
Waktu berlalu dengan cepat.
Tanpa disadari, waktu Venix pergi telah tiba.
Berdiri di gerbang Desa, Venix mengucapkan selamat tinggal pada teman-temannya. Di sampingnya, Yenta juga ikut dalam perjalanan ini.
"Jaga diri baik-baik di luar sana." Kata Fena saat melihat Venix yang telah bersiap pergi menjelajahi Benua Kegelapan.
"Aku akan." Jawab Venix dengan senyum.
"Aku tidak menyangka Desa memiliki tim khusus yang di persiapkan untuk menjelajahi Benua Kegelapan. Dan petinggi Desa dengan baik memberimu kesempatan untuk bergabung dalam tim mereka." Kata Terra sambil menghela nafas.
"Ini memang keberuntunganku. Dengan tim seperti itu, bukankah kesempatanku jauh lebih tinggi untuk menemukan jalan pulang?" Jawab Venix dengan senyum.
Karena informasi Agir tidak bisa di sebarluaskan, pihak Desa memutuskan untuk membuat kebohongan saat ini.
Tim khusus yang di sebutkan oleh Terra tentu saja hanya omong kosong belaka. Tim yang diikuti Venix saat ini adalah Tim Agir.
"Baiklah semuanya, aku akan berangkat." Kata Venix.
Mengucapkan perpisahan kepada teman-temannya, Venix pergi berjalan menjauhi Desa bersama dengan Yenta dan Nero yang ada di bahunya.
Venix berbalik dan melihat gerbang pintu Desa dari kejauhan dengan sosok teman-temannya yang masih ada di sana yang melihatnya pergi saat ini.
"Bahkan jika aku tidak bisa selamat dari Agir di masa depan, aku akan memastikan kalian semua untuk pulang." Gumam Venix sambil meneruskan langkah kakinya, dan pergi dari Desa.
Melihat punggung Venix yang telah menghilang, Fena, Terra dan lainnya secara bertahap merasa agak sedih. Walaupun Venix membawa harapan mereka semua saat ini, tidak ada yang tahu apakah dia akan selamat atau tidak di dunia luar.
Satu persatu orang-orang itu kembali ke dalam Desa dengan perasaan yang agak berat.
Berjalan selama setengah jam, Venix sampai di suatu tempat.
Di sini, Agir dan semua prajuritnya berkumpul.
"Kita sampai." Kata Venix pada Yenta saat melihat kelompok Goat Beast yang memenuhi seluruh area ini.
Yenta mengangkat kepalanya dan melihat tim Goat Beast.
Dari awal, Yenta sudah tahu tentang hal ini, jadi dia tidak terkejut.
Walaupun kekuatan Yenta adalah yang terlemah di sini, Yenta tetap tenang dan tidak takut.
Berjalan mendekati tim Goat Beast, Venix dan Yenta datang ke Agir.
"Kamu disini." Kata Agir sambil mengangguk.
"Ini adalah teman yang ingin aku bawa bersamaku." Kata Venix sambil memperkenalkan Yenta kepada Agir.
"Aku tidak peduli siapa yang kamu bawa. Jika semuanya sudah siap, kita akan berangkat sekarang." Kata Agir.
__ADS_1
Venix mengangguk dan tidak menolak.
Saat ini, Venix merasakan tatapan yang tidak bersahabat dari suatu arah.
Menoleh untuk melihat tatapan yang tidak bersahabat itu, Venix menemukan seorang Goat Beast yang memiliki kesamaan dengan orang terkuat yang berada di tim yang Venix kalahkan di masa lalu.
"Ternyata itu dia." Gumam Venix saat tersenyum ke arah Goat Beast itu.
Saat Goat Beast itu melihat senyum Venix, dia merasa giginya gatal. Dia pada awalnya ingin balas dendam. Namun bagaimana seorang manusia yang awalnya adalah musuh akan berakhir menjadi bagian dari timnya saat ini?
"Grosan." Kata Agir dengan tenang.
Goat Beast yang menatap Venix sebelumnya menjadi panik, dan dengan cepat membungkuk di depan Agir : "Tuan."
"Aku tahu kamu memiliki konflik dan dendam pribadi dengan Venix. Namun kamu tidak bisa mengerahkan pasukanmu untuk balas dendam padanya. Jika kamu ingin balas dendam, gunakan kekutanmu sendiri, dan aku tidak akan mengatakan apa-apa." Kata Agir dengan acuh.
Membalaskan dendam dengan kekuatannya sendiri? Grosan khawatir bahwa dia sendiri yang akan menjadi mayat saat mencoba untuk membalaskan dendamnya pada Venix.
Pada saat itu, dia bahkan tidak mampu mengalahkan Venix dengan gabungan timnya. Dan sekarang, setengah tahun telah berlalu. Hanya tuhan yang tahu, seberapa besar perkembangan kekuatan Venix saat ini.
Jadi Grosan tidak mengatakan apa-apa, hanya mengangguk dan mundur untuk kembali ke tempatnya.
"Mari kita bergerak." Kata Agir dan memimpin seluruh pasukan untuk bergerak ke arah barat.
Venix dan Yenta mengikuti di belakang, dan mengobrol di antara mereka sendiri.
Oleh karena itu, perjalanan ini bisa dipastikan akan berjalan sangat panjang di masa depan.
***
Tebas! Tebas!
Venix mengendalikan Royal Sword miliknya saat menyerang sekelompok Ras asing yang dia temui dalam perjalanannya.
Di sampingnya, Nero juga telah mengubah bentuknya menjadi Harimau Hitam dan menghabisi banyak musuh.
Dengan kerja sama keduanya, sebagian besar musuh telah mati di tangan Venix dan Nero.
Sebenarnya, bukan karena kekuatan Venix dan Nero yang sangat kuat dan mencapai prestasi ini.
Namun, Agir secara sengaja membiarkan Venix untuk berurusan dengan sebagian besar musuh.
Tusuk!
Menusuk jantung musuh dengan Royal Sword miliknya, Venix akhirnya memusnahkan seluruh pasukan musuh.
"Tidak buruk." Kata Agir dari kejauhan dengan acuh.
Venix tidak mengatakan apapun dan meletakkan kembali Royal Sword miliknya ke dalam kotak panjang yang ada di punggungnya.
__ADS_1
Setelah itu, Venix datang menghampiri Yenta yang saat ini terluka.
"Apakah kamu baik-baik saja?" Tanya Venix pada Yenta saat memeriksa luka-lukanya.
"Aku baik-baik saja." Jawab Yenta dengan senyum masam.
Yenta terluka juga karena pengaturan Agir secara diam-diam. Namun, Venix tidak mengeluh tentang hal ini.
Yenta secara sukarela bergabung dengannya, dan wajar saja jika situasinya tidak akan baik dalam perjalanan ini.
Di sisi lain, Agir hanya membiarkan Yenta terluka. Namun jika musuh akan membunuh Yenta, Agir juga akan bertindak untuk menyelamatkannya. Dan karena inilah Venix merasa semuanya normal dan baik-baik saja.
Ini juga bisa dikatakan latihan dan ujian bagi Yenta sendiri.
"Apakah ada musuh yang tersisa?" Tanya Venix pada Agir setelah memastikan kondisi Yenta baik-baik saja.
"Tidak. Semua musuh yang melarikan diri telah di bunuh oleh para prajurit. Tidak ada yang selamat dari mereka." Kata Agir.
Venix mengangguk dan mengistirahatkan tubuhnya sedikit.
Saat ini, empat bulan sudah berlalu sejak Venix meninggalkan Desa. Tim mereka bergerak agak lebih dalam di Benua Kegelapan dan bertemu berbagai musuh yang ingin menyerang mereka dan merampok mereka.
Total pasukan Agir memiliki jumlah 300 saat ini. Karena terlalu banyak dan melambatkan kecepatan mereka, Agir memutuskan untuk membagi tim menjadi 6 bagian, dengan satu tim terdiri dari 50 orang.
Agir tidak peduli dengan nyawa bawahannya, jadi dia membagi tim secara sembrono.
Agir membutuhkan pasukan hanya untuk melakukan tugas-tugas kecil untuknya. Jadi dia bisa dengan nyaman menonton dari samping.
"Apakah arah yang kita tuju sudah benar?" Tanya Venix pada Yenta.
Yenta membuka peta dan mengangguk : "Dilihat dari perkembangan situasi, bisa di pastikan penduduk di daerah ini jauh lebih banyak daripada tempat lainnya. Jika kita beruntung, kita akan menemukan sebuah kota tidak jauh dari sini."
Yenta telah melukis jalan yang mereka lalui dalam peta yang dimiliki Agir sebelumnya.
Peta yang dilukis oleh Yenta sangat rinci. Dia bahkan menambahkan berbagai warna dalam peta untuk mengukur tingkat sumberdaya dan bahaya. Dengan ini, informasi peta yang digambar oleh Yenta jauh lebih rinci dan sangat berguna di masa depan.
"Kita hanya bisa berharap bahwa itu adalah kota Netral, dan bukan kota yang hanya dikuasai oleh satu ras." Kata Venix saat melihat gambar peta di tangan Yenta.
Dalam empat bulan ini, mereka juga telah menemukan banyak Desa dan sarang ras lain. Bahkan mereka menemukan wilayah kota dalam perjalanan mereka.
Namun kota itu di kuasai oleh satu Ras, yang sangat tidak cocok bagi mereka.
Di Benua kegelapan, ada berbagai tipe kota dan Desa.
Untuk Desa, pada umumnya itu dihuni oleh satu Ras, dan jarang untuk bercampur dengan ras lain untuk tinggal bersama dalam satu desa.
Tentu saja kemungkinan ras lain hidup bersama di satu tempat juga bukan tidak mungkin. Venix telah melihat Desa seperti itu.
Selain itu, Venix juga menemukan Desa ras manusia. Dengan dia sebagai koneksi, Venix mengirimkan peta kepada Desa itu untuk menuju ke Desa tempat teman-temannya tinggal. Tidak hanya itu saja, Venix juga menghubungi salah satu petinggi Desa lewat Dunia Heavenly Beast.
__ADS_1