Legendary Summoner

Legendary Summoner
Chapter 102


__ADS_3

Di malam hari, di sebuah lapangan luas tempat perkumpulan orang-orang perumahan.


Sebuah api unggun besar menyala di tengah-tengah lapangan.


Venix telah tinggal di perumahan selama beberapa hari.


Venix duduk bersama teman-teman Desa lamanya dan kelompok Laura.


Venix memegang sebuah botol minuman di tangannya dan dia meneguknya hingga puas.


Lapangan ini digunakan untuk tempat perkumpulan orang-orang yang akan kembali ke Benua Manusia.


Setiap tahun, pemerintah Benua Manusia akan mengirim generasi muda ke Benua Kegelapan untuk mendapatkan pengalaman. Perkumpulan ini diselenggarakan setiap minggu, dan itu berguna untuk berkenalan dengan pihak lain.


Selain itu, Venix juga menyadari bahwa terdapat misi khusus pada generasi muda ini untuk membawa orang-orang yang terjebak di Benua Kegelapan kembali pulang. Dan berkat itu, lebih banyak orang sudah kembali ke Benua Kegelapan.


Dengan rasa penasaran, Venix juga bertanya tentang jumlah korban di Benua Manusia.


Namun siapa sangka bahwa jumlah korban begitu besar!


Sekitar 50,000 generasi muda yang menjanjikan telah hilang akibat insiden itu.


Ini sungguh mengejutkan bagi Venix dan lainnya, dia mengira hanya kotanya saja yang diserang, sepertinya jangkauan serangan Beast Goblin begitu luas.


Dan sekarang di lapangan ini hanya terdapat generasi muda di bawah usia 50 tahun untuk mencari pengalaman.


Terkadang Venix bisa mengenali beberapa orang yang terkenal di masa lalu, dan juga wajah-wajah baru yang sepertinya mendapatkan ketenaran tertentu.


Karena semua perkumpulan adalah Generasi muda manusia, Venix tidak mengajak Agir karena hanya akan menimbulkan masalah yang tidak perlu.


Venix mengeluarkan tubuh Nero berbentuk kucing hitam untuk keluar, dan membiarkannya bermain dengan Binatang kontrak Summoner lainnya.


Saat Venix sedang mengobrol dengan Ina dan lainnya, seseorang tiba-tiba menghampiri Venix saat ini.


"Kamu pria bernama Venix?" Pria muda itu bertanya pada Venix.

__ADS_1


Venix menoleh dan menjawab : "Benar, lalu siapa kamu?"


"Namaku Bard, berasal dari... Ah, lupakan. Intinya aku Bard, aku telah menjelajahi Benua Kegelapan selama tiga tahun." Bard menjawab.


"Jadi itu saudara Bard, apakah ada yang kamu perlukan dariku?" Venix bertanya dengan senyum.


"Yah, ini sebenarnya permintaan biasa. Aku mendengar kamu membawa sekelompok orang untuk sampai ke Dermaga kan tanpa menderita kerugian sedikitpun? Aku tertarik untuk berdebat denganmu." Bard menjawab dengan mata yang membara.


"Ohh, tidak apa-apa, kita bisa berdebat minggu depan setelah aku menyelesaikan hal lainnya." Venix menjawab.


"Itu kesepakatan." Bard tersenyum.


Setelah itu Bard memberikan kartu namanya kepada Venix.


Tentu saja Kartu Nama tidak berguna di sini, tapi Venix bisa menghubunginya jika dia sudah kembali ke Benua Manusia.


Menyimpan kartu nama, Venix menggelengkan kepalanya.


Sudah ada beberapa orang yang menantangnya untuk berdebat, dan dia juga dengan mudah menerima ajakan mereka. Secara bersamaan karena tindakannya, dia juga mendapatkan kontak pihak lain yang mungkin bisa dia gunakan di masa depan nanti.


"Kamu cukup populer, aku ingat Senior Rutz tidak sepopuler ini waktu tiba di sini." Ina menyandarkan dagunya di tinju kanannya dan berkata.


Laura yang duduk tidak jauh dari Venix mengerutkan bibirnya. Dia tahu jika bukan karena Venix yang menggunakannya kekuatan Wave Controller miliknya, perjalanan mereka tidak akan mulus.


Walaupun dia tahu kenyataannya, dia tidak memberitahu yang lain tentang hal itu. Lagipula Venix memintanya untuk menjaga rahasia kecilnya ini.


Tidak lama setelah Bard pergi, kelompok tiga orang juga datang menghampiri Venix tidak lama setelah Bard pergi.


Merasakan kedatangan tiga orang, Venix mengerutkan kening, itu karena tatapan pihak lain sepertinya tidak bersahabat? Apakah dia menyinggung seseorang baru-baru ini?


"Kamu Venix?" Pemimpin kelompok tiga orang yang bernama Jiyun bertanya pada Venix dengan datar.


"Benar." Venix menjawab dengan singkat karena merasakan pihak lain sepertinya ingin membuat masalah.


"Kamu orang yang ingin membawa Ras Goat Beast menjadi tamu di Benua Manusia kan?" Jiyun bertanya dengan nada tidak senang.

__ADS_1


"Benar, apakah ada masalah?" Venix bertanya balik dan tidak takut dengan ancaman tersembunyi pihak lawan.


Jiyun berkata : "Aku sarankan kamu membatalkan rencana untuk membawa Ras Goat Beast sebagai tamu di Benua Manusia."


"Apakah ada alasan untuk itu? Bukankah membawa tamu dari ras lain di ijinkan oleh pemerintah?" Venix bertanya lagi.


"Apakah kamu buta setelah hidup di Benua ini selama beberapa tahun?" Jiyun berkata dengan dingin : "Ras Goat Beast adalah musuh kita manusia!"


Suara Jiyun agak tinggi dan segera menarik perhatian orang lain yang ada di sekitar Venix.


Mendengar kata-kata pihak lawan, Venix menghela nafas secara internal, akhirnya masalah yang menyangkut Agir muncul.


"Jika membawa ras lain ke Benua Manusia di larang, tentu saja aku tidak akan melakukan itu. Tapi pemerintah mengijinkannya, aku dan temanku memenuhi semua prosedur, kenapa aku harus membatalkan rencana itu?" Venix menjawab.


"Apakah kamu mengkhianati ras manusia?" Jiyun berkata dengan dingin : "Ras lain membunuh teman-teman kita! Apakah matamu buta!?"


Suara Jiyun meningkat lagi, dan menciptakan lebih banyak orang memperhatikan tempat Venix berada.


Ina, Rutz, Laura dan lainnya berdiri, mendekati Venix, ingin menghentikan topik ini secepat mungkin.


Tapi Venix tidak mundur, dia berdiri berhadapan dengan Jiyun dan berkata : "Aku juga kehilangan teman-temanku di tangan Ras manusia, bagaimana dengan itu?"


Mendengar kata-kata Venix, semua orang bertanya-tanya, apakah dia memutuskan untuk menjadi musuh ras manusia?


Jiyun membuka mulutnya dan ingin menjawab, tapi Venix bergerak dengan cepat dan menepuk bahunya.


"Orang itu di sana, aku melihatnya memeras seorang ras manusia, dia juga bisa dikatakan musuh ras manusia, haruskah aku membunuhnya?" Venix berkata sambil menunjukkan jari tangan kirinya untuk menunjuk seseorang.


Orang yang di tunjuk memiliki wajah yang jelek saat dirinya di tunjuk oleh Venix.


"Apakah kamu percaya bahwa semua manusia di sini bersatu dan berteman? Tidak akan ada yang menusukmu dari belakang?" Venix bertanya lagi pada Jiyun.


"Pernahkah kamu merasakan situasi sendirian di Benua ini? Walaupun pihak lain memiliki ras yang berbeda, jika dia bisa membantu kita, kenapa tidak berteman dengan mereka? Apakah Ras begitu penting daripada sikap?" Venix bertanya lagi.


Laura dan yang lainnya mengangguk, saat bekerja di bawah Yenta, pandang mereka tidak lagi sama seperti dulu. Walaupun ras lain patut di waspadai, tapi bukan berarti mereka tidak bisa berteman.

__ADS_1


Untuk Rutz, Fena dan lainnya, mereka juga bisa mengerti sedikit karena Desa mereka telah menjalin hubungan sekutu dengan ras lain.


"Kamu hanya anak kecil, lupakan keluargamu dan teman-temanmu, saat kamu sendirian dan mengandalkan dirimu sendiri, siapa kamu? Bahkan, apakah kamu berani berhadapan denganku mengandalkan dirimu sendiri?" Venix bertanya saat aura menakutkan muncul dari tubuhnya.


__ADS_2