
Menunggu selama sepuluh menit, sebuah portal hitam muncul di sekitar Venix. Segera sosok Nero berbentuk kucing hitam muncul dari dalam portal.
Merasakan kedatangan orang lain, Venix membuka matanya. Dia menoleh dan melihat Nero. Di seberang portal terlihat sosok Naga Shensu, sepertinya dia tidak berencana untuk datang ke sini.
"Aku memiliki suatu hal lain untuk dilakukan, oleh karena itu, aku tidak akan menggangu kalian berdua, semoga berhasil." Naga Shensu berkata dari seberang portal.
"Terima kasih." Venix mengangguk dan berterimakasih.
Setelah itu portal menutup dan menghilang, hanya menyisakan Venix dan Nero di tempat ini.
Venix melihat Nero dari atas ke bawah dan bertanya : "Bagaimana kabarmu?"
Nero yang saat ini memiliki penampilan sedikit dewasa daripada sebelumnya menjawab : "Yah, latihan berjalan dengan baik. Mungkin aku hanya memerlukan beberapa bulan sebelum sepenuhnya menyelesaikan tujuan latihan."
"Itu bagus." Venix berkata, dia memikirkannya sejenak dan menambahkan : "Jangan terlalu terpengaruh dengan faktor eksternal, memang latihan ini sangat diperlukan untukmu, namun bukan berarti kamu harus membuang kepribadian lama milikmu."
Nero hanya mengangguk dan tidak menjawab.
Venix menggelengkan kepalanya sedikit dan merasa kehilangan. Setelah Nero berlatih bersama Naga Shensu, walaupun hasilnya sangat positif, namun kepribadian konyol Nero juga sangat berkurang. Bahkan Venix merasa ini bukan seperti Nero yang dia kenal.
Namun, walaupun Venix merasa kehilangan, tapi ini memang jalan yang harus di lalui oleh Nero cepat atau lambat. Apakah dia akan memiliki kepribadian yang berbeda atau sama seperti di masa lalu dan lebih bijak, itu sepenuhnya bergantung pada kemampuan Nero sendiri.
"Aku memanggilmu ke sini untuk mencoba kemampuan inti jiwa milikku. Dalam satu bulan terakhir, aku menemukan bahwa aku mampu meningkatkan kemampuan inti jiwa yang aku miliki tanpa harus menunggu kultivasiku meningkat." Venix menjelaskan kepada Nero kenapa dia memanggilnya.
"Kita sudah mencoba kemampuan ketiga milikmu, namun kemampuan itu tidak pernah berhasil untuk secara sepenuhnya aktif. Apakah kamu perlu meningkatkan kemampuan pertama dan kedua milikmu sebelum bisa mengaktifkan kemampuan ketiga?" Nero bertanya pada Venix.
Venix mengulurkan tangannya dan membentuk bola energi biru yang mirip dengan inti jiwanya. Bola energi biru itu memiliki tiga cincin hitam yang mengelilingi Bola energi.
__ADS_1
"Kemampuan pertama memiliki dasar dari inti jiwa, dengan inti jiwaku sebagai dasar, aku bisa mengaktifkannya. Lihat cincin planet pertama, dia adalah yang terdekat dengan inti jiwa. Lalu, cincin kedua, dia agak jauh dari inti jiwa, namun setiap kita mengaktifkannya, cincin kedua akan memiliki koneksi dari cincin pertama, bisa dikatakan bahwa kemampuan cincin kedua bergantung dengan cincin pertama sebagai pondasinya, dan juga seterusnya." Venix menjelaskan tentang apa yang dia ketahui kepada Nero.
Nero memikirkannya selama beberapa saat sebelum bertanya : "Teori ini memang masuk akal, tapi bagaimana cara meningkatkan kemampuan pertama dan kedua?"
Venix memikirkannya sebentar dan berkata : "Setiap kemampuan memiliki formasi Rune, dan di dalam formasi Rune berisi sebuah hukum dan aturan. Karena pertarungan dengan Naga Shensu di masa lalu, aku bersentuhan dengan kemampuan hukum. Walaupun aku tidak bisa mengeluarkan kemampuan itu lagi, namun aku memiliki wawasan tentangnya. Dan setelah meneliti lebih dalam, ternyata di setiap cincin planet memiliki sesuatu yang berbentuk hukum. Jika di gambarkan dengan teknologi di dunia manusia, itu seperti sebuah Perintah Coding untuk membentuk sebuah sistem. Setiap perintah dan aturan memiliki sebab dan akibat, kita bisa menggambarkannya seperti itu."
"Apakah kamu sadar bahwa aku tidak terlalu mengenal teknologi manusia?" Nero berkata saat bola matanya naik ke atas.
Venix terbatuk dan terus melanjutkan : "Intinya adalah, kita perlu menyempurnakan lebih jauh aturan sebab dan akibat cincin kemampuan ini. Banyak area kosong dan berantakan yang ada di dalam cincin kemampuan, kita harus mencoba untuk menyempurnakan cincin kemampuan ini lebih jauh dengan kemampuan kita sendiri."
Nero mengangguk seolah dia mengerti dan bertanya : "Seberapa yakin kamu bisa meningkatkan cincin kemampuan ini?"
Memikirkannya sedikit, Venix menggelengkan kepalanya dan berkata : "Aku belum mencobanya karena itu membutuhkan kehadiranmu. Jadi ini masih dalam bentuk teori dan aku tidak yakin dengan hasilnya."
Nero mengangguk dan berkata : "Tidak apa-apa, kita bisa mencobanya. Jika itu bisa dilakukan, itu adalah hal yang bagus. Bahkan jika gagal, kita tidak menderita kerugian apapun."
Venix mengerutkan kening dan mengingatkan : "Jika kita menyentuh aturan yang sudah ada, bukan tidak mungkin bahwa cincin kemampuan akan rusak dan aku akan mengalami kerugian."
Mendengar itu, Venix agak linglung, dia belum begitu terbiasa dengan perubahan Nero.
Dengan rencana dan kordinasi yang di tetapkan, Venix dan Nero akhirnya memasuki kondisi kultivasi Teknik Summoner secara bersamaan setelah sekian lama tidak berkultivasi bersama.
Setelah keduanya memasuki kondisi kultivasi, kedua jiwa mereka memiliki sebuah koneksi jiwa yang lebih erat dan terhubung.
Dengan satu pikiran, Venix membuat proyeksi jiwa tubuhnya dan Nero di kedalaman inti jiwanya.
Berdiri di cincin pertama inti jiwa, Venix berkata pada Nero : "Ini adalah Cincin kemampuan pertama. Kita harus mulai dari sini dan membuktikan apakah kita bisa meningkatkan kemampuan ini dengan kemampuan kita sendiri dan mengaktifkan dua kemampuan lainnya."
__ADS_1
Nero mengangguk dan mengikuti sesuai rencana yang telah di tetapkan.
Tubuh Proyeksi Venix menutup matanya saat mengumpulkan seluruh pikirannya untuk memasuki ranah hukum kemampuan cincin pertama.
Dalam waktu normal, hanya Martial Master Legenda yang mampu berhubungan dengan hukum. Namun karena suatu kebetulan, Venix berhubungan dengan hukum jauh lebih dini. Harga yang dia bayar adalah merusak semua pondasi jiwa yang telah didapatkan dari dalam Tranquil Soul, bahkan jika bukan karena jiwanya yang awalnya sudah kuat, kaisar manusia khawatir bahwa jiwanya akan hancur.
Sejujurnya, Kaisar manusia cukup terkejut jiwa Venix masih bertahan dan memiliki kekuatan yang tidak jauh berbeda dari sebelum dia memasuki Tranquil Soul.
Perlu diketahui bahwa Tranquil Soul mengirimkan 80% manfaat lebih banyak ke dalam jiwa daripada mental. Dan efek timbal balik dari Tranquil Soul yang di dapatkan oleh Venix jauh lebih tinggi daripada efek timbal balik yang normal pada umumnya.
Harga yang dia bayar cukup besar, namun di sisi lain, hal yang dia dapatkan jauh lebih berharga. Berhubungan dengan hukum lebih dini hanya hadiah kecil, lagipula saat dia mencapai Level Legenda, Venix akan berhubungan dengan ini secara alami.
Namun Transformasi mental suci miliknya adalah keuntungan terbesar. Itulah kenapa Venix bisa memiliki arahan yang lebih jelas dan lebih aktif dari Mental suci miliknya.
Waktu berlalu dengan cepat. Venix tidak tahu berapa lama dia berusaha untuk masuk ke dalam hukum cincin kemampuan pertama. Nero di sampingnya berdiri dengan diam dan mengamati semuanya tanpa membuat suara sedikitpun.
Alasan kenapa Venix membutuhkan Nero adalah karena kurangnya kekuatan jiwa miliknya. Dengan Nero, setidaknya dia bisa memiliki kesempatan untuk mencoba memasuki ranah hukum.
Itu juga berhubungan dengan Teknik Kultivasi Summoner, dengan menghubungkan koneksi jiwanya dengan Nero, kekuatan jiwanya tidak sederhana 1+1.
Setelah berusaha sekian lama, cincin kemampuan pertama segera membesar secara perlahan, menutupi seluruh dunia Venix dan Nero dan di penuhi dengan pemandangan Cincin kemampuan pertama dari segala arah.
Tidak... Itu bukan cincin kemampuan yang membesar, namun kesadaran Venix dan Nero yang mengecil dan masuk jauh lebih dalan ke cincin kemampuan pertama.
Segera tubuh Proyeksi Venix dan Nero di selimuti kegelapan pekat, tidak ada cahaya di tempat ini yang bisa masuk.
Venix sadar akan perubahan yang terjadi, namun dia tidak berhenti dan terus melanjutkan.
__ADS_1
Entah berapa lama waktu berlalu, Venix akhirnya membuka matanya dan melihat sinar seperti bintang di dunia yang gelap ini, kurang lebih sama seperti alam semesta.
Menghembuskan nafas kelelahan, Venix berkata : "Kita sudah sampai di ranah hukum."