Love Behind In The Mirror Image (Pengagum Bayangan Cermin )

Love Behind In The Mirror Image (Pengagum Bayangan Cermin )
~Cintai seadanya saja


__ADS_3

Mencintaimu dalam do'a lebih baik daripada mengungkapkan nya secara terang-terangan. Biarlah Allah yang mengatur jalan ceritanya, maka aku akan mengikuti alurnya. ~


*******


Beberapa Hari ini adalah hari yang membuat Jihan merasa galau sepanjang hari, bagaimana tidak. Biasanya Jihan selalu semangat setiap harinya, karena ada bayangan penyemangat nya .


Penyemangat yang dikaguminya tanpa diketahui sang empunya.


Tapi sudah 1 Minggu terhitung sampai hari ini, Rayhan tidak datang ke toko dan mungkin adik nya yang menggantikan nya.


Entah mengapa satu Minggu ini, lelaki itu tidak muncul lagi di toko. Apakah dia sibuk atau mungkin ada hal yang lainnya.


Jihan hanya bisa mencoba semangat, apalah dia untuk mengeluh dan merasa sedih Rayhan tidak datang. Karena pada dasarnya Jihan tidak ada hubungan apapun dengan Rayhan. Bahkan dekat pun tidak.


"Sebenarnya kisah cinta seperti apa yang saat ini aku alami. "batin Jihan.


******


Hari ini sebelum pulang seperti biasa Bu Kiran akan mengajak Jihan makan, tapi kali ini bukan di warung Pak Ujang. Melainkan di sebuah restoran teman Bu Kiran.


"Bu, ini restoran teman ibu ? "kata Jihan.


"Iyah, benar Jihan. Kamu juga kenal kog sama yang punya restoran. "Jawab Bu Kiran.


Jihan yang mendengar perkataan Bu Kiran hanya bingung, sejak kapan Dia bisa kenal dengan pemilik restoran itu.


Sedangkan dia tidak pernah berkunjung ke restoran itu.


"Hai Kiran, ternyata kamu sudah datang yah. Ayo duduk dulu. "terdengar suara pemilik restoran.


"Hai Kak Sinta, apa kabar ?? "kata Bu Kiran.


"Alhamdulillah baik Kiran, aku sudah sangat merindukan mu adik ku sayang. "sambut Bu Sinta dengan pelukan hangat kepada Bu Kiran.


Jihan hanya jadi penonton diantara bu Kiran dan Bu Sinta.


"Hei, inikan Jihan. "Kata Bu Sinta tersenyum kepada Jihan.


"Apa kabar ibu ? "Kata Jihan sembari menyalami tangan Bu Sinta.


"Kabar ibu sangat baik, apalagi setelah bertemu dengan calon menantu , "kata Bu Sinta mengelus kepala Jihan.

__ADS_1


"Sejak kapan ? "tanya Bu Kiran bingung menuntut penjelasan dari Bu Sinta.


Jihan hanya terdiam, pasalnya dia tidak tahu apa-apa tentang perkataan Bu Sinta.


"Ayo jelasin dong kak, "kata Bu Kiran mendesak Bu Sinta agar menjawab nya.


"Sejak saat ini. "Jawab Bu Sinta melirik Jihan.


"Uhuk. uhuk. uhuk." Jihan yang mendengar perkataan Bu Sinta pun hanya bisa terbatuk-batuk.


"Apakah hal itu benar Kak ?? Kenapa kakak tidak cerita ?? dan kamu Jihan kenapa tidak cerita sama ibu ? "pertanyaan Bu Kiran yang bertubi-tubi masih meminta sebuah penjelasan kepada Bu Sinta dan Jihan.


"Aku ingin Jihan yang jadi menantu ku, tapi mungkin Jihan tidak bersedia. "kata Bu Sinta.


"Oh, ternyata begitu. Ternyata kakak yang ke PD_an dong. "Kata Bu Kiran tertawa merasa geli.


"Kamu yah Kiran, bukannya mendukung ku malah menertawakan ku. "lanjut Bu Sinta ikut tertawa menutupi rasa canggung.


Bagaimana pun memang Sinta yang merasa seperti itu dan menganggap Jihan sebagai calon menantu nya.


"Bagaimana mungkin sih aku jadi calon menantu nya. Sedangkan aku tidak kenal dengan anak nya . "Batin Jihan.


Mereka bertiga pun melanjutkan perbincangan nya, lebih tepat nya Jihan lebih banyak mendengar. Bagaimana tidak, Jihan Tidak mengerti arah pembicaraan mereka.


Jihan pun pamit keluar untuk jalan-jalan dan kebetulan ada taman di samping restoran itu.


Jihan berjalan ke taman kecil itu, dan ada kursi panjang disitu. Di taman itu banyak sekali bunga dan ada juga pohon mangga madu yang sedang berbuah lebat.


"Sebenarnya dia kemana sih ? Mengapa dia tidak muncul sudah satu Minggu ini ? Aku merasa kurang semangat tanpa melihat wajahnya itu. Bahkan bayangannya saja membuat ku hampir gila. "Batin Jihan.


Jihan terus berfikir dan merasa bingung, mengapa Rayhan tak pernah datang lagi sudah selama satu Minggu ini.


"Mengapa harus seperti ini ? Sebenarnya apa keinginan mu hati ?


"Sebenarnya setiap saat aku ingin melupakan mu, maka bayangan mu akan setiap saat muncul dihadapan ku.


"Apakah mencintai seseorang itu sebegitu menyakitkan nya ? Apakah merindukan juga begitu menyiksa ?


"Mengapa harus mencintai seseorang yang mungkin tidak akan pernah melirik ku sama sekali. Lantas, hak apa yang aku miliki untuk merindukan nya ??


Jihan terus saja berperang dengan fikirannya.

__ADS_1


*******


"Bu, Kenapa Jihan merindukan nya yah ? "tanya Jihan kepada Bu Kiran.


"Merindukan siapa ? "tanya Bu Kiran pura-pura tidak tahu.


"Ibu, merindukan yang kemaren aku ceritakan itu loh ibu. "Jawab Jihan dengan wajah cemberut.


"Oh, sibayangan cermin yah. "kata Bu Kiran tertawa.


Wajah Jihan merona saat ini, bagaimana tidak. Dia sangat senang jika mengingat lelaki itu.


"Sebenarnya kamu ada rasa sama dia gitu ? "tanya Bu Kiran.


"Entah lah Bu, Jihan hanya merasa setiap saat ingin melihatnya, setiap saat bahkan melihat bayangan nya. Dan bayangannya saja mampu membuat ku terus berfikir siang dan malam. Jihan gak ngerti sebenarnya Jihan kenapa. "Jawab Jihan menunduk.


"Jihan, satu hal yang perlu kamu ingat. Jatuh cinta adalah hak setiap manusia. Dan jatuh cinta itu hal yang wajar. Tetapi, kita sebagai manusia tidak boleh mencintai secara berlebihan.


"Percayakan saja semuanya kepada Allah, biar Allah yang mengatur bagaimana jalan nya. Apabila dia ditakdirkan dengan mu, maka dia akan kembali kepadamu dengan cara nya sendiri. "Kata Bu Kiran menasehati Jihan.


"Bu, Jihan gak ngerti kenapa harus seperti ini. Perasaan seperti apa sebenarnya ini ? "tanya Jihan .


"Langkah dan pertemuan sudah diatur dan sudah di tetapkan sang pencipta di Lahul Mahfudz. Lalu kita sebagai hambanya hanya perlu berdoa agar Ditunjukkan jalan mana yang akan kita jalani.


"Jika kamu hanya berharap kepada Allah, maka Allah tidak akan pernah mengecewakan mu sedikit pun. Jangan berharap kepada manusia, karna mereka hanya akan mendengarkan tapi tidak mampu memberikan jalan nya.


"Percayakan semua kepada Allah, maka dia akan memberikan yang terbaik untuk kita. "lanjut Bu Kiran.


"Iya Bu. "Jawab Jihan tersenyum kepada Bu Kiran.


Bu Kiran adalah orang yang sangat perhatiaan kepada Jihan. Selalu menasehati Jihan dan menganggap nya seperti anak sendiri. Karna pada dasarnya Bu Kiran belum memiliki anak. Diusia nya yang sudah 45 tahun, kemungkinan minim tetapi apa yang tidak mungkin bagi Allah.


*****


Hai kakak-kakak.


Mohon maaf apabila novel receh ku ini kurang menarik. Aku hanya penulis pemula.


Like komen jangan lupa yah kakak.


Sangat penting untuk menyemangati Author agar tetap up.

__ADS_1


😘😘😘


__ADS_2