
Di tatap oleh Agir yang baru lahir, Venix agak terkejut, namun dia tetap mencoba untuk tetap tenang.
"Ahem... Hei, bagaimana kabarmu?" Venix berkata dengan senyum tulus di wajahnya.
Di sampingnya, Naga Shensu yang mendengar kalimat pembukaan Venix menjadi terdiam.
Inikah caramu menyapa orang lain yang baru saja kamu bunuh? Naga Shensu berpikir di dalam benaknya.
Mendengar pertanyaan Venix, Agir tidak menjawab dan diam, setelah itu dia berdiri dan menunjukkan penampilan penuhnya.
Agir saat ini memiliki tinggi satu meter, otot-otot di tubuhnya masih kuat, namun kurang mendominasi seperti tubuhnya di masa lalu.
Tubuh Agir saat ini telanjang bulat, Venix diam-diam menggunakan kekuatan Wave Controller miliknya untuk membentuk celana energi sederhana untuk menutupi bagian Vitalnya.
Agir tidak menolak dan membiarkan Venix melakukan apa yang dia mau.
Setelah bagian bawahnya di tutupi, Agir mengalihkan pandangannya ke Naga Shensu dan berkata : "Apakah kita akan membentuk kontrak?"
Mendengar ini, Venix dan Naga Shensu agak terkejut.
"Kamu sudah tahu?" Venix bertanya.
Karena dia menolak hadiah utama Reruntuhan Summoner, Naga Shensu tidak kembali tidur namun memiliki rencana lain, yaitu menjadi Binatang Kontrak Agir.
Untuk hal ini, Venix merasa ada suatu hubungan di antara mereka berdua, dan sepertinya Naga Shensu memperlakukan Agir secara khusus.
"Tidak, tapi karena dia ada di sini, aku bisa menebak beberapa hal." Agir berkata dengan tenang.
"Yah, itu masuk akal." Venix memegang dagunya. Tapi dia sadar bahwa ada yang salah dengan Agir saat ini : "Tunggu! Kenapa kamu tidak terkejut telah terlahir kembali!?"
Yueli mengatakan kepadanya bahwa Agir tidak mengetahui tentang kebangkitan ini, tapi melihat reaksinya, sepertinya dia sudah menebaknya?
"Menjalani ujian Tranquil Soul, aku menjadi lebih mengerti tentang diriku sendiri." Agir berkata dengan tenang dan melanjutkan : "Kemudian aku dapat merasakan sebuah energi unik, seperti Vitalitas kehidupan yang kuat, aku merasakan energi unik itu di dalam tubuhku. Sejujurnya aku tidak yakin apa arti dari energi ini, dan setelah aku mati dan terlahir kembali, aku tidak begitu terkejut karena aku memiliki beberapa tebakan sebelumnya."
Agir menjelaskan semuanya dengan tenang, namun hanya dia sendiri yang tahu apakah dia benar-benar tenang atau tidak.
Venix menatap Agir dan bertanya : "Jika aku tidak membunuhmu, apakah kamu tetap akan membunuhku?"
Inilah pertanyaan yang ingin ditanyakan Venix, apakah Agir akan benar-benar membunuhnya jika dia kalah.
__ADS_1
"Kesepakatan adalah kesepakatan, kenapa aku tidak membunuhmu?" Agir menatap Venix dengan tatapan tenang.
"Sial!" Venix mengumpat karena tidak senang dengan jawaban yang dia terima : "Kesepakatan sudah berakhir, kamu tidak akan membalas dendam kan? Atau membuat kesepakatan baru lagi denganku?"
Agir menatap Venix dalam diam sebelum menggelengkan kepalanya : “Kamu menang dengan adil dan sesuai kesepakatan, jadi itu semuanya secara alami telah berakhir.”
Mendengar ini Venix menghela nafas.
“Namun… Itu bukan berarti aku tidak bisa memukulimu kan?” Agir berkata dengan tenang.
"Yah terserah, kejar aku terlebih dahulu, lagipula aku jauh lebih kuat saat ini." Venix melambaikan tangannya dengan malas, tidak peduli tentang hal ini, lagipula dia jauh lebih kuat sekarang, dan di masa depan dia akan jauh lebih kuat.
Agir mengangkat bahunya seolah tidak peduli bahwa Venix telah melampaui kekuatannya.
Setelah itu Agir bertanya pada Naga Shensu : "Sejauh mana kamu bisa membantuku?"
Mendengar ini, Venix merasa bahwa apa yang mereka berdua bicarakan adalah rahasia, dia ingin menghindari topik keduanya karena takut akan terlibat : “Ahem, ngomong-ngomong senang bisa bertemu denganmu lagi, aku akan pergi terlebih dahulu.”
Proyeksi tubuh Venix segera bergelombang dan akan menghilang di detik berikutnya.
"Siapa yang menyuruhmu untuk pergi?" Agir tiba-tiba berkata dan menggunakan kekuatannya untuk menahan tubuh proyeksi Venix agar tidak hancur.
"Tidak, kamu harus terlibat, itulah kenapa aku langsung mengatakan ini." Agir berkata dengan tenang dan melanjutkan : "Kamu cukup pintar untuk tidak mengetahui rahasia orang lain agar tidak terlibat."
Venix menggelengkan kepalanya, setelah memikirkannya selama beberapa saat, dia akhirnya memutuskan untuk mendengarkan obrolan mereka berdua.
"Mungkin aku juga membutuhkanmu untuk membantuku di masa depan, kamu akan membantuku kan?" Venix bertanya.
"Tentu." Agir menjawab dengan mudah.
Akhirnya kesepakatan lain terbentuk antara Agir dan Venix.
Setelah keduanya setuju, Naga Shensu yang menonton dari samping berbicara : "Aku tidak bisa banyak membantumu, apa yang bisa aku lakukan hanyalah membantumu untuk berkembang, untuk mengatasi masalah utama, aku tidak mampu melakukan apapun karena aku hanya sebuah klon."
Naga Shensu adalah Klon dari diri sejatinya di dunia lain, tubuhnya hanya memiliki sebagian kecil dari kekuatan aslinya, jadi dia tidak memiliki banyak kekuatan, terutama saat berada di Dunia lain.
"Bagaimana dengan situasi di atas sana?" Agir bertanya.
"Aku tidak begitu tahu, namun dari informasi yang diberikan Kaisar Manusia dan Kaisar Rubah, situasinya belum berubah dan kedua belah pihak masih berada dalam posisi gencatan senjata." Naga Shensu menjawab.
__ADS_1
"Tunggu! Apakah kalian membicarakan Dunia Abadi?" Venix bertanya dari samping.
"Ya, ini adalah dunia abadi." Agir menjawab.
Mendengar ini, Venix ingin menangis. Dia tidak mengira bahwa masalah utama Agir ada di Dunia Abadi!
"Bukankah itu terlalu jauh? Aku hanya Martial Master Level Ungu yang imut, bagaimana aku bisa ikut campur dengan masalah di dunia abadi?" Venix berkata dengan sedih.
"Kamu memiliki potensi yang sangat tinggi, 99 persen bisa dipastikan kamu akan naik ke Dunia Abadi, itulah kenapa aku mengikatmu." Agir berkata dengan tenang.
Venix mengangkat kepalanya ke atas seolah memandang langit, dia merasa ditipu oleh Agir!
"Kamu masih memiliki banyak waktu." Naga Shensu berkata secara perlahan.
Agir mengangguk dan mengerti apa yang dimaksud oleh Naga Shensu.
"Tunggu! Kenapa kamu sepertinya mengetahui banyak hal di Dunia Abadi!?" Venix bertanya pada Agir dengan nada terkejut.
"Setelah aku terlahir kembali, ingatan yang disegel telah terlepas, jadi bisa dikatakan aku telah mengetahui identitas sejatiku." Agir menatap Venix dengan tenang.
Venix menahan nafasnya dan menunggu Agir melanjutkan.
"Aku adalah keturunan langsung Keluarga Royce di Dunia Abadi, nama asliku adalah Torn Royce, salah satu jenius terkuat di keluarga Royce." Agir mengangkat tangannya lebar-lebar seolah dia memegang alam semesta di tangannya.
"Uhh... Itu terdengar agak keren, tapi untuk saat ini, kamu masih Agir, Martial Master yang lemah." Venix langsung menampar wajah Agir tanpa rasa takut.
“…” Agir.
Yah, dia juga tidak salah.
Setelah itu Agir dan Naga Shensu mulai mengobrol tentang banyak hal, dan Venix mendengarkan dari samping.
Selain itu Venix tidak lupa untuk menyuruh kelompoknya yang diluar untuk beristirahat selama beberapa waktu.
Setelah mengetahui banyak hal tentang Dunia Abadi dari Agir dan Naga Shensu, akhirnya Venix diijinkan untuk pergi, dengan ini, dia sudah terikat dengan masalah Agir.
Sebelum Venix pergi, Agir mengatakan sesuatu kepada Venix.
"Walaupun aku akan membunuhmu jika kamu kalah, tapi aku tahu bahwa ada sesuatu yang unik di dalam tubuhmu. Aku tidak tahu apa itu, aku hanya bisa merasakannya samar-samar, tapi dengan itu, kamu tidak akan mati dengan mudah, agak mirip dengan yang aku miliki, tapi sekaligus berbeda."
__ADS_1