
Hari ini saat melirik ponselnya, Rio tidak melihat ada notifikasi apapun yang masuk. Padahal setiap saat pasti ada pesan dari Aruna walau hanya pesan singkat.
Ada niat untuk menghubungi wanita cantik itu, sudah hampir dua Minggu Rio tidak mendapat kabar atau bahkan pesan singkat dari Aruna. Rio menepis segala rasa yang menghampirinya, bahwa dia tidak mungkin telah jatuh hati pada Aruna.
"Kenapa dia tidak pernah mengirimi ku pesan lagi ?? Sudah hampir dua Minggu. "Tutur Rio yang terlihat begitu kesal.
Disisi lain, Aruna sedang mengemasi barang-barangnya. Setelah hampir dua Minggu Aruna di desa Paman nya, hari ini pun Aruna kembali ke kota. Aruna yang selama berada di desa tidak pernah mengaktifkan ponselnya, begitu banyak panggilan dan chat yang masuk saat dia mengaktifkan ponselnya.
"Banyak sekali chat dan panggilan, apalagi dari nomornya Jihan. Pasti dia saat ini sedang kesal kepadaku. "Batin Aruna sembari memandangi ponselnya.
Sore hari nya Arun telah sampai di terminal bus kota. Aruna lebih memilih naik bus umum saat berpergian ke desa Paman nya. Selain hemat ongkos, Aruna juga sudah terbiasa bepergian menaiki bus.
Di terminal tidak sengaja Aruna berpapasan dengan seorang wanita yang pernah memakinya di restoran saat bersama dengan Rio.
"Eh, kamu kan wanita murahan yang bersama dengan Rio itu. Kenapa kamu bawa koper ? Apa kamu sudah di campakkan oleh Rio ?? Kasihan sekali kamu ya. Hahahaha. "Kata wanita itu sembari menertawai Aruna.
"Maaf mbak, saya permisi dulu. "Kata Aruna hendak berlalu. Tetapi tangannya ditarik secara kasar oleh wanita itu.
__ADS_1
"Mau kemana kamu ?? Apakah kamu ingin mencari mangsa selanjutnya setelah di campakkan oleh Rio ?? "Maki wanita itu.
Aruna merasa malas meladeni wanita itu, percuma berbicara tapi tak ada gunanya. Aruna hanya diam mendengar setiap hinaan dan makian wanita itu. Terakhir kali berhadapan dengan wanita itu, Aruna merasa sangat malu karena dimaki di depan banyak orang. Tidak jauh beda dengan hari ini, banyak mata yang memandang mereka.
"Maaf mbak, saya tidak tau siapa mbak dan apa hubungan mbak dengan Mas Rio. Saya juga tidak punya hubungan apa-apa dengan Mas Rio. Tolong berhenti memaki saya, toh juga mbak gak akan dapat apa-apa kan dengan menghina saya. "Tutur Aruna menatap wanita itu dengan wajah kesal menahan amarah.
"Gak usah sok suci hei. Paling juga kamu berhijab seperti ini hanya untuk menutupi aib-aib mu. Sudah berapa kali kamu tidur dengan Rio ? Dan sudah berapa banyak lelaki yang tidur dengan mu ?? "Kata Wanita itu yang terus menyudutkan Aruna.
"Semua manusia punya aib masing-masing mbak. Semua itu sudah di tutup oleh Allah. Dan kita punya hak untuk menutupi aib kita sendiri. Dan jangan pernah menilai orang lain sebelum mengetahui siapa dia. Aku hanya bertemu sekali dengan mu Mbak. Dan aku rasa kita tidak pernah ada permasalahan. Jadi tolong berhenti menghina ku Mbak. "Ucap Aruna sembari mengatup kan kedua tangan nya memohon agar dirinya diberikan jalan untuk lewat.
"Dasar wanita murahan. "Kata Wanita itu menarik hijab Aruna sehingga terlepas.
Aruna repleks berjongkok dan menunduk menutup wajahnya karena rambutnya sudah tergerai . Aruna menangis karena tidak tahan dengan perilaku wanita itu.
"Rio. Apa yang kamu lakukan disini ? Kenapa harus mengejar wanita ini hingga kesini ?? "Tanya wanita itu emosi.
Rio pun menarik hijab Aruna yang berada dalam genggaman wanita itu. Lalu menarik tangan Aruna dan mendekapnya dengan erat. Rio menutupkan kepala dan rambut Aruna kembali dengan hijab itu.
"Berhenti membuat kekacauan atau kau akan mendapatkan akibat nya. "Ancam Rio berlalu membawa Aruna yang masih berada dalam dekapannya.
Rio pun membawa Aruna masuk kedalam mobilnya, lalu masih tetap mendekap Aruna yang masih terisak dalam tangisannya. Rio masih setia mendekapnya untuk menenangkan wanita cantik itu.
"Sudah, jangan menangis lagi. "Ucap Rio
Aruna yang tersadar dari tangisannya pun refleks mendorong tubuh Rio dan segera merapikan hijabnya kembali.
__ADS_1
"Aku tidak ingin ikut dengan mu Mas. Aku naik taxi saja. "Ucap Aruna hendak keluar dari mobil.
Rio menahan tangan Aruna, lalu mereka beradu pandangan. Entah apa arti dari tatapan mereka itu. Aruna pun melepaskan genggaman tangan Rio di tangannya.
"Kenapa ?? "Tanya Aruna kesal.
"Dari mana saja ?? Kenapa tidak pernah chat WhatsApp lagi ?? " Tanya Rio
"Apakah itu perlu Mas. ? Dan apakah itu penting ?? "Aruna menjawab pertanyaan Rio dengan pertanyaan.
Rio hanya terdiam, bingung akan menjawab apa. Alasan apa yang di punya lelaki itu untuk menanyakan hal itu ??
"Aku akan mengantarkan mu pulang. "Kata Rio tak ingin melanjutkan pertanyaan nya lagi.
"Aku bisa pulang sendiri. "Ketus Aruna.
"Aku tidak ingin di bantah !! "Kata Rio lalu mulai mengemudi.
Aruna pun yang malas berdebat akhirnya mengikuti kemauan Rio untuk mengantarnya pulang.
Sesampainya di depan kos, Aruna pun segera turun sembari mengucapkan terima kasih lalu berlalu tanpa melihat dan tanpa menunggu jawaban dari Rio . Lelaki itu merasa kesal di abaikan begitu saja oleh Aruna, Rio memukul setir kemudinya.
Dengan hati yang dan perasaan yang kesal Rio kembali mengemudikan mobilnya untuk berangkat kembali ke kantor. Hari ini dirinya akan disibukkan dengan tugas kantor yang sudah menumpuk.
Sedangkan Aruna di dalam Kos nya hanya bisa terdiam dan termenung di depan cermin itu. Tak mengerti dengan semua yang terjadi. Wanita itu mulai lelah lalu beranjak ke atas ranjangnya. Tidak butuh waktu lama, Aruna sudah terlelap di alam mimpinya.
__ADS_1