
Semua orang diam. Bahkan Laura tidak berani berkomentar.
Di sisi lain, Agir mengamati semuanya dengan mata tertarik.
Di samping Agir, Nero tiba-tiba muncul di sampingnya saat melihat semuanya dengan tenang.
Venix berbalik dan melihat Laura : "Aku hanya bertanya. Jika kamu tidak mau mengatakannya, tidak apa-apa. Kita akan berpisah di sini."
Laura dan adik junior Laura yang bernama Rene memandang Venix dalam diam.
Sebelumnya, Venix sangat bersahabat dan mudah untuk bergaul.
Namun siapa sangka bahwa dalam waktu singkat, Venix tidak ragu-ragu untuk melukai salah satu dari mereka.
Bagi Venix, hidup di Dunia Kegelapan juga membawa beban psikologis baginya. Walaupun dia bersemangat dan terus membuat kemajuan setiap hari, itu tidak berarti beban pikirannya karena hidup di Benua Kegelapan menghilang.
Itu baik-baik saja jika ini terjadi di Benua Manusia, tapi ini bukan Benua Manusia. Tobi telah memfitnahnya berulang kali dan membuatnya sangat muak.
Orang seperti itu tidak akan berhenti hanya dengan kata-kata. Hanya dengan tinju dan hukuman setimpal, orang itu akan sedikit sadar setidaknya dan menjadi sopan di masa depan.
Hal yang paling Venix benci adalah di fitnah!
Itu tidak apa-apa jika dia melakukan hal yang buruk dan orang itu menyebarkannya dan menuduhnya, Venix tidak merasa itu adalah salah. Tapi menunjuk sesuatu hal yang tidak dia lakukan sekali atau tidak memiliki tujuan seperti itu, Venix merasa muak dan marah.
Jika Tobi berasal dari Ras lain, dia tidak akan berani menunjuk Venix seperti itu. Namun karena dia berasal dari Ras yang sama, Tobi menjadi berani dan menunjuk dirinya sendiri sebagai hakim di tempat.
Untuk tipe manusia seperti ini, Venix benar-benar tidak tahan. Apakah mereka pikir hanya karena dasar mereka sama, orang lain tidak akan membunuhnya?
"Aku akan mengantarmu ke tempat tinggalku." Kata Laura sambil menghela nafas.
Untuk masalah Tobi, Laura juga mengerti sedikit lebih banyak. Setiap orang memiliki garis bawah mereka sendiri. Dan sepertinya, Tobi melewati garis bawah Venix.
Itu sudah sangat bagus Venix tidak membunuh Tobi saat ini. Lagipula, pembunuhan di Benua Kegelapan adalah hal yang normal.
"Hahahaha! Kamu benar-benar mampu membuat pertunjukan yang bagus! Bahkan aku belum pernah melampiaskan amarahku pada ras yang sama!" Agir tertawa saat dia berjalan mendekati Venix : "Namun, aku mengerti satu hal saat ini. Hal yang paling sulit mungkin menghukum orang yang memiliki ras yang sama dengan kita. Jika kita tidak menghukum mereka, mereka hanya akan menjadi beban dan membuat masalah."
Venix menggelengkan kepalanya dan mengabaikan Agir.
Di sisi lain, Laura dan Rene menatap Agir dengan pandangan yang penasaran seolah-olah bertanya, kenapa pria besar berbulu kambing ini tiba-tiba tertawa?
__ADS_1
Kesan mereka pada Agir berbeda dari Venix yang telah mengenal Agir dalam waktu yang cukup lama. Mereka pikir Agir adalah orang yang dingin dan tidak ingin banyak bicara. Tapi siapa sangka bahwa pria berbulu kambing itu tiba-tiba tertawa bahagia di detik berikutnya?
"Mungkin aku harus belajar darimu dan mulai menghukum orang-orang yang membuat kesalahan walaupun berasal dari ras yang sama." Kata Agir dengan senyum.
Segera semua pasukan Goat Beast, kecuali Pelayan Gill, memandang Venix dengan tatapan sengit dan kebencian.
"…." Venix.
Siapa aku? Dimana aku? Apakah yang aku lakukan sebelumnya berhubungan dengan kalian? Walaupun aku mengumumkan bahwa kita adalah musuh, tapi apa-apaan tatapan yang kalian berikan padaku? Venix berpikir sedih dan pasrah di dalam benaknya.
"Bantu Tobi mengobati lukanya dan bantu dia berjalan. Kita akan kembali ke rumah." Kata Laura pada bawahannya yang lain.
Segera dua orang manusia bergerak dan berjalan mendekati Tobi untuk membantunya berjalan dan memulihkan lukanya.
Segera Laura dan Rene memimpin rombongan Agir dan Venix ke tempat tinggal mereka.
Di jalan, Venix mengobrol banyak hal dengan Laura dan memberitahu orang yang selamat di Desanya.
Laura juga bertanya apakah Venix adalah seorang jenius tersembunyi di sekolah Azure Bull di masa lalu.
Namun Venix menggelengkan kepalanya dan menjawab bahwa dia bukan jenius tersembunyi di sekolah Azure Bull.
Setelah tiba di Benua Kegelapan, mengatasi berbagai kesulitan, perkembangan kekuatan Venix meningkat dengan pesat.
Laura saat ini berada di Level Perak Puncak. Dia hanya membutuhkan waktu dan kesempatan sebelum bisa menerobos ke Level Ungu.
Berjalan selama beberapa jam, rombongan Venix datang di sebuah gunung yang tinggi.
"Disini?" Tanya Venix pada Laura.
Laura menganggukkan kepalanya dan berkata : "Itu disini."
Setelah itu, Laura bergerak maju.
Di sebuah dataran kosong, Laura mengucapkan mantra. Setelah itu, sebuah lubang muncul di mata semua orang.
"Kalian hidup di bawah tanah?" Tanya Venix.
Laura mendesah tidak berdaya : "Hidup di atas tanah sangat sulit. Jadi kita memutuskan untuk tinggal di bawah tanah. Walaupun lingkungan hidup kita sulit dan sumberdaya sulit didapatkan, tapi setidaknya kita bisa bertahan hidup."
__ADS_1
Venix mengangguk dan tidak terus bertanya : "Bagaimana denganmu, Agir? Apakah kamu ingin masuk dan melihat-lihat?"
Agir memandang Venix sebelum memandang Laura dan menjawab : "Tentu. Aku suka mengamati hal-hal yang baru."
Dengan itu, tim Laura masuk ke dalam pintu masuk yang berbentuk lubang di tanah. Agir, Venix, Nero dan Yenta juga mengikuti di belakang mereka.
Pasukan Agir dan Pelayan Gill menunggu mereka di luar dan tidak ikut masuk.
Venix turun ke bawah tanah. Pintu masuk bawah tanah ini hanya memiliki lebar dua orang, jadi Venix bisa dengan mudah turun ke bawah.
Setelah mencapai kedalaman sekitar 50 meter di bawah tanah, kaki Venix mendarat di tanah.
"Udara di sini cukup pengap." Kata Venix dan merasa bersimpati dengan keadaan Laura dan lainnya.
Venix dan teman-temannya beruntung untuk menemukan Desa Manusia yang memiliki kekuatan yang cukup kuat untuk bisa bertahan hidup di Benua Kegelapan.
Namun, Laura berbeda. Venix tidak tahu bagaimana mereka berada di situasi ini, namun yang pasti adalah, Laura dan yang lainnya harus mundur dan tinggal di bawah tanah hanya untuk bertahan hidup.
Di bawah tanah, Venix melihat-lihat hal yang ada di sekitarnya.
Lingkungan di sini tidak seindah bayangan Venix seperti sebuah tempat tinggal bawah tanah yang layak.
Hanya ada beberapa bangunan yang terlihat di mata Venix.
Menggunakan kekuatan Wave Controller miliknya, Venix menemukan bahwa hanya ada 60 manusia yang hidup di bawah tanah ini. Dan hanya sedikit yang memiliki status Martial Master.
"Bagaimana menurutmu? Apakah kamu ingin membawa mereka sebagai anggota pertama wilayah yang akan kamu ciptakan?" Tanya Venix pada Yenta.
Dari awal, tujuan Yenta adalah membangun sebuah wilayah di Benua Kegelapan dan membentuk kekuatannya sendiri.
Tapi membuat wilayah dari awal sangat sulit. Apalagi kekuatan Yenta juga tidak begitu tinggi. Bahkan Venix sendiri tidak berani menjamin bahwa dia mampu membuat Desa dan mampu menjaga Desa itu dengan kekuatannya sendiri.
Namun, Yenta berasal dari sebuah keluarga Kerajaan. Venix yakin Yenta memiliki harta atau hal lainnya yang membuatnya percaya diri untuk membentuk Desa.
"Jika mereka mau dan percaya padaku, aku tidak akan menolak mereka dan menjaga mereka dengan baik." Jawab Yenta dengan lembut.
Tempat Laura berada sangat jauh dari Desa teman-temannya tinggal. Jadi Venix tidak menyarankan mereka untuk pergi ke Desa itu karena perjalanannya sangat jauh dan berbahaya.
Jadi Venix memilih opsi kedua.
__ADS_1
Yaitu Yenta.
Karena Agir, tujuan Yenta bisa dengan mudah tercapai untuk menemukan wilayah yang cocok untuknya. Dalam rencananya, setelah ke Kota Netral, Yenta akan mengumpulkan banyak informasi sebelum secara resmi membuat wilayahnya sendiri.