
Keesokan harinya, semua orang yang berkumpul di luar istana memiliki kesibukan mereka masing-masing.
Karena formasi istana belum dibuka, jadi semua orang dengan damai hidup berdampingan di sini.
Venix sebelumnya berencana untuk berkultivasi. Dengan kemampuan pertama inti jiwanya, Venix dan Nero telah meningkatkan teknik Summoner ke angka 103%. Setiap naik satu langkah, semuanya menjadi lebih sulit. Venix dan Nero yakin bahwa 103% bukan batasnya dan ingin mencoba lagi.
Tapi, Venix tidak bisa berkultivasi saat ini.
Tim yang dibawa Agir termasuk ke dalam salah satu tim terkuat yang berkumpul di sini. Jadi kekuatan dari Ras lain datang mengunjungi tim Agir untuk menyampaikan niat baik agar tidak saling mengganggu di masa depan.
Karena Agir malas, Venix harus berurusan dengan semua orang yang datang.
"Tuan Venix, jika tidak ada hal yang lain, aku akan mengundurkan diri. Di masa depan, kita mungkin bisa bekerja sama." Kata Pria ras kucing bernama Ludi.
"Tuan Ludi terlalu sopan. Aku akan menantikannya di masa depan." Venix tersenyum sambil membungkukkan tubuhnya sedikit.
Setelah itu, Ludi pergi kembali ke kamp nya sendiri.
Setelah Ludi pergi, Venix duduk di kursi sambil menghela nafas. Ludi adalah orang kelima yang datang mengunjunginya.
Semua orang di sini sangat damai dan tidak membuat keributan. Tapi tidak ada yang tahu, apa yang akan terjadi setelah masuk ke dalam istana.
Duduk sambil memegang sebuah buku sejarah di tangannya, Venix merasakan kedatangan seseorang.
Mengangkat kepalanya, Venix melihat seorang pria manusia muda dan seorang pria manusia paruh baya datang ke arahnya.
"Salam, rekan Taois." Pria muda itu memberikan salam tinju kepada Venix.
Venix dengan cepat berdiri dan mengembalikan salam tinju : "Salam, rekan Taois."
Rekan Taois adalah sebutan bagi sesama Martial Master. Jika orang lain bertemu Martial Master asing, tanpa memandang Ras pihak lawan, mereka akan memanggil pihak lawan dengan sebutan 'Rekan Taois' tanpa harus mengetahui namanya terlebih dahulu.
"Bolehkah aku mengetahui nama rekan Taois ini?" Tanya pria muda itu dengan senyum.
"Namaku adalah Yan Venix. Bagaimana dengan rekan Taois? Ngomong-ngomong, silahkan duduk." Jawab Venix dengan senyum rendah hati.
__ADS_1
Pria muda itu duduk, pria paruh baya berdiri di belakangnya tanpa ekspresi apapun : "Namaku adalah Yago, aku berasal dari tempat yang jauh. Saat ini, aku sedang menjelajahi Benua Kegelapan."
"Jadi itu saudara Yago. Kalau begitu itu sama denganku. Aku juga sedang menjelajahi Benua Kegelapan saat ini." Venix menjawab dengan senyum.
"Saudara Venix juga sedang menjelajahi Benua Kegelapan? Betapa kebetulan." Yago berkata dengan nada senang : "Mungkin ini keberuntungan kita saat menjelajahi Benua Kegelapan dan menemukan Reruntuhan Dunia Kecil yang berhubungan dengan Summoner."
"Ini memang sebuah keberuntungan." Venix tersenyum.
Selagi mereka berbicara, Nero dengan bentuk Harimau berjalan berdiri selayaknya manusia dan menuangkan teh ke gelas Venix dan Yago.
"Apakah saudara Venix seorang Summoner?" Yago bertanya pada Venix.
"Kebetulan aku seorang Summoner. Reruntuhan ini sangat berguna bagiku." Kata Venix.
"Sepertinya kita ditakdirkan untuk bertemu. Sama denganku, aku juga seorang Summoner." Kata Yago dan melanjutkan : "Saudara Venix, aku yakin dengan kekuatanmu. Menjadi pemimpin tim Ras Goat Beast dan Manusia, sudah menunjukkan bahwa kamu mampu. Aku tidak akan basa basi di sini. Saat istana dibuka, jika saudara Venix menemukan sumberdaya Summoner yang levelnya terlalu tinggi, bagaimana jika menjualnya padaku? Aku tidak akan pelit dengan harganya."
Venix tidak menjawab. Dia mengambil gelas teh dan meminumnya. Memikirkannya sedikit, Venix bertanya : "Harta seperti apa?"
Harta Summoner sangat berharga bagi setiap Summoner. Tentu saja Venix tidak akan dengan mudah melepasnya ke orang lain. Tapi di sisi lain, harta Summoner juga memiliki syarat level dan kekuatan untuk menggunakannya. Jika Summoner itu terlalu lemah, mereka hanya akan membuang-buang harta itu. Jadi permintaan Yago sebenarnya bukan tanpa alasan yang bagus.
Venix merenung dan memikirkan harta Summoner yang Yago sebutkan.
Summoner Mint digunakan untuk Martial Master. Harta itu berguna untuk membersihkan jiwa Martial Master dan memudahkan mereka meningkatkan teknik Summoner.
Di sisi lain, Bloodleaf memiliki fungsi yang sama seperti Summoner Mint. Namun, itu digunakan untuk Binatang Kontrak.
Kedua harta itu memiliki syarat bahwa penggunanya harus memiliki tingkat sinkronisasi 80% ke atas agar bisa menggunakannya.
Sepertinya manusia bernama Yago ini memiliki pencapaian yang besar dalam teknik Summoner.
Melihat Venix tidak berbicara, Yago berkata : "Saudara Venix, aku memiliki tingkat Sinkronisasi 84% dengan binatang kontrakku. Jika Saudara Venix memberikan harta itu kepadaku, aku akan menukarnya dengan harta Summoner yang lain. Berapa tingkat Sinkronisasi teknik Summoner Saudara Venix? 60 persen? 70 persen?"
Venix tidak menjawab dan diam.
Di sisi lain, Nero yang berdiri di belakang Venix entah kapan, menatap Yago seolah-olah dia adalah orang bodoh.
__ADS_1
Nero berpikir, apakah manusia yang bernama Yago ini melebih-lebihkan dirinya sendiri?
Tapi Yago juga tidak salah.
Yago dan pria paruh baya bisa memperkirakan usia Venix di bawah 30 dan di atas 20.
Saat ini, Yago berusia 29 tahun. Dia adalah jenius sejati yang di akui oleh wilayah Manusia yang hampir memiliki level kota.
Teknik Kultivasi Summoner sangat sulit. Memang pencapaian Yago harus di akui sebagai level jenius.
Pada umumnya, hanya Martial Master yang mencapai Level emas yang tidak jauh dari tingkat sinkronisasi 100 persen. Dan untuk mencapai tingkat sinkronisasi 100 persen, setidaknya membutuhkan waktu 20 sampai 30 tahun untuk kecepatan normal, tergantung pada Martial Master itu sendiri. Bisa juga lebih lama.
Yago percaya diri pada bakatnya. Tapi sayangnya, Venix adalah orang yang memiliki hal aneh di dalam tubuhnya.
"Aku akan memikirkannya nanti saat mendapatkan harta itu." Jawab Venix tersenyum setelah memikirkannya selama beberapa waktu.
Harta itu juga berguna untuknya. Walaupun tingkat sinkronisasi miliknya telah melebihi angka 100 persen, itu bukan berarti harta itu tidak berguna baginya. Harta itu juga bisa membantunya.
Setelah Venix mengatakan itu, pria paruh baya di belakang pemuda itu mengerutkan kening seolah-olah tidak senang dengan jawaban Venix.
Di sisi lain, Yago hanya tersenyum tanpa mempermasalahkan jawaban Venix sedikitpun : "Kalau begitu aku akan menunggu kabarmu di masa depan."
Mengatakan itu, Yago dan Venix mengobrol beberapa patah kata sebelum Yago pergi dan kembali ke kamp nya sendiri.
"Bukankah manusia itu memandang rendah kita?" Nero berkata saat Yago telah pergi jauh dari mereka.
"Lalu apa?" Venix dengan santai bersandar di kursi : "Kenapa jika orang lain memandang rendah kita? Apakah kita harus memperlihatkan seluruh kekuatan kita saat bertemu orang asing? Asalkan orang itu tidak menghina atau merendahkan orang terdekatku, aku tidak akan peduli."
Nero membuka mulutnya dan ingin membantah. Namun, dia tidak bisa.
Seperti yang dikatakan Venix, apakah mereka harus menunjukkan kekuatan penuh mereka kepada orang asing? Tentu saja tidak perlu.
Lalu, jika orang lain salah memperkirakan kekuatan mereka berdua, apakah orang lain salah? Tentu saja tidak. Meremehkan orang lain atau tidak, itu bergantung pada sifat dan kepribadian masing-masing manusia.
Bagi Venix, Yago sebelumnya cukup sopan dan tidak mengatakan hal yang tidak masuk akal. Jadi Venix tidak membawanya ke hati.
__ADS_1
Tapi Nero berbeda. Sejak hidup di Benua Kegelapan, walaupun dia sering di remehkan saat tinggal di Benua Manusia, tapi tidak ada yang meremehkannya di Benua Kegelapan. Itulah kenapa Nero tidak senang dengan sikap Yago.