semua orang sangat tenang dan damai.
"Aku tidak menyangka saudara Venix bisa berada di sini. Sepertinya jalanmu sebagai seorang Summoner cukup baik." Yago yang sedang membelai Cerberus menatap Venix denagn senyum kecil.
Nero yang ada di bahu Venix cukup gatal dan ingin menunjukkan kepada Yago, siapa bos besar yang sesungguhnya di sini!
Setiap orang yang ada di sini memiliki Level Ungu paling lemah. Dan setiap orang di sini tidak lemah. Jadi wajar saja jika setiap individu yang ada di sini bukan orang yang mudah untuk di provokasi.
Disini adalah tempat ujian mereka. Saat ini ujian belum dimulai dan harus menunggu orang lain untuk datang dan berkumpul sepenuhnya.
Bertukar beberapa kalimat dengan orang lain, Venix kembali ke sisi Agir yang sendirian di sudut.
Selain bersama dengan Venix, Agir sepertinya menjadi orang yang pendiam.
Menunggu selama beberapa jam, akhirnya semua orang sudah berkumpul di sini.
Total 57 orang berada di sini.
Segera sebuah patung kayu yang memiliki bentuk campuran wajah manusia dan hewan, dan menempel di batang pohon, bersinar dengan cahaya yang indah.
"Semua orang yang memenuhi syarat untuk menjalani ujian ini sudah berkumpul."
Patung wajah di pohon itu berbicara saat membuka mulutnya.
__ADS_1
Segera semua orang menjadi diam, dan mendengarkan patung wajah untuk mengumumkan ujian mereka.
"Ada tiga level dalam ujian ini. Setelah kalian melewati satu level, kalian akan di teleportasi ke tempat kotak harta karun berada. Setiap orang memilih satu. Harta yang ada di dalamnya, kalian bisa mengambilnya untuk kalian sendiri."
Patung wajah menjelaskan pemberian hadiah kepada semua peserta ujian.
"Ujian pertama adalah mengukur kekuatan kalian. Apakah perkembangan kalian tidak terhalang karena Binatang Kontrak kalian? Setiap individu akan memiliki level yang berbeda. Ini diukur dari level kultivasi, usia, dan Binatang kontrak kalian."
Semua orang mengangguk dan tidak keberatan.
"Jika seseorang berhasil melewati semua ujian, dan melewati ujian tambahan, orang itu akan menerima salah satu harta terkuat bagi Summoner. Dengan harta itu, kalian memiliki kesempatan terbesar untuk menjadi seorang Summoner terkuat di jaman ini!"
Mendengar itu, semua orang tercengang termasuk Venix sendiri.
Langsung memiliki kesempatan terbesar untuk menjadi Summoner terkuat? Bukankah ini terlalu di lebih-lebihkan? Venix berpikir di dalam hatinya.
Untuk memberikan kesempatan seperti itu, apa harta itu?
"Ujian pertama dimulai. Silahkan pilih salah satu pintu masuk untuk kalian sendiri. Pintu masuk ini tidak berbeda dari pintu lainnya. Memilih pintu masuk yang berbeda tidak akan merubah tingkat kesulitan kalian."
Setelah mengatakan itu, Patung wajah di pohon menjadi redup dan tidak lagi bersinar.
Segera sebuah pintu masuk muncul di pohon dengan jumlah 100 pintu masuk.
"Aku akan pergi." Yago berkata dengan percaya diri dan langsung memasuki salah satu pintu masuk.
Saat Yago masuk, pintu masuk itu menghilang.
"Hehehe, apakah perlu untuk terburu-buru?" Ludi terkekeh kecil dan berjalan ke pintu masuk setelah Yago pergi.
Setelah itu, setiap orang masuk satu persatu. Beberapa orang tidak langsung masuk, dan mempersiapkan diri mereka sendiri untuk ujian.
"Apakah kamu tidak akan masuk?" Venix bertanya pada Agir yang ada di sampingnya.
"Apakah aku harus?" Agir bertanya balik pada Venix.
"Yah …. Ini memang aneh. Kamu bukan seorang Summoner, tapi telah tiba di tempat ini. Ujian ini bahkan sangat tidak cocok untukmu. Bisa di pastikan kamu bisa dengan mudah melewati ujian ini." Venix berkata dengan heran.
Setiap orang menggunakan Teknik Kultivasi Summoner. Itulah kenapa ujian pertama mengukur kekuatan setiap orang. Karena itulah Pelayan Gill tidak datang kesini karena dia tidak mengolah teknik Summoner.
Tapi, Agir yang bukan seorang Summoner bisa datang ke sini? Ini sangat aneh bagi Venix.
__ADS_1
"Apa yang salah? Baiklah, biarkan aku mencoba ujian ini." Agir berkata saat dia berjalan maju dan masuk ke dalam salah satu pintu dan menghilang.