Legendary Summoner

Legendary Summoner
Tranquil Soul


__ADS_3

Melihat Yago yang wajahnya acuh dan mengabaikannya, Venix menggelengkan kepalanya dengan sedih. Karena Yago juga manusia, Venix bisa menebak jalan pikiran Yago saat ini.


Untuk Ludi dan yang lainnya, itu adalah hal yang normal untuk memberikan beberapa kesopanan kepada Venix, lagipula ras mereka berbeda, dan Venix juga terbukti kuat dengan sampai kesini. Terkadang memiliki ras yang sama benar-benar bisa melewati batas dasar dan bertindak lebih jauh.


Hidup di Benua Kegelapan selama 5 tahun, dia juga telah melihat banyak hal-hal negatif manusia. Faktanya, Venix percaya bukan hanya manusia, tapi ras lainnya juga. Saat bertemu seseorang dari ras yang sama, jika itu menyangkut keuntungan, ada dua jalan. Satu, menjadi sekutu, kedua menjadi musuh dalam selimut.


Jika itu ras yang berbeda, walaupun mereka bersekutu, mereka pasti akan meletakkan banyak kewaspadaan dan hal lainnya. Tapi jika itu dari ras yang sama, orang lain akan tanpa sadar jauh lebih percaya dan meninggalkan celah untuk membiarkan sekutunya menikamnya dari belakang.


Menghilangkan banyak pikiran acak di benaknya, Venix melihat ke depannya. Di depannya terdapat sebuah monumen batu dengan sebuah catatan di atasnya. Karena 'pekerja wanita' tidak berbicara lagi, Venix merasa bahwa dia harus membaca isi konten ujian tersembunyi sendiri di monumen batu.


"Ujian Tersembunyi : Ujiannya mudah, cukup temukan diri sejati kamu sendiri. Jika kamu berhasil melewati 'Tranquil Soul' dan sampai di seberang jalan, kamu akan mendapatkan hadiah tersembunyi dan terbaik yang ada di sini."


Monumen batu berisi tulisan seperti itu dan dibaca oleh Venix.


"Menemukan jati diriku sendiri? Tranquil Soul mungkin adalah nama benda yang terlihat seperti lautan biru yang di depanku ini, namun, itu saja? Tidak ada informasi lain? Apa yang dimaksud diri sejati?" Venix mengerutkan kening dan memikirkan konten ujian.


Menemukan diri sejati berada di level mudah hingga sangat sulit, siapa yang bisa menentukan diri sejati seseorang? Diri sejati seseorang terkait erat dengan jiwa mereka, karena hanya jiwa seseorang yang mampu menunjukkan semua warna kepribadian, keinginan, ambisi, dan lainnya dari seorang makhluk hidup.


Namun, diri sejati juga pernyataan yang cukup ambigu dan tidak pasti. Seorang Summoner berhubungan dengan jiwa mereka sendiri, jika seorang Summoner ingin menaikkan kemampuan mereka ke jalan Summoner lebih jauh, mereka harus mengetahui dengan baik diri mereka sendiri, tidak jauh berbeda seperti diri sejati.


Tapi, tidak pernah ada seorang Summoner terkuat dalam sejarah yamg pernah mengatakan bahwa mereka sendiri mengenal diri mereka sendiri. Inilah kenapa Venix merasa pesimis tentang ujian ini.


"Levelnya sangat tinggi. Jika aku melewati ini, bukankah jalanku sebagai seorang Summoner bisa dipastikan sangat lancar?" Venix memegang dagunya sambil berpikir. Dia bahkan tidak tahu seperti apa diri sejatinya. Apa dia orang yang baik? Orang yang jahat? Orang yang picik? Orang yang egois? Dia tidak tahu!


Merasakan sesuatu, Venix menoleh ke samping dan melihat sosok tubuh berotot besar yang muncul secara tiba-tiba. Di kepalanya, sosok itu memiliki tanduk kambing yang mencolok di kepalanya.


"Kenapa kamu ada di sini!?" Venix bertanya dengan bingung saat Agir muncul tiba-tiba di sampingnya.


Agir mengerutkan kening saat ini, seolah-olah memikirkan sesuatu yang membingungkan. Mendengar suara Venix, dia menoleh dan menjawab : "Kenapa aku tidak bisa?"


"Kamu.…" Venix membuka mulutnya dan ingin mengatakan bahwa dia bukan seorang Summoner, bagaimana dia bisa lulus semua ujian?


Ujian pertama dan terakhir baik-baik saja, tapi ujian kedua membutuhkan binatang kontrak untuk menyelesaikannya, bagaimana Agir bisa lulus ujian kedua.

__ADS_1


"Aku akan menjelaskannya nanti, aku sedang sibuk saat ini," Agir tidak menjelaskan kepada Venix kenapa dia bisa ada di sini, setelah mengatakan itu, Agir melangkah maju dan kembali masuk ke dalam Tranquil Soul.


Tidak lama setelah Agir masuk, sosok Yago juga muncul lagi di luar. Dia memiliki pandangan bingung di matanya sebelum dengan tegas melangkah maju dan kembali masuk ke dalam Tranquil Soul.


"Sepertinya jika peserta ujian gagal, mereka akan di usir keluar, bukankah level ujian ini terlalu tinggi?" Venix mengangkat kepalanya dan melihat Tranquil Soul yang membentang panjang di depan matanya : "Sepertinya aku harus mencoba efeknya sendiri."


Menenangkan dirinya sendiri, Venix melangkah maju ke dalam Tranquil Soul.


Saat tubuhnya hampir seluruhnya tenggelam ke dalam Tranquil Soul, Venix tiba-tiba ingat bahwa dia tidak menemukan Nero!


Tunggu- Di mana Nero!? Tidak! Venix berteriak di dalam benaknya sebelum dia sempat menghentikan tubuhnya untuk masuk sepenuhnya ke dalam Tranquil Soul.


Di sisi lain, di tempat yang berbeda dengan Venix, Nero dengan bentuk kucing hitam kecil berdiri di tempat yang mirip dengan Venix.


Saat ini, Nero memiliki pandangan sedih di matanya. Di depan matanya, sekelompok Binatang yang memiliki angka lebih dari satu di setiap kelompok memandanginya dengan kasihan.


Nero berada di tempat yang sama dengan Venix, namun ini bagian Binatang Kontrak, bukan master.


Nero berdiri sendirian saat ini. Di sampingnya, kelompok lain memiliki anggota lebih dari satu, yang terbanyak memiliki 10 binatang.


Walaupun dia kuat dan mungkin salah satu terbaik dari Binatang yang ada di sini, tapi binatang lain memiliki kelompok mereka sendiri dan mengobrol di antara mereka, Nero merasa dirinya telah menjadi pecundang!


Ini gara-gara Venix bodoh itu! Kenapa dia menggunakan trik penipuan untuk membuat kontrak dengan Binatang lain!? Nero dengan kesal memarahi Venix di dalam benaknya.


Sambil memarahi Venix di dalam benaknya, Nero berjalan masuk ke dalam Tranquil Soul karena dia tidak sanggup di pandang menyedihkan oleh binatang lain!


Nero lupa membaca konten ujian, dia secara sembarangan masuk ke dalam Tranquil Soul, dan menelan tubuhnya sepenuhnya.


Kembali ke tempat Venix berada.


Setelah memasuki Tranquil Soul, pikiran dan jiwanya entah kenapa menjadi tenang. Dia bahkan melupakan Nero yang dia cari sebelumnya.


Mengangkat kepalanya, Venix melihat di area yang dipenuhi warna biru seperti lautan, berbagai gambar adegan muncul di depan matanya.

__ADS_1


Dia sedang berkumpul bersama keluarganya.


Dia menjadi tenar di sekolahnya setelah berhasil dengan teknik kultivasi Summoner.


Dia membunuh banyak orang dan mendominasi di benua kegelapan.


Dia lari dari Desa manusia dan meninggalkan teman-temannya saat Agir menghancurkan desa yang di tinggali olehnya di masa lalu.


Berbagai adegan muncul, dan Venix melihat semuanya dengan tenang.


Venix merasa aneh saat ini. Dia tidak bisa memikirkan hal-hal yang ada di dunia luar, semua fokus, pikiran, dan matanya menatap setiap adegan yang ada di depannya dengan tenang. Bisa dikatakan jiwa dan pikirannya sekarang sangat tenang, tanpa emosi sedikitpun seperti orang mati.


Tanpa disadari, sesuatu yang tersembunyi jauh di dalam jiwanya membuat getaran. Getaran itu tidak besar dan sangat kecil, bahkan jika leluhur dunia melihatnya saat ini, tidak akan ada yang menyadari sesuatu yang aneh telah terjadi di dalam jiwanya.


Dengan tenang dan tanpa emosi, Venix berjalan ke arah adegan dia berkumpul bersama keluarganya.


Walaupun dia hampir tidak memiliki kendali tubuhnya saat ini dan pikirannya, Venix masih memiliki sedikit kendali dan berjalan menuju ke arah adegan keluarganya berkumpul.


Saat Venix bersentuhan dengan gambar keluarganya berkumpul, segera dia mendapatkan kembali kendali jiwa dan pikirannya, seolah telah hidup kembali.


Semua area lautan biru menghilang, di gantikan dengan dia berada di rumahnya dan menikmati perasaan berkumpul lagi bersama keluarganya.


Ayahnya, ibunya, kakak laki-lakinya, adik perempuannya semua tersenyum di meja makan.


"Kakak! Apakah kamu akan meminjamkan Nero kepadaku untuk sehari?" Adik perempuannya bertanya padanya dengan nada memohon.


"Kamu benar-benar hebat, Venix! Siapa sangka bahwa kamu benar-benar berhasil!? Hahaha! Aku mungkin harus belajar darimu di masa depan!" Kakak laki-lakinya memujinya sambil menepuk bahunya.


Ayah dan ibunya juga mengatakan sesuatu yang baik padanya, sehingga membuatnya senang dan ingin pamer kepada keluarganya.


Saat dia membuka mulutnya untuk menjawab semuanya satu persatu, adegan yang menyenangkan ini retak dan pecah pada saat berikutnya!


Dengan linglung, Venix telah berdiri di luar Tranquil Soul dengan mulutnya yang masih terbuka dan segera membuat jiwa dan pikirannya kembali normal seperti sebelumnya, sebelum memasuki Tranquil Soul.

__ADS_1


Menyadari semua yang telah terjadi, Venix terkejut dan merasakan keringat dingin yang membasahi punggungnya!


__ADS_2