
Di bawah tanah, tempat tinggal Laura.
Venix, Agir dan lainnya melihat-lihat lingkungan tempat tinggal Laura.
Selain Laura dan Rene, ada 7 orang lainnya yang berasal dari Benua Manusia di bawah tanah ini.
7 orang lainnya saat ini sedang terluka dan tidak ikut menemani Laura dan Rene ke luar. Dengan perasaan berat, Laura dan Rene memberitahu 7 orang lainnya berita tentang kematian teman-teman mereka.
Di sisi lain, Agir dan Venix menjauh dari Laura untuk memberikan privasi kepada mereka berdua. Lagipula, memberitakan kematian teman-teman mereka tidak mudah.
Walaupun kematian sesama rekan manusia sudah terjadi berulang kali, tetap saja itu tidak membuat mereka terbiasa. Setidaknya efeknya tidak seberat pertama kali mengalami hal seperti itu.
Di kejauhan, Venix melihat ke tempat Laura dan orang-orang dari Benua manusia.
Di mata Venix, hampir semua orang merasa sedih dan putus asa. Ada yang diam-diam menangis, ada juga yang diam-diam meratapi kematian teman-teman mereka dengan memandang langit-langit tanah yang ada di atas kepala mereka.
Menggelengkan kepalanya, Venix menguatkan hatinya.
Walaupun dia tidak kenal dengan mereka secara pribadi, tapi mereka juga orang-orang yang mengalami nasib yang sama dengannya. Bisa dikatakan bahwa, ikatan Venix dengan mereka tidak seperti orang asing walaupun belum secara resmi berkenalan dengan mereka.
"Apakah kita akan mati kelaparan di sini, senior Laura?" Tanya seorang wanita bernama Lora yang sedang berbaring di tanah.
"Apa omong kosong yang kamu katakan? Berapa banyak kesulitan yang kita hadapi selama ini? Bukankah kita berhasil melewati semuanya satu persatu?" Kata Laura. Namun dia juga tidak percaya diri saat mengatakan ini.
Memikirkannya sejenak, Laura menambahkan : "Sejujurnya, ada ras manusia lain yang lewat dan datang menyelamatkan kita. Itulah kenapa kita selamat. Lihat orang itu di sana? Abaikan kambing berwajah manusia itu, manusia yang ada di samping kambing itu bernama Venix, dia juga korban dari tragedi 5 tahun yang lalu dan juga berasal dari Benua Manusia."
Mendengar itu, semua orang memiliki mata yang cerah. Bukankah itu berarti manusia bernama Venix itu akan membantu mereka?
__ADS_1
"Apakah dia akan tinggal di sini?" Tanya Lora dengan sedikit bersemangat.
"Mungkin tidak." Kata Laura menggelengkan kepalanya dan menambahkan : "Venix juga memiliki urusan dan masalahnya sendiri. Mungkin dia tidak akan tinggal di sini. Namun, karena dia berkunjung ke sini, mungkin dia memiliki rencana atau sesuatu hal lain yang bisa membantu kondisi kita."
Mata Lora menjadi redup dan hanya bisa mengangguk.
Laura memang tahu bahwa Venix tidak akan tinggal di sini. Namun karena Venix mengunjungi tempat tinggalnya, Laura yakin bahwa Venix memiliki rencana lain untuk rekan-rekan manusianya di sini.
Mengobrol lama dan memenangkan banyak orang, Laura akhirnya memisahkan diri dari rekan-rekannya yang lain dan berjalan mendekati Venix.
"Sudah selesai?" Tanya Venix saat merasakan kedatangan Laura.
"Agak sedikit merepotkan, namun semuanya berjalan dengan baik." Kata Laura sambil menghela nafas.
Karena dia adalah kapten semua orang di sini, dia harus menghadapi semuanya. Entah itu melawan musuh atau membantu orang lain agar tidak patah semangat. Ini tugas yang berat baginya. Bahkan Venix tidak yakin dia mampu melakukan ini.
Memang, sepertinya Laura memiliki bakat kepemimpinan yang sangat baik saat tiba di Benua Kegelapan.
"Aku juga berasal dari Desa Manusia. Jika bisa, aku ingin kamu menuju ke sana karena kekuatan Desa itu cukup kuat dan mampu bertahan hidup di atas tanah." Kata Venix dan melanjutkan : "Namun, Desa itu sangat jauh. Aku tidak bisa mengantar kalian semua ke sana karena aku mengikuti Agir saat ini."
Venix menoleh dan melihat Agir yang tidak jauh darinya.
Di sisi lain, Agir hanya membuang muka dan tidak berniat berbicara.
"Karena kalian tidak bisa menuju Desa, aku memiliki Rencana lain." Kata Venix. Lalu dia menunjuk Yenta yang sedang mengobrol dengan warga yang tinggal di bawah tanah : "Itu adalah Yenta. Bakatnya sangat baik dalam mengembangkan wilayah dan kekuatan. Dia berasal dari Kerajaan Manusia di Benua Yoru. Walaupun saat ini masih teori, tapi dia bisa memastikan bahwa dia memiliki harta yang bisa membantunya untuk membangun wilayah."
"Lalu? Apa maksudmu dengan itu?" Tanya Laura mengerutkan kening.
__ADS_1
"Yenta ingin membuat wilayahnya sendiri." Kata Venix dengan tenang : "Tentu saja Yenta ingin membuat wilayahnya sendiri di Benua Kegelapan untuk kepentingan pribadinya. Namun, jika kamu percaya padanya, kamu bisa mencoba bergabung dengannya di masa depan."
"Apakah dia sudah membentuk wilayah Desa?" Tanya Laura.
Venix menggelengkan kepalanya : "Belum. Namun, itu juga tidak jauh. Setelah tiba di kota Netral, setelah mengumpulkan banyak informasi, dia akan mulai membentuk wilayahnya sendiri. Ngomong-ngomong, apakah ada kota Netral di sekitar sini?"
Laura menjawab : "Memang, ada kota Netral yang cukup jauh dari sini. Sebelumnya kami mengirim beberapa orang untuk memeriksa apakah Kota Netral itu ada, dan membawa berita baik. Namun, walaupun kota Netral ada, kekayaan kita sangat sedikit dan sulit untuk membeli senjata dan sumberdaya untuk memperkuat diri kita sendiri. Dan juga, Ras manusia yang aku temui di sana juga memiliki kondisi yang tidak cukup baik. Jadi, kita hanya bisa mengandalkan diri kita sendiri saat ini. Awalnya, aku ingin bergabung dengan Desa Ras Manusia lainnya, namun mereka cukup jauh dari sini."
Laura menghela nafas. Menemukan Kota Netral adalah suatu keuntungan besar. Namun kekayaannya terbatas dan tidak bisa memanfaatkan kota Netral dengan baik untuk membantu warga desa. Dan juga, wilayah Ras manusia lain tidak jauh lebih baik dari mereka dan jaraknya cukup jauh.
Jika mereka bergabung, tidak ada yang tahu, berapa yang selamat dari perjalanan ini.
Sebenarnya, Laura sudah memutuskan untuk pergi dan bergabung dengan Desa manusia lain. Jika orang yang selamat di sini hanya tersisa 20 sampai 30 orang.
"Memang sangat disayangkan." Venix menghela nafas dan menambahkan : "Namun, itu juga bagus untuk memastikan bahwa arah yang kita tuju benar. Ngomong-ngomong, bagaimana jika kamu ikut dengan kami dan mengantarkan kami ke sana?"
"Aku ikut bersama tim Goat Beast?" Laura melihat ke belakang, teman-teman dan warga desa yang lain.
Mengetahui kekhawatiran Laura, Venix tersenyum : "Tidak perlu takut. Aku juga tidak tega meninggalkan mereka sendirian, dan membawa pejuang terkuat desa ini pergi. Aku memiliki pengaturan sendiri."
Laura menghela nafas lega : "Itu bagus."
Meninggalkan teman-teman dan warga desa lainnya di sini sangat sulit bagi Laura. Lagipula, Laura berasal dari Benua Manusia. Perasaan manusiawinya sangat tinggi di bandingkan dengan manusia yang lahir dan hidup di Benua Kegelapan.
Manusia di Benua Kegelapan umumnya sulit dipercaya. Mereka mudah menjual rekan mereka sendiri ke pihak musuh, dan mereka juga memiliki sifat egois mereka sendiri. Jika mereka bisa membuat diri mereka hidup atau mendapatkan keuntungan, mereka akan melakukan apapun.
Bagi Venix dan Laura, hal ini adalah hal yang umum. Itulah kenapa Kapten Boro lebih mempercayai Venix lebih banyak karena dia berasal dari Benua Manusia.
__ADS_1
Hidup di Benua Kegelapan memiliki tujuan dasar, yaitu untuk bertahan hidup. Apa yang manusia di Benua Kegelapan lakukan sebenarnya tidak ada salah dan benar bagi Venix.
Hanya saja, Venix tidak ingin itu terjadi padanya saat hidup di Benua Kegelapan. Dia takut perubahan ini akan membawa kepribadiannya terus seperti ini di masa depan, dan akan menjadi simpul hatinya di masa depan.