
Waktu berlalu dengan cepat, beberapa hari kemudian.
Venix keluar dari kota Voreus bersamaan dengan belasan orang lainnya, termasuk Laura dan Rene.
"Aku harap semuanya berjalan lancar untuknya." Laura melihat kota Voreus yang ada di belakangnya sambil menghela nafas.
Setelah menghabiskan waktu yang begitu lama dengan Yenta, dia juga sudah agak beradaptasi dengan Kota Voreus dan menjadi rumah baru baginya.
Tapi apa yang dikatakan Yenta benar, rumahnya bukan di sini, dan ada banyak orang yang menunggu kepulangannya di Benua Manusia.
"Dia akan baik-baik saja, jangan khawatir. Dia masih aman selama beberapa tahun, dan cepat atau lambat, dia akan mengalami berbagai kesulitan. Dan kesulitan itu seperti ujian baginya, jika dia bisa melewatinya sendiri, kita akan melihatnya menjadi orang yang jauh lebih hebat di masa depan." Venix berkata dengan tenang.
"Kamu benar." Laura berkata dengan senyum di wajahnya.
"Yah, ngomong-ngomong apakah ini semuanya?" Venix bertanya pada Laura.
Di depannya terdapat belasan orang yang akan ikut dalam perjalanan ini. Namun sepertinya beberapa dari mereka adalah warga asli Benua Kegelapan dan bukan berasal dari Benua Manusia.
Tapi ini bisa dimengerti. Semua orang telah hidup di dalam Benua Kegelapan hampir satu dekade, dan telah kisah cinta mereka sendiri dan membentuk keluarga.
Beberapa wanita menggendong bayi di tangan mereka dan ada juga yang membawa seorang anak kecil. Bahkan ada seorang wanita yang Hamil di sini.
Sebelumnya Laura bermaksud untuk meninggalkan mereka karena menghambat perjalanan, namun Venix mengatakan bahwa dia memiliki caranya sendiri dan bisa membawa semua orang.
Selagi orang itu mau, dia bisa membawa mereka, apapun kondisinya.
"Tidak semuanya, ada beberapa orang yang memutuskan untuk menetap di sini karena mereka sudah membentuk keluarga, alasan utamanya adalah mereka tidak memiliki keluarga atau kerabat di Benua Manusia, secara singkat hidupnya jauh lebih memiliki arti di sini daripada di Benua Manusia." Laura menjawab dengan tenang.
"Aku mengerti." Venix mengangguk dan mengerti.
Setelah itu, Venix mengirimkan telepati secara diam-diam, namun bukan kepada Nero atau orang yang ada di sekitarnya, tapi di sebuah gelang yang ada di tangannya.
"Hei, apakah kamu bisa meminjamkan aku beberapa bawahanmu?" Venix bertanya kepada makhluk hidup yang ada di gelang tangannya.
"Hmm? Aku sedang tidur, dan kamu menggangguku karena masalah sederhana ini? Pergi!" Suara misterius menjawab.
"Kamu sudah tidur dalam waktu yang lama? Apakah kamu tidak bosan? Ayolah, hanya beberapa kuda untuk memudahkan perjalananku." Venix membujuk suara misterius di dalam gelang tangannya.
Akhirnya setelah berdebat selama beberapa saat, gumpalan energi keluar dari gelang tangan Venix dan membentuk sebuah sosok Naga kecil biru transparan seukuran telapak tangan.
"Apakah ini Naga sungguhan?" Laura tercengang saat melihat seekor Naga kecil muncul dari gelang yang dikenakan Venix.
Rene dan lainnya juga mulai memperhatikan Naga Transparan Biru itu dengan penuh minat.
__ADS_1
Naga Biru transparan itu tentu saja Naga Shensu.
"Ahem! Baiklah, tidak perlu begitu heboh, aku hanya akan melakukan summon sederhana." Naga Shensu menjawab dengan santai.
Setelah itu Naga Shensu menciptakan sebuah Lingkaran Formasi di atas kepalanya, dan membesar hingga lebih dari 10 meter.
Dalam sekejap, gumpalan energi menyebar di sekitar Venix dan yang lainnya, dan membentuk sebuah wujud di tanah, dalam waktu singkat, energi itu tersebar dan beberapa kuda putih muncul di sekitar mereka.
"Baiklah, aku sudah menyelesaikan apa yang kamu minta." Naga Shensu berkata dan dengan cepat masuk ke dalam Gelang yang di tangan Venix lagi dan melanjutkan tidurnya.
"Apakah dia benar-benar terobsesi dengan tidur?" Venix bergumam dan bertanya-tanya.
"Apakah itu Binatang Kontrakmu yang baru?" Laura bertanya dengan tatapan kagum. Setelah menghilang selama beberapa tahun, Venix telah membuat kontrak dengan seekor Naga Legendaris?
"Tidak, Naga itu bukan Binatang Kontrakku dan hanya titipan seorang kenalan." Venix menggelengkan kepalanya.
Laura mengangguk, namun dia juga merasa skeptis dengan jawaban Venix. Walaupun Naga itu bukan Binatang Kontraknya, sepertinya hubungan mereka berdua tidak sederhana?
Saat masih berada di Reruntuhan Summoner, Yueli memberikan gelang ini kepadanya.
Gelang ini adalah harta tingkat tinggi di dunia atas, Gelang ini seperti cincin penyimpanan, namun gelang ini bisa menyimpan makhluk hidup.
Cincin penyimpanan hanya bisa menyimpan benda mati, dan tidak bisa menyimpan makhluk hidup. Jika secara paksa menyimpan makhluk hidup di dalam Cincin penyimpanan, 90 persen kemungkinan makhluk hidup yang disimpan akan mati dalam sekejap, bahkan jika dia selamat, persentase kematian hanya akan meningkat seiring berjalannya waktu dia tinggal di dalam cincin penyimpanan.
Namun selain Naga Shensu, ada makhluk hidup lain di dalam Gelang ini.
Di dalam ruang Gelang, selain Naga Shensu yang sedang berbaring dan menutup matanya, ada sebuah telur cokelat setinggi satu meter tidak jauh dari Naga Shensu.
Telur Cokelat ini adalah Agir!
Setelah Yueli melihat Agir, dia memberitahu Venix bahwa identitas Agir tidak sederhana dan bertanya tentang hubungan keduanya.
Setelah Yueli tahu bahwa Venix dan Agir memiliki kesepakatan untuk pertempuran hidup dan mati, Yueli memberikan gelang ini kepada Venix.
Yueli mengatakan kepada Venix bahwa dengan kekuatannya saat ini, dia bisa mengalahkan Agir.
Yueli bertanya pada Venix apa yang akan dia lakukan, apakah dia akan membunuhnya atau hanya mengalahkannya?
Tentu saja Venix menjawab yang kedua, dan tidak berniat untuk membunuh Agir karena dia sendiri tidak merasa memiliki permusuhan dengan Agir.
Tapi Yueli memberitahu Venix bahwa Agir adalah orang yang keras kepala, Agir memiliki tubuh khusus kuat yang membuatnya tidak akan pingsan jika perbedaan kekuatan tidak begitu tinggi.
Jadi untuk menghentikan Agir, hanya ada satu cara, yaitu membunuhnya!
__ADS_1
Dan Yueli memberitahu Venix bahwa Agir memiliki suatu hal unik di dalam tubuhnya yang akan menyelamatkan hidupnya satu kali.
Jika bisa, kesempatan itu lebih baik digunakan di masa depan nanti, tapi situasi ini telah terjadi, entah Venix yang mati atau Agir yang mati.
Jadi dengan itu, Venix membunuh Agir dan menyimpan telurnya ke dalam gelang setelah tubuhnya diserap oleh tanah Benua Kegelapan.
Yueli mengatakan membutuhkan beberapa waktu untuk Agir terlahir kembali.
Kembali ke tempat Venix berada.
Setelah Naga Shensu Summon Kuda Putih, semua orang memilih satu persatu kuda mereka.
Venix mendekati salah satu wanita yang sedang memegang bayi di tangannya.
"Biarkan aku membantumu." Venix berkata dan mengangkat tangannya ke udara, dan membentuk sebuah gelembung biru transparan yang menyelimuti bayi di tangan wanita itu.
"Dengan ini, anakmu tidak akan merasakan getaran yang disebabkan oleh kuda dan sebagian besar waktu dia bisa tidur dengan nyaman." Venix menjelaskan gelembung yang dia buat.
"Terima kasih." Wanita itu menganggukkan kepalanya dan berterimakasih kepada Venix.
Venix melambaikan tangannya bahwa itu adalah hal sederhana baginya, setelah itu dia mendatangi wanita lainnya yang memiliki bayi atau anak kecil, dan memberikan pengaman tambahan sesuai dengan yang mereka butuhkan.
Ada satu wanita Hamil dalam kelompok ini, Venix mengeluarkan harta langit dan bumi dari dalam cincin penyimpanannya kepada wanita hamil itu.
Harta langit dan bumi ini digunakan khusus untuk menyembuhkan diri dan melindungi organ dalam mereka. Dengan harta ini, wanita yang hamit tidak perlu khawatir tentang keselamatan anak yang dikandungnya.
"Baiklah, semuanya sudah siap." Venix mengangguk dan melihat barisan kuda yang ada di depannya.
Beberapa saat kemudian, sosok Nero datang menghampiri kelompok Venix dan mendarat di tanah.
"Apakah semuanya sudah beres?" Nero bertanya pada Venix.
"Semua sudah beres dan kita siap untuk berangkat. Kemana saja kamu selama ini?" Venix bertanya pada Nero.
"Yah, aku mengobrol banyak hal dengan Whitzi hingga lupa waktu." Nero menjawab dengan malu.
Venix mengangguk dan tidak bertanya lebih jauh.
Setelah itu Venix melompat ke udara dan duduk di punggung Nero dengan elegan.
"Pergi!"
Venix mengatakan hal itu, dan segera rombongan mereka pergi menuju Dermaga Manusia.
__ADS_1