
"Apakah kamu ingin tahu, bagaimana aku memiliki kekuatan tempur yang sama sepertimu?" Tanya Venix.
Karena bosan, Agir agak penasaran dan menjawab : "Apa itu?"
"Apakah kamu tahu Teknik Kultivasi Summoner?" Tanya Venix.
"Kultivasi Summoner? Apakah maksudmu Kultivasi Summoner yang menggabungkan jiwa Master dan Binatang kontrak menjadi satu dan berkultivasi sebagai satu kesatuan? Biasanya digunakan oleh Martial Master Level Ungu." Jawab Agir.
"Itu benar." Venix mengkonfirmasi jawaban Agir.
Karena Kultivasi Summoner berhubungan dengan jiwa, itulah kenapa pada umumnya hanya mampu dilakukan oleh Martial Master Level Ungu. Jika Level tidak mencukupi, itu hanya akan membawa kerugian bagi penggunanya.
Tentu saja Venix berbeda.
Dan saat ini, Venix memutuskan untuk menceritakan jalan kultivasinya kepada Agir.
Faktanya, Venix tidak pernah takut untuk menyebarkan ini ke orang lain. Lagipula ini juga bergantung pada orang itu sendiri. Jalan ini sangat berbahaya, bahkan bisa meruntuhkan masa depan orang lain.
Dan juga, Venix yakin bahwa bukan hanya dia yang terobsesi untuk mencoba hal baru. Teknik Kultivasi Summoner sudah menjadi salah satu Teknik Kultivasi yang tersebar luas. Venix percaya bahwa orang lain juga akan mencobanya. Walaupun masih harus di pertanyakan apakah mereka mampu seperti Venix dan menembus batas.
"Aku menggunakan Teknik Kultivasi Summoner di awal kultivasi." Kata Venix dengan lembut.
"Apakah kamu bodoh? Atau, apakah seekor keledai Legendaris menendang kepalamu?" Kata Agir mengejek.
"…" Sudut mulut Venix berkedut.
Itu garis kalimatku!!!
Venix entah kenapa merasa kesal saat garis kalimatnya di curi oleh orang lain.
"Intinya, aku menggunakan Teknik Kultivasi Summoner di awal jalan kultivasiku hingga saat ini." Jawab Venix dengan malas, tidak lagi membawa nada suara keinginan untuk bercerita seperti sebelumnya.
__ADS_1
"Kamu benar-benar bodoh. Bukankah kucing hitam yang ada di sampingmu itu bernama Nero? Kamu cukup bodoh untuk mengikuti Venix." Kata Agir.
Venix terdiam dan tidak membantah kata-kata Agir karena itu memang fakta yang terjadi.
Nero di sisi lain juga diam. Namun di dalam pikirannya, dia berkata : Aku memang cukup bodoh saat itu. Tapi Venix jauh lebih bodoh dariku. Untung saja semuanya tidak berakhir dengan meratapi langit bersama.
Walaupun hasilnya sekarang sudah terlihat dan sangat menguntungkan keduanya, tapi itu tidak menghilangkan fakta bahwa jalan mereka berdua sangat beresiko dan bodoh.
Venix menghela nafas dan tidak mau Agir terus mengolok-olok dirinya : "Kecepatan kultivasi kami sangat lambat karena Teknik itu. Namun aku selalu berusaha untuk mengumpulkan sumberdaya untuk menebus kekurangan itu. Secara bertahap, kita berhasil menyusul orang lain berkat sumberdaya yang kita konsumsi di masa lalu."
"Jalan yang kamu pilih memang bodoh dan beresiko. Namun aku tertarik dengan ceritamu. Lanjutkan." Kata Agir sambil duduk dan mendengarkan cerita Venix.
"Kamu tahu cerita tentang bagaimana aku berada di Benua Kegelapan saat ini. Sejak aku tiba di Benua Kegelapan, peningkatan sinkronisasi antara aku dan Nero meningkat dengan cepat dan mencapai angka 70%. Setelah berhasil menerobos ke Level Ungu, peningkatan sinkronisasi kita meroket dengan cepat seolah-olah sebuah belenggu terlepas dan mencapai angka 100% sinkronisasi. Saat itu terjadi, sebuah transformasi terjadi pada tubuh dan jiwaku." Kata Venix menjelaskan semuanya.
Untuk inti jiwanya yang unik, Venix masih ingin menyembunyikannya untuk waktu yang lama. Lagipula Agir adalah musuh masa depannya. Dan di sisi lain, Venix tidak yakin apakah inti jiwanya yang unik di akibatkan karena Teknik Kultivasi Summoner.
Yang Venix yakini adalah, sebuah Transformasi akan terjadi setelah tingkat sinkronisasi mencapai 100% jika menggunakan teknik kultivasi Summoner dari awal.
Mendengar penjelasan Venix, Agir memegang dagunya dan berpikir bahwa ini menarik : "Jadi kekuatan yang melampaui Level Kultivasimu di dapatkan karena kamu mengalami transformasi karena menggunakan teknik Kultivasi Summoner dari awal?"
"Benar." Kata Venix.
"Ini memang berbeda daripada jalan kultivasiku. Aku hanya berkultivasi dengan normal dan menjadi kuat, tidak ada hal khusus yang terjadi." Kata Agir.
"Kamu berbeda. Jangan samakan orang lain dengan dirimu sendiri." Kata Venix saat sudut mulutnya berkedut. Dia tidak tahan untuk tidak memukul wajah manusia Goat Beast itu. Namun karena Agir sangat kuat, tentu saja Venix hanya berani memikirkannya.
"Jadi, apa yang ingin kamu katakan pada akhirnya?" Tanya Agir.
"Jalanmu sangat mulus, namun aku berbeda." Kata Venix dengan serius dan melanjutkan : "Aku mencapai tahap ini setelah mengalami semua kesulitan dan kerja keras. Jadi di masa depan, aku juga tidak ingin mengendur hanya fokus berkultivasi tanpa memiliki pertempuran yang nyata dengan orang lain. Aku juga perlu menghadapi situasi hidup dan mati."
"Lalu, apakah itu ada hubungannya denganku?" Tanya Agir.
__ADS_1
"Tentu saja." Venix mengangguk tegas dan berkata : "Dengan itu, aku bisa menjadi lebih kuat. Dan kecepatan kultivasiku juga akan meningkat. Dengan itu, tentu saja aku sangat percaya diri untuk mengalahkan kamu di masa depan. Bukankah kamu selalu ingin mencari lawan yang kuat?"
"…." Agir.
"…." Nero.
Walaupun Agir memang memberikan kesempatan pada Venix dan ingin bertarung melawannya di masa depan, tapi Agir tidak berencana untuk kalah!
Dan juga, Venix meminta hal ini kepadanya sangat aneh baginya. Ini seolah-olah Agir bukan mencari lawan untuk dirinya sendiri. Tapi memesan seorang penggali kuburan untuk membuat kuburan untuknya dan membunuhnya di masa depan.
Lagipula, yang kalah akan menjadi mayat.
Agir hanya ingin merangsang potensinya dan melawan orang yang setara dengannya. Setelah menjalani kehidupan yang nyaman dan mulus, Agir menjadi sangat santai dan kurang bersemangat seperti di masa lalu. Karena itulah Agir mencari orang seperti Venix.
Dia tidak berencana untuk kalah dan mati untuk membuat kuburannya sendiri!
Jika Venix memang sangat kuat di masa depan dan dia kalah, itu baik-baik saja.
Namun jika dia membantu Venix untuk memberinya kesempatan meningkatkan kekuatannya lebih jauh sampai melampaui dirinya sendiri, ini tidak berbeda dengan bunuh diri.
Di sisi lain, Nero juga terdiam mendengar permintaan Venix yang aneh seperti itu.
Nero tahu bahwa Venix ingin mencoba spekulasi yang Yenta ceritakan pada Venix sebelumnya. Namun arah pembicaraan Venix sangat aneh dan tidak pantas.
Apakah kamu menyuruh lawanmu untuk menggali kuburnya sendiri? Nero menggelengkan kepalanya dan memilih untuk diam dan tidak ikut campur.
"Hehehe... Satu hal yang ingin aku tanyakan. Apakah kamu pikir aku sudah lelah hidup atau ingin bunuh diri?" Agir tertawa aneh dan bertanya pada Venix.
"Eh? Itu bukan tujuanmu? Aku kira, kamu ingin dibunuh oleh orang yang memiliki kelas yang sama denganmu." Jawab Venix dengan mudah.
"Hahahaha! Jika ini di waktu lain, aku benar-benar akan menamparmu sampai mati!" Kata Agir dengan marah. Untuk pertama kalinya, Agir mengeluarkan amarah pada seorang manusia setelah dia tidak pernah marah selama beberapa dekade.
__ADS_1