
Venix memimpin semua orang untuk menuju Dermaga dan sebagian besar waktu berjalan sangat lancar.
Karena kemampuan Wave Controller telah meningkat, Venix mampu mendeteksi kehidupan lain dalam jarak satu kilometer. Dengan kemampuan ini, dia bisa menghindari banyak pertempuran yang tidak perlu.
Jika Venix menemukan sekelompok orang, dia akan diam-diam mengirimkan salah satu jarum pedang energi dengan kekuatannya, dan menyerang objek disekitar mereka. Dengan itu, Venix memperingatkan orang lain dan menunjukkan kekuatannya sendiri. Jadi sebagian besar orang tidak berani mengganggu perjalanannya.
Namun, tetap saja selalu ada orang yang ingin mencari kematian.
Sraaakkkk!
Venix menarik Royal Sword miliknya dari tubuh manusia yang telah mati tergeletak di tanah.
Ya, tidak salah. Orang yang menghalangi perjalanan mereka adalah kelompok manusia.
Laura sebelumnya mencoba berbicara dengan mereka, namun gagal.
Pihak lawan memiliki Martial Master Ungu puncak, dan percaya diri dengan kekuatan mereka bahwa mereka bisa melakukan apa saja di daerah ini.
"Bagaimana dengan yang lainnya?" Venix menoleh dan melihat Laura dan yang lainnya.
Di sisi lain, Nero membawa manusia di mulutnya dan melemparkannya ke tanah, tidak jauh dari Venix.
"Sebagian dari mereka berhasil melarikan diri..." Laura berkata dengan pelan.
Venix mengangguk dan tidak bertanya lebih jauh.
Tentu saja dia tahu bahwa Laura dan lainnya tidak berusaha sekuat tenaga untuk mengejar pihak lawan, dan membiarkan mereka semua lari.
"Baiklah, kumpulkan semua orang dan ambil barang-barang musuh yang berguna bagi kalian. Kita akan melanjutkan perjalanan ini." Venix berkata.
Laura dan lainnya mengangguk, dan mulai merampas mayat musuh yang ada di depan mereka.
Di sisi lain, Venix tidak ikut campur dengan rampasan perang, dia menutup matanya dan membawa kesadarannya ke dalam gelang yang ada di tangannya.
Selain Naga Shensu yang sedang berbaring tidur, telur cokelat saat ini memiliki sinar cahaya redup dan beberapa retakan mulai terlihat di cangkang telur itu.
"Berapa lama dia akan bangun?" Venix bertanya pada Naga Shensu.
Naga Shensu membuka matanya dan menjawab : "Jika dilihat dari Vitalitas yang dikeluarkan telur itu, setidaknya itu akan memakan waktu sekitar satu minggu sebelum sepenuhnya menetas."
Venix mengangguk dan bertanya lagi : "Apakah dia akan mendapatkan kembali kekuatan puncaknya?"
__ADS_1
Naga Shensu menggelengkan kepalanya dan menjawab : "Tidak, dia akan berada dalam kondisi lemah selama beberapa waktu sebelum secara perlahan memulihkan kekuatannya."
"Saat dia bangun, dia tidak akan menantangku lagi kan?" Venix bertanya. Dia bertanya-tanya tentang hal ini. Bagaimana jika setelah Agir bangun, dia ingin membalas dendam padanya?
Apakah dia harus membunuhnya lagi? Jujur saja, bahkan jika dia menganggap Agir sebagai penolongnya dan tidak pernah merugikannya, jika dia harus bertarung lagi dengannya, dia tidak akan ragu untuk membunuhnya lagi.
Namun tetap saja, Venix merasa sia-sia membunuh orang seperti Agir, dan juga pertarungan mereka berdua tidak berdasarkan kepentingan atau alasan yang layak untuk bertarung hidup dan mati.
Dia lebih suka berteman dengan Agir daripada terjebak dengan situasi yang tidak jelas dan tidak layak ini.
Saat ini, mental sucinya samar-samar merasakan sesuatu hal yang besar akan datang, dan dia membutuhkan kekuatan yang sangat besar untuk mengatasi itu.
Venix juga merasakan hal yang samar-samar bahwa ini bukan tentang kekuatannya sendiri, tapi kekuatan luar, yang bisa di artikan kekuatan orang lain.
Mungkin dia harus membentuk sekutu atau mencari teman yang bisa membantunya di masa depan? Dia tidak yakin, namun memilih Agir sebagai sekutu adalah hal yang baik apapun yang terjadi.
"Bagaimana aku bisa tahu? Aku bukan dia, kamu harus bertanya padanya saat dia sudah bangun." Naga Shensu menjawab dengan malas.
Venix menggelengkan kepalanya dan menarik kembali kesadarannya dari Gelang.
"Semuanya sudah selesai." Laura berkata dari belakang Venix.
"Baiklah, kita berkumpul dengan yang lainnya dan melanjutkan perjalanan kita." Venix berkata dengan tenang.
Dalam pertarungan ini, dia hanya membawa semua orang yang bisa bertarung, dan tidak membawa wanita hamil, anak-anak, atau yang lainnya karena terlalu lemah.
Jadi mereka harus berkumpul kembali sebelum melanjutkan perjalanan mereka.
***
Venix dan yang lainnya melakukan perjalanan hampir sebulan, saat ini mereka sudah berada di pinggiran benua kegelapan dan tidak jauh dari Dermaga Manusia.
Paling lambat, mereka akan sampai di sana dalam 5 hari.
Saat Nero berlari di tanah memimpin orang-orang lainnya yang memakai kuda putih di belakangnya, Venix yang duduk di punggungnya tiba-tiba mengerutkan kening dan menyuruh semua orang untuk berhenti.
"Berhenti!"
Suara Venix tidak keras, dan juga tidak pelan, segera semua orang menghentikan kuda yang mereka naiki.
Nero juga berhenti dan bertanya-tanya apakah ada musuh di depan mereka?
__ADS_1
Venix tidak menjelaskan apa-apa dan menutup matanya saat kesadarannya memasuki Gelang.
Di dalam ruangan Gelang, Venix melihat telur cokelat saat ini sudah bersinar terang dan retakan telah terjadi di seluruh permukaan telur. Di samping telur cokelat, Naga Shensu sudah berdiri di sampingnya dan memandangi telur cokelat itu.
"Apakah waktunya sudah datang?" Venix bertanya pada Naga Shensu.
Naga Shensu dengan tenang menjawab : "Ya, dia akan terlahir kembali."
Saat Naga Shensu baru saja menyelesaikan kata-katanya, permukaan telur cokelat memiliki retakan yang lebih banyak dan menyebar di seluruh permukaan telur.
Melihat ini, Venix langsung membentuk proyeksi tubuh di dalam ruang Gelang dan berdiri di samping Naga Shensu.
Di retakan permukaan telur cokelat, berbagai sinar muncul di setiap retakan permukaan telur, seiring berjalannya waktu sinar itu semakin intens hingga akhirnya menutup seluruh permukaan telur cokelat dan meledakkannya dari dalam.
Ledakan!
Percikan cangkang telur terlempar di sekitarnya dan mengenai Venix dan Naga Shensu yang menonton di samping telur itu.
Melihat telur itu meledak, Venix merasa aneh. Bukankah seharusnya telur itu menetas seperti anak ayam yang baru lahir? Bagaimana itu bisa meledak?
Venix tidak yakin kenapa kelahiran kembali Agir tidak mengikuti norma telur pada umumnya.
Secara perlahan, sosok kecil muncul dalam pandangan Venix dan Naga Shensu, dia melihat tanduk kambing yang melengkung dengan indah dengan wajah manusia tampan yang membuatnya terlihat seperti iblis.
Sosok itu berjongkok di lantai sambil memeluk tubuhnya sendiri seperti mencoba untuk menghangatkan dirinya sendiri.
Melihat sosok itu, Venix yakin bahwa ini adalah Agir!
Tapi kenapa tubuhnya kecil?
Sosok Agir saat ini jauh lebih kecil, walaupun Agir saat ini sedang berjongkok, Venix yakin bahwa bahkan Jika Agir berjongkok di masa lalu, tubuhnya tidak sekecil ini.
Selain tanduk kambingnya yang indah, wajahnya saat ini seperti anak-anak dan jauh lebih muda daripada Agir di masa lalu.
"Apakah ini Agir atau anak haramnya?" Venix bertanya pada Naga Shensu.
“…” Naga Shensu.
Setelah kamu mengatakannya, sosok ini memang lebih seperti anak haram Agir... Naga Shensu berpikir di dalam benaknya.
Beberapa saat kemudian, sosok yang meringkuk di lantai itu membuka matanya dengan tajam, dan langsung menggerakkan bola matanya kepada Venix yang berdiri di samping Naga Shensu.
__ADS_1