
Meninggalkan Agir mengurus masalahnya dengan Naga Shensu di ruang gelang, Venix melanjutkan perjalanannya.
Walaupun dia menerima untuk membantu Agir di Dunia Abadi, Venix tidak merasa dia ditipu atau dirugikan.
Hubungannya dengan Agir saat ini seperti rekan, jika salah satu memiliki masalah, yang lain akan membantunya.
Venix memiliki perasaan dari Mental Sucinya bahwa sesuatu yang besar akan datang menghampirinya, tapi itu masih terjadi di Dunia ini, dan bukan di Dunia Abadi.
Dan di sisi lain, dia juga yakin bahwa sesuatu yang besar akan menghampirinya saat dia mencapai Dunia Abadi, dan dia membutuhkan bantuan orang lain.
Venix tidak tahu kenapa, tapi dia memiliki intuisi untuk mencari teman-teman atau pendukung untuk membantunya.
Akhirnya setelah melakukan perjalanan selama beberapa hari, Venix dan lainnya sudah bisa melihat sebuah tembok tinggi yang menjulang di depan mata mereka semua.
Selain tembok tinggi, di balik tembok itu Venix bisa melihat lautan yang luas di belakangnya.
"Kita sudah sampai." Venix berkata dengan lembut.
"Sudah berapa lama kita menunggu waktu ini datang?" Laura tersenyum pahit.
Dia sebenarnya cukup bahagia bahwa dia akan pulang ke tempat kelahirannya, tapi teman-teman seperjuangannya yang mati di Benua Kegelapan dan tidak bisa pulang ke tanah air mereka mengurangi kebahagiaannya.
"Kita menunggu hari ini selama 8 tahun..." Rene menghela nafas berat saat mengatakan itu.
Umur seorang Martial Master sangat panjang. Untuk Martial Master Level Perak, mereka bisa hidup sampai usia 150 tahun, dan untuk Martial Master Level Ungu adalah 200 tahun.
Walaupun mereka semua memiliki umur yang panjang, tetap saja mereka masih anak-anak muda dan tidak hidup begitu lama.
Delapan tahun telah berlalu, dan merenggut masa muda mereka.
"Kita kehilangan delapan tahun hidup kita di sana, namun kita juga mendapatkan kehidupan baru di sini. Semuanya sudah terjadi, apa yang harus kita lakukan di masa depan adalah untuk memastikan bahwa hidup kita di masa depan jauh lebih baik dan layak." Venix menoleh kebelakang dan mengatakan kata-kata itu kepada semua orang.
Semua orang mengangguk dan setuju.
"Kita kehilangan teman-teman kita, dan juga kita mendapatkan teman baru. Jika kamu merasa masih memiliki kerugian setelah kehilangan 8 tahun hidupmu, berusahalah untuk membuatnya sepadan dengan apa yang kalian capai saat ini." Venix berkata dengan tenang.
Beberapa orang mulai memegang tangan istri dan anaknya, merasa bahwa semua sepadan dengan kehadiran mereka.
Setelah mengatakan semuanya, Venix turun daru Nero dan berdiri di tanah.
__ADS_1
Laura datang mendekati Venix dan bertanya : "Apa rencanamu di masa depan?"
"Rencana... Entahlah, aku tidak memiliki rencana dalam waktu dekat. Bagaimana denganmu?" Venix bertanya.
"Yah, aku juga sama, tidak memiliki rencana dalam waktu dekat. Sejujurnya ini seperti mimpi kita bisa pulang ke tanah air kita." Laura menghela nafas.
"Memang, 3 tahun yang lalu, aku hanya bisa memimpikannya." Venix tersenyum lembut.
Setelah itu dia seolah-olah teringat akan sesuatu.
"Ah benar, aku lupa mengeluarkannya." Venix menepuk dahinya, dan segera memegang gelang yang ada di tangannya.
Laura di samping bingung dengan apa yang dimaksud oleh Venix.
Tanpa menjelaskan apapun, Venix memegang gelang yang dikenakan tangannya dan menggosoknya sedikit, dalam sekejap, Agir kecil muncul di samping Venix.
"Hmm... Tubuhmu benar-benar kecil, aku mengira tubuhmu hanya mengecil di ruang gelang." Venix memegang dagunya.
"Siapa ini?" Laura bertanya pada Venix.
"Sosoknya agak tidak asing untukku?" Rene maju ke depan dan melihat Agir jauh lebih dekat.
"Coba tebak?" Venix tersenyum dan menyuruh mereka untuk menebak.
Agir yang menjadi tontonan orang lain agak terdiam.
Dia merasa Venix seperti Boss Sirkus, dan Venix menunjukkannya kepada orang luar untuk menunjukkan makhluk hidup unik yang dia miliki.
"Itu tanduk kambing kan?" Rene menganalisis tanduk Agir.
"Dari bentuknya memang seperti tanduk kambing." Seorang pria yang berada dalam tim yang sama dengan Laura di masa lalu juga berkomentar.
"Jika itu tanduk kambing... Hanya ada satu jawaban." Laura memegang dagunya.
"Dia adalah keturunan Agir!" Rene langsung mengatakan itu dengan cepat.
Setelah Rene mengatakan itu, semua orang menoleh dan melihat Venix dengan aneh.
Jika mereka ingat dengan benar, Venix mengatakan bahwa Agir sudah dibunuh olehnya kan?
__ADS_1
Dan setelah membunuh Agir, dia bahkan menculik anaknya?
Walaupun Venix membantu mereka dan bersikap murah hati, tapi melihat apa yang dia lakukan, mereka merasakan perasaan ngeri di dalam hati mereka.
Jika Venix langsung membunuh anaknya, walaupun itu kejam, tapi itu adalah jalan yang lebih baik daripada menculik anaknya.
Lagipula, kenapa Venix menculik anaknya? Salah satu alasan yang paling mungkin adalah dia ingin menyiksa anak itu!
Melihat orang-orang yang melihatnya dengan tatapan ngeri, Venix tahu bahwa ada suatu kesalahpahaman terjadi di sini. Jadi dia tidak bermain-main lagi, dan langsung memperkenalkan Agir ke semua orang.
"Baiklah, ini bukan anak Agir ataupun anak haramnya. Walaupun tubuhnya kecil saat ini, tapi ini adalah Agir yang aku ceritakan sebelumnya. Kenapa tubuhnya mengecil, itu karena dia baru saja dibangkitkan dengan metode khusus setelah dia terbunuh sebelumnya." Venix menjelaskan semuanya dalam sekali jalan.
Mendengar penjelasan Venix, Laura dan yang lainnya tidak tahu apakah harus tertawa atau menangis.
Bagaimana Venix bisa menjelaskan hal seperti itu dengan santai di hadapan Agir? Dan di sisi lain, Venix lah yang membunuh Agir, dia mengatakan hal itu seolah-olah pelakunya adalah orang lain dan bukan dia sendiri.
"Aku mengingat beberapa dari kalian. Dan apa yang dikatakan oleh Venix adalah benar, aku adalah Agir." Agir membuka mulutnya dan berkata.
Mendengar itu, orang lain hanya bisa mempercayainya.
Dan kenapa Agir sepertinya bersikap biasa saja setelah Venix membunuhnya, siapa yang tahu? Mungkin Venix benar-benar membunuhnya, dan itu atas permintaan Agir sendiri?
Laura dan Rene memang merasa akrab dengan suara Agir, namun citra Agir saat ini berbeda. Jika di masa lalu Agir adalah seorang pendiam dan tidak banyak bicara, namun citranya yang sekarang berbeda.
Agir jauh lebih tenang dan tidak dingin seperti sebelumnya, dan juga sepertinya ada aura bangsawan di sekelilingnya? Laura dan Rene tidak yakin tentang hal ini.
Kenapa Agir dan Venix memutuskan untuk memberitahu orang lain tentang kebangkitannya?
Itu karena Venix sebelumnya mengundang Agir untuk datang ke Benua Manusia sebagai tamu, dan untuk melakukan itu, identitas Agir harus dikonfirmasi.
Karena tubuh Agir berbeda saat ini, jadi dia harus memberitahu orang lain tentang kebangkitannya. Walaupun kurangnya bukti, tapi itu sudah cukup untuk mendapatkan saksi agar Venix bisa membawa Agir sebagai tamu di Benua Manusia.
Dan tubuh Agir akan pulih secara perlahan, dan saat itu terjadi, identitasnya akan dikonfirmasi sepenuhnya.
Kebangkitan bukanlah hal yang benar-benar mustahil, Martial Master lainnya juga mampu memiliki kesempatan kebangkitan. Namun harganya sangat mahal, dan hanya sedikit Martial Master yang mampu menggunakan mempersiapkan kebangkitan untuk diri mereka sendiri.
Hal yang paling penting adalah, setelah kebangkitan, kondisi mereka tidak akan sempurna seperti sebelumnya, bisa dikatakan bahwa kekuatan aslinya sangat berkurang setelah kebangkitan.
Ada banyak tipe dan cara kebangkitan yang berbeda.
__ADS_1
Venix ingat saat itu Yueli mengatakan kepadanya bahwa kebangkitan Agir unik dan berbeda, itu tidak mengurangi kekuatannya sedikitpun, justru kebangkitan itu membantunya melengkapi dirinya sendiri, dan meningkat lebih jauh.