Love Behind In The Mirror Image (Pengagum Bayangan Cermin )

Love Behind In The Mirror Image (Pengagum Bayangan Cermin )
~Salah Paham


__ADS_3


Pagi itu di kantor Siddiq , wanita yang di sapa Tifa itu tak henti-hentinya untuk terus mendatangi Rayhan. Berharap lelaki itu masih memiliki hati yang sama.



"Aku yakin Rayhan masih mencintaiku. Waktu yang kami lalui begitu lama. Mana mungkin dia bisa melupakan ku begitu saja.


"Aku akan merayu nya dan melakukan segala cara untuk mendapatkan nya kembali. Dia adalah milikku. "kata Tifa sembari menyusun rencana licik nya.



Wanita itu pun berjalan ke arah kantor Rayhan, dengan mengubah sedikit penampilan nya. Kaca mata hitam, syal yang bertengger di lehernya. Membuat penampilan nya seakan-akan ingin bertemu klien nya.


Dengan kebohongan mengatakan bahwa dia ada janji dengan Rayhan. Karena Rayhan adalah rekan bisnisnya. Jadi terpaksa bagian resepsionis memberikan izin untuk nya.



Tifa pun masuk begitu saja ke dalam ruangan Rayhan, tanpa permisi dulu. Melihat Rayhan yang sedang berdiri memandang dari kaca jendela pun mendekat ke arah Rayhan. Lalu memeluk nya dari belakang.



Pada saat kejadian Tifa memeluk Rayhan, saat itu pula Jihan datang ke kantor karena dompet Rayhan tertinggal di atas meja makan.



Jihan melihat wanita lain yang sedang memeluk suaminya itu. Hatinya terasa hancur dan remuk saat itu juga.


Baru juga bahagia beberapa saat, tetapi rasa sakit kembali mengucur deras.



Rayhan berbalik melihat siapa wanita yang sudah memeluknya, karna Rayhan tau itu bukan istrinya. Wangi tubuh istrinya sangat lah dia hafal.



Melihat Tifa yang memeluknya dengan lancang, membuat Rayhan sontak menghempaskan tangan Tifa dari tubuhnya.


Rayhan pun tak sengaja memandang ke arah pintu, ternyata disana istrinya sedang berdiri memegang hendel pintu dengan tatapan tak percaya.


Bagaimanapun seorang wanita akan merasa sakit hati menyaksikan kejadian itu. Dimana suaminya dipeluk oleh wanita lain di depan matanya.


Tatapan Rayhan dan Jihan beradu, seakan tatapan Rayhan menjelaskan bahwa dia tidak tau mengapa ada Tifa di tempat itu. Sedangkan tatapan Jihan seakan menyiratkan kecewa, sehingga air matanya pun tak mampu ia bendung lagi.



Melihat hal seperti itu membuat Tifa berfikir akan mengambil kesempatan dalam kesempitan.



"Ray, tadi kamu bilang kamu merindukan ku ? Apa kita akan melakukannya lagi seperti waktu kita pacaran dulu ? "kata Tifa mendekat dan mengelus dada bidang Rayhan.



Melihat hal itu Jihan pun semakin sakit hatinya, dan menutup pintu itu kembali. Berlalu pergi dari hadapan suaminya.



"Kau, berhentilah membuat ulah. "kata Rayhan menghardik Tifa dengan ucapannya.



Saat Rayhan ingin mengejar istrnya, Tifa malah menarik tangan Rayhan.



"Ray, kamu mau kemana. Untuk apa mengejarnya ?? Dia tidak ada istimewa nya. Hanya seorang bocah ingusan yang tidak menarik sama sekali. "kata Tifa.



Mendengar ucapan Tifa yang menghina istri nya membuat Rayhan naik pitam.



"Apa kau tidak tau malu Tifa ? Kau berkata istriku tidak menarik. Apa kau fikir kau sama dengan istriku. Kalian terlalu jauh berbeda. "kata Rayhan emosi.



"Kami memang berbeda. Aku lebih baik dari pada istri murahan mu itu. Cihh... "kata Tifa sengaja memancing Rayhan.



"Seharusnya yang dikatakan murahan itu kau sendiri. Kau tidak bisa dibandingkan dengan istriku. Istriku bagai mutiara di tengah lautan. Sedangkan kau ibarat batu yang berserakan dijalanan. "Kata Rayhan memaki Tifa yang terus menghina istrinya.

__ADS_1



"Apakah tidak ada cinta lagi dihatimu ? "Tanya Tifa mendekat kearah Rayhan.



"Cinta kau katakan ? Bermimpi lah dalam tidur mu.."Jawab Rayhan dan berlalu dari hadapan wanita rubah itu.



Rayhan pun hendak mengejar Jihan yang sudah pergi. Hatinya merasa sakit saat melihat istrinya menetes kan air mata. Rasa bersalah di hatinya karena mengecewakan wanita yang sudah mengisi hatinya saat ini.



Rayhan terus mencoba menghubungi Jihan, tapi tak di angkat. Suda di WA , sudah telpon seluler, tetap saja tak ada jawaban.



"Jihan, kamu ada dimana ? "batin Rayhan.



Hatinya terlalu cemas, karena berulang kali menyakiti istrinya.



" Kau tidak boleh meninggalkan ku Jihan, kau harus tetap bersama ku. "kata Rayhan memandang photo pernikahan mereka di ponsel nya.



Sejak hatinya tersentuh oleh Jihan, Rayhan pun mulai mengisi photo di ponselnya dengan photo pernikahan mereka yang di ambil dari file di flashdisk.



\*\*\*\*



Di tempat lain, ada Jihan yang sedang menangis. Hatinya terlalu tidak kuat. Hatinya terlalu rapuh untuk setiap sakit yang ada.



Tidak ada kata yang keluar dari bibir nya, hanya air mata yang menjelaskan bahwa jiwanya sedang terluka saat ini.




"Aku harus belajar lebih sabar lagi untuk menjadi istrinya. Sebelum aku belajar lebih sabar dan tabah, sebelum hatiku sekuat karang dilautan. Aku tidak akan pantas untuk nya. "Lirih Jihan meratap dengan wajah di telungkupkan pada kaki nya yang di tekuk.



Rayhan yang sudah kehabisan cara mencari istrinya entah dimana. Membuat nya hilang kendali, semua barang yang ada di ruang kerjanya di lempar satu persatu.



Rayhan yang tidak ingin merusak semua isi rumah pun berfikir untuk pergi ke tepi pantai, Tempat yang biasa ia kunjungi saat frustasi.



Jihan masih terus merasa dirinya kurang pantas untuk Rayhan, masih terus menangis.



Entah karna mereka memang di takdirkan bersama, hati Rayhan yang begitu tergerak ingin pergi ke pantai karna frustasi.



Dari kejahuan Rayhan melihat Jihan yang terduduk di tepi pantai, ombak laut masih terus menghempas hingga air nya sampai ke kaki Jihan. Membasahi kakinya dan separuh baju gamis bawah nya juga basah karna ombak.



"Aku lemah. "lirih Jihan .



Rayhan yang berada tepat dibelakang Jihan, merasa iba , hatinya terasa ngilu dan teriris mendengar istrinya menangis.



"Sayang. Kamu adalah wanita kuat yang aku miliki. "Kata Rayhan memeluk Jihan dari belakang.


__ADS_1


Jihan pun mengangkat kepalanya karena pelukan dari Rayhan. Jihan melepas tangan Rayhan dan bergeser memberikan jarak antara Dia dan suaminya itu.



Jihan hendak berdiri dan pergi, tapi tangannya di tahan oleh Rayhan.



"Jangan tinggalkan aku . "Tutur Rayhan.



Jihan masih tidak ingin menatap suaminya.



"Sayang. Ku mohon. Itu tidak seperti apa yang kamu lihat. "kata Rayhan mencoba menjelaskan.



"Tolong jangan pergi Jihan.."Lirih Rayhan.



"Berikan aku tiga alasan untuk bertahan dan tidak pergi. "lanjut Jihan.



Rayhan pun berdiri tepat di hadapan Jihan. Rayhan memegang tangan Jihan untuk meyakinkan istrinya itu.



"Alasan pertama adalah karna aku mencintaimu, Alasan kedua adalah aku mencintaimu. Alasan ketiga adalah aku mencintaimu. "kata Rayhan menggenggam tangan Jihan.



Ketiga alasan yang Rayhan berikan sama dengan yang pertama. "Aku mencintaimu."



"Sayang, Maafkan aku. Semua tidak seperti yang kamu bayangkan. Saat ini aku hanya mencintai mu. Entah sejak kapan. Aku tidak tau. Tetaplah si samping ku, temani aku. Maka akan ku jadikan dirimu satu-satunya Ratu di hatiku. "Tutur Rayhan



Jihan menangis mendengar perkataan suaminya. Bukan karna marah, Jihan hanya merasa sakit hati karna belum bisa melakukan yang terbaik sehingga membuat suaminya di goda wanita lain.



"Mas, maafin Jihan. Maafin Jihan. "Kata Jihan menangis dan menunduk.



Rayhan memeluk Istrinya yang sedang menangis itu, mengelus kepalanya. Memberikan sejuta kenyamanan bagi wanita yang di cintai nya.



"Maafin Jihan Mas. Jihan udah berfikir sesuatu yang salah. "kata Jihan masih dalam pelukan Rayhan.



"Maafin Mas juga ya Sayang. Mas tidak akan membuat kamu menangis lagi. "Jelas Rayhan mengecup kening istrinya itu.



"Cinta yang begitu indah, saat seorang pasangan selalu merendahkan hatinya untuk lebih dulu minta maaf.



~Bersambung.



\*\*\*\*



Thanks buat para Readers yang sudah berkenan memberikan support pada Author. 🙏🙏🙏



Maaf karya Author belum sehebat karya penulis lain.. Karna Author hanya penulis pemula.


__ADS_1


Makasih juga buat Readers yang sudah mampir. Ditunggu update selanjutnya yah 🥰😘😘


__ADS_2