Love Behind In The Mirror Image (Pengagum Bayangan Cermin )

Love Behind In The Mirror Image (Pengagum Bayangan Cermin )
~Menerima dan mengikhlaskan


__ADS_3

~~ Sejauh Apapun dia pergi, sejauh mana pun dia melangkah. Dan di belahan dunia manapun dia berada. Sesuatu yang sudah di takdirkan untuk mu. Tidak akan pernah tertukar dan akan menemukan jalan nya untuk kembali.~


***


Pagi itu Bu Sinta datang lebih cepat ke toko hijab Kiran, untuk menemui Jihan.


Ternyata wanita yang akan di jodohkan nya untuk Rayhan adalah Jihan. Walau Jihan adalah gadis yang kehidupannya sederhana. Tetapi bagi keluarga Siddiq, status atau pun kekayaan bukan lah hal yang utama dalam memilih pasangan hidup.


Lihat lah gadis baik nan cantik itu, sedang bekerja dengan giat nya saat ini. Tubuh nya yang terbungkus baju gamis, dengan hijab yang menutupi , walau tanpa polesan make up.


Wajah nya tetap memancarkan keindahan yang alami. Senyum nya yang mendamaikan hati dan tutur katanya yang santun saat berhadapan dengan semua para pelanggan nya.


****


"Assalamu'alaikum gadis cantik. "kata Bu Sinta menyapa .


"Wa'alaikum salam warahmatullahi wabarokatu. " Jawab Jihan dan melirik siapa gerangan yang menyapa nya pagi-pagi begini.


"Ibu, ayo masuk dulu Bu ke dalam toko. Jihan baru buka nih. Tumben ibu datang nya pagi sekali hari ini. "kata Jihan sambil menarik sebuah kursi untuk Bu Sinta duduk.


Bu Sinta duduk dan tersenyum melihat keramahan dari gadis 23 tahun itu.


"Jihan, bolehkah ibu berbicara sebentar saja ? "tanya Bu Sinta.


"Tentu boleh Bu. "kata Jihan meletakkan patung hijab nya dan mendekat ke arah bu Sinta.


"Jihan. Apa kamu sudah punya pacar ? Atau kamu sudah punya pasangan ?? "tanya Bu Sinta membuka percakapan.


"Hmm. Jihan bahkan gak pernah pacaran ibu. Darimana datangnya pasangan Jihan. "kata Jihan tersenyum.


"Apa kamu mau menikah dengan keponakan ibu ? "tanya Bu Sinta.


"Uhuk..uhukk. "Jihan yang mendengar hal itu terbatuk dan terkejut. Bagaimana mungkin Bu Sinta datang untuk melamar nya.


"Apakah ibu bercanda ?? Atau aku sedang bermimpi Bu ? "tanya Jihan sambil menepuk-nepuk pipi nya dan merasa sakit.


"Ternyata bukan mimpi ya ? "kata Jihan dengan wajah dan senyum polos nya itu.


Bu Sinta yang menyaksikan hal itu malah tertawa gemas melihat tingkah Jihan.

__ADS_1


"Ibu serius Jihan ? Kamu mau yah ? "kata Bu Sinta membujuk Jihan.


Awal nya Jihan menolak dengan lembut, tetapi Bu Sinta mencoba untuk meyakinkan Jihan. Menceritakan kondisi Bu Hana yang ingin anak nya segera menikah karena sedang sakit.


Hal itu tentu membuat Jihan tersentuh dengan cerita Bu Sinta. Tetapi masih ada keraguan di hatinya.


"Bu, menikah itu kan bukan perkara mudah. Bagaimana jika ibu memberikan Jihan waktu untuk berfikir dulu. "kata Jihan.


"Baiklah. Ibu akan menunggu jawaban mu selama 3 hari ke depan . "kata Bu Sinta


"Baiklah Bu. Jihan akan berfikir lebih dulu. Setelah 3 hari kedepan. Jihan akan memberikan ibu jawaban. "kata Jihan tersenyum dengan tulus.


*****


Dirumah Jihan memberanikan diri untuk bercerita kepada ayah dan ibunya .


Dan ternyata ayah dan ibu Jihan juga mendukung pilihan Jihan untuk menikah.


Sudah saat nya Jihan memikirkan masa depan nya, karena selama ibunya sakit. Selain bekerja untuk menopang perekonomian, Jihan juga senantiasa menjaga dan mencoba berbagai macam perobatan agar ibu nya bisa sembuh lagi .


Pukul 10 malam Jihan masih setia menatap photo lelaki yang dikagumi nya itu. Jihan pernah secara diam-diam mengambil potret lelaki itu saat dia duduk di depan toko nya.



Ada rasa sedih di hatinya. Bagaimana tidak, ketika dia sudah akan menerima lamaran dari Bu Sinta. Maka saat itu dia tidak akan bisa lagi untuk mendambakan bahkan memikirkan laki-laki lain.


Lelah dengan pemikirannya, Jihan pun terlelap di atas tempat tidurnya yang sederhana.


Pukul 3 dini hari Jihan terbangun dari tidurnya.


Karna hati dan fikirannya masih gelisah. Jihan pun segera beranjak untuk wudhu. Jihan melaksanakan sholat istikharah.


Dengan penuh khidmat dan ke-khusukan, Jihan melaksanakan sholatnya, memohon petunjuk kepada sang pemilik Alam semesta.


"Ya Allah Ya Rabb yang maha mengetahui apa yang tidak diketahui oleh hamba-hamba Nya. Wahai Rabb yang mampu membolak-balikkan hati manusia.


"Bolehkah aku bercerita ? Saat ini aku sedang berada di pilihan yang membuat hati ku dilema ya Rabb. Di satu sisi aku sedang mencintai seseorang, dan disisi lain ada ibu yang sudah siap untuk melamar ku untuk anak nya ?


"Diantara dua pilihan tersebut, jalan manakah yang harus aku lalui ?

__ADS_1


"Ya Rabb yang mahakuasa atas segala cinta dan kasih sayang . Tunjukkan lah padaku jalan yang terbaik. Jika untuk melepas nya adalah pilihan yang terbaik. Maka kuat kan lah hati ku untuk menerima ketetapan mu.


"Sesungguhnya tiada daya dan upaya melainkan mengharapkan pertolongan mu ya Rabb.


"Amin Ya Rabbal Alamin. "


*****


Tepat hari ini, 3 hari setelah kedatangan bu Sinta. Sesuai janji nya, Jihan sudah siap untuk menjawab pertanyaan dari Bu Sinta.


Pukul 10.00 Wib, Bu Sinta datang ke toko tempat Jihan bekerja. Jihan juga sudah menceritakan hal ini kepada Bu Kiran dan untuk keputusan akhirnya ada pada Jihan.


"Jihan, bagaimana kabar mu hari ini sayang? "tanya Bu Sinta.


"Alhamdulillah Jihan sehat Bu, bagaimana dengan ibu ? "tanya Jihan lagi.


"Alhamdulillah, ibu juga sehat Jihan. "Jawab Bu Sinta.


"Duduk dulu Bu, kita bicara di dalam toko aja yok . "kata Jihan membimbing tangan Bu Sinta.


"Nak, bagaimana dengan hal yang sudah ibu tanyakan 3 hari yang lalu ? Apa kamu bersedia sayang ? "tanya Bu Sinta.


Jihan masih gugup dan deg-degan saat akan menjawab pertanyaan Bu Sinta .


"Bismillahirrahmanirrahim. Jihan Siap Bu. "kata Jihan memaksakan senyuman di bibirnya .


"Benarkah ?? "tanya Bu Sinta maish tidak percaya.


"Benar ibu, Jihan terima Bu. "kata Jihan.


Bu Sinta yang gembira dengan hal itu pun memeluk Jihan dan mencium pipi Jihan. Jihan yang mendapat perlakuan seperti itu hanya diam saja dan membalas pelukan Bu Sinta.


" 2 Minggu lagi ibu akan datang kerumah mu, untuk melamar mu kepada kedua ornag tua mu. "kata Bu Sinta masih menggenggam tangan Jihan.


Jihan hanya tersenyum pasrah akan hal itu.


"Semoga aku benar-benar bisa ikhlas dan mengubur rasa cinta yang kumiliki . 😔😔😔


"Salam manis buat kakak-kakak yang sudah mampir 🙏🙏

__ADS_1


__ADS_2