Legendary Summoner

Legendary Summoner
Chapter 91


__ADS_3

"Apakah kamu tidak berpikir ini terlalu menakjubkan untuk menjadi nyata?"


Rene bertanya pada Venix.


Venix berpikir, memang apa yang dilakukan oleh Yenta cukup menakjubkan. Meningkatkan wilayah Desa menjadi Level Kota dalam waktu yang singkat?


Dia harus mengakui bahwa membentuk dan memperluas wilayah jauh lebih sulit daripada meningkatkan diri sendiri, setidaknya bagi Venix.


Meningkatkan diri sendiri hanya perlu fokus pada diri mereka sendiri.


Namun meningkatkan wilayah perlu menghitung banyak hal, entah itu politik, ekonomi, dan hal lainnya.


Meningkatkan wilayah bukan masalah kecepatan, namun pondasi yang mereka miliki. Pada umumnya mencapai level kota membutuhkan banyak waktu untuk meletakkan pondasi yang cukup dan kokoh.


Tanpa bawahan yang kompeten dan sekutu yang dapat diandalkan, Yenta tidak akan mampu membuat daerah kekuasaannya mencapai level kota.


"Memang, dia melakukan sesuatu yang menakjubkan. Aku cukup penasaran bagaimana dia bisa mencapai prestasi ini dalam waktu yang singkat." Venix hanya bisa menghela nafas atas pencapaian Yenta.


"Eh? Kamu tidak tahu?" Rene bertanya dengan bingung.


"Apakah aku seharusnya tahu?" Venix bingung, dia tidak tahu apa yang dimaksud oleh Rene.


"Lagipula, kamulah yang membawa Yenta dan memperkenalkannya kepada kita. Aku pikir kamu tahu semua rencana dan kartu trufnya." Kata Rene.


"Aku tidak tahu apa yang ada di balik lengan bajunya, aku hanya melihat dia adalah orang yang mampu dan memahami bidang ini dengan sangat baik. Jadi aku membawanya dan membantunya." Venix menjawab dengan singkat.


"Saat kamu bertemu Yenta nanti, mungkin dia akan memberitahumu." Rene berkata pada Venix.


Venix mengangguk dan tidak mengatakan apa-apa lagi.


Segera tidak lama kemudian mereka berdua sampai di sebuah bangunan tinggi yang memiliki lima lantai. Di sini adalah tempat Yenta tinggal dan bekerja.


Dengan Rene, Venix dan Nero dengan mudah masuk ke dalam dan menuju ke ruangan tempat Yenta berada.


Rene mengetuk pintu, dan sebuah suara pria datang dari dalam.

__ADS_1


"Masuk."


Rene membuka pintu dan masuk ke dalam, di ikuti dengan Venix dan Nero yang saat ini telah menyimpan tubuh aslinya ke dalam jiwa Venix, dan memiliki bentuk kucing hitam.


Di depan matanya, Venix melihat Yenta yang saat ini memiliki penampilan yang jauh lebih dewasa daripada di masa lalu. Di sampingnya, ada seorang wanita manusia berpakaian rapih yang sedang mendengarkan Yenta dari waktu ke waktu.


"Apakah ada yang kamu butuhkan?" Yenta bertanya secara naluriah sambil membaca catatan yang ada di tangannya.


Semua orang yang mampu datang ke sini adalah orang-orang yang memiliki posisi khusus, dan sebagian besar orang yang datang memiliki kepentingan mereka sendiri untuk membicarakan sesuatu dengan Yenta.


"Tidak, aku hanya mengantarkan seseorang untuk bertemu denganmu." Rene menjawab dengan tenang.


Setelah itu Yenta mengangkat kepalanya dan bertanya-tanya siapa orang yang secara langsung di antar secara pribadi ke sini oleh Rene.


Yenta membuka mulutnya dan ingin bertanya, namun di depan matanya, dia melihat sosok familiar di dalam benaknya.


Walaupun Venix memiliki memiliki rambut panjang dan cukup berbeda pada pandangan pertama dari dirinya di masa lalu, Yenta masih dengan mudah mengenali Venix.


"Venix? Kapan kamu datang ke sini?" Yenta segera berdiri dan berjalan mendekati Venix dengan wajah yang tersenyum.


"Aku baru saja sampai. Aku tidak menyangka kamu mampu mencapai prestasi seperti ini." Venix berkata sambil tersenyum.


"Baik." Ramia mengangguk dengan patuh. Di sisi lain, dia bertanya-tanya tentang pria bernama Venix yang ada di depannya, siapa orang ini sehingga Lord Yenta harus berdiri dan menyambutnya dengan sopan? Bahkan Martial Master Level Emas tidak mengharuskan Yenta melakukan hal ini.


Dengan itu Ramia keluar untuk membawakan makanan dan minuman.


Yenta membawa Venix dan Nero untuk duduk. Namun karena Nero memiliki tubuh kucing, dia tidak perlu tempat duduk, dia berbaring di bahu Venix.


Di sisi lain, Rene tidak ikut duduk dan menemani Venix di sini. Dia segera keluar dan berencana untuk memberitahu yang lainnya tentang kedatangan Venix, terutama Laura.


Dengan itu hanya Yenta, Venix dan Nero di dalam ruangan ini, dan mengobrol tentang beberapa hal.


"Kamu menghilang selama beberapa tahun, apakah kamu menemukan kesempatan atau kebetulan di dunia luar?" Yenta bertanya pada Venix.


"Bisa dikatakan seperti itu." Venix tersenyum dan bertanya : "Aku jauh lebih penasaran dengan ceritamu. Bagaimana kamu bisa memiliki pencapaian seperti ini dalam waktu singkat?"

__ADS_1


Mendengar itu, Yenta sedikit terdiam, seolah sedang berpikir.


Beberapa saat kemudian, Yenta memejamkan matanya, segera Venix merasakan sesuatu telah muncul di dalam ruangan ini dan menjadi waspada dalam sekejap.


"Tidak perlu khawatir, dia adalah alasan kenapa aku bisa mencapai prestasi seperti ini." Yenta berkata dengan tenang sambil membuka matanya secara perlahan.


Venix akhirnya mengendurkan kewaspadaannya saat mendengar kata-kata Yenta.


Beberapa saat kemudian, sebuah sosok yang memiliki tinggi satu meter muncul, tubuhnya berwarna putih dengan sebuah tanduk tunggal di kepalanya. Di punggungnya terdapat sepasang sayap putih seperti kumbang.


Bentuk ini dan tubuh ini, Venix bisa menilai bahwa makhluk yang ada di depannya adalah makhluk hidup yang tinggal di Dunia Heavenly Beast dan masuk ke dalam Binatang Langka, yaitu Peri!


"Kamu memanggil Binatang Dunia Heavenly Beast dan membuat kontrak dengannya?" Venix bertanya pada Yenta.


"Memang seperti itu, namun itu kurang tepat." Yenta menjawab dengan singkat.


"Yo! Rekan senegaraku!" Peri Putih datang mendekati Venix dan menyapa Nero yang berbaring di bahu Venix.


"Yo! Salam kenal." Nero menyapa balik pihak lawan.


Garis keturunan Nero sudah mencapai level tinggi, dan dia saat ini sedang mencoba mengumpulkan esensi dirinya sendiri untuk meningkatkan garis keturunannya ke level suci.


Jika itu Nero di masa lalu yang tidak memiliki garis keturunan tingkat tinggi, Peri putih tidak akan repot-repot untuk menyapanya.


"Dia adalah Whitzi, Binatang Kontrak yang dimiliki oleh kerajaan. Dia memiliki garis keturunan tingkat suci, dan kekuatannya sendiri telah mencapai level Emas Hitam." Yenta berkata dengan tenang.


"Level Emas Hitam dan Garis keturunan suci?" Venix cukup terkejut : "Lalu apa yang kamu maksud dengan Binatang kontrak yang dimiliki oleh Kerajaan?"


Venix tidak begitu mengerti apa yang dimaksud dengan Binatang kontrak yang dimiliki oleh kerajaan.


"Sebagai Summoner, kamu tahu bahwa ada banyak cara untuk membentuk kontrak dengan makhluk hidup di Dunia Heavenly Beast." Yenta berkata.


Venix mengangguk dan terus mendengarkan.


"Dengan sumberdaya dan bakat orang-orang yang ada di kerajaan, hampir mustahil untuk bisa membuat kontrak dengan makhluk hidup yang memiliki level tinggi seperti Whitzi." Kata Yenta.

__ADS_1


Memang, semakin tinggi dan berkualitas makhluk hidup Dunia Heavenly Beast, semakin sulit dan sangat tinggi persyaratan mereka untuk membentuk kontrak.


"Jadi Raja akhirnya memilih jalur kontrak hanya berdasarkan keuntungan. Kita memberi Whitzi harga yang dia minta, dan kita meminta dia untuk melakukan sesuatu untuk kita." Kata Yenta dan melanjutkan : "Yaitu, kita meminta Whitzi untuk menjaga wilayah yang baru di bentuk selama satu dekade yang berada di benua kegelapan."


__ADS_2