Love Behind In The Mirror Image (Pengagum Bayangan Cermin )

Love Behind In The Mirror Image (Pengagum Bayangan Cermin )
~Toko Buku


__ADS_3

3 hari Jihan di rawat di RS setelah melahirkan, dengan perawatan yang prima. Setelah benar-benar pulih. Akhirnya hari ini mereka di bolehkan untuk pulang.



Jihan dan Rayhan memboyong anak pertama mereka kerumah. Di rumah sudah ada mama Hana, ada juga Aruna serta beberapa asisten rumah tangga mereka yang sudah mempersiapkan kejutan untuk menyambut cucu pertama dari mama Hana.



"Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarokatu. "Ucap Jihan dan Rayhan serempak.



Penghuni di dalam rumah pun menyambut dengan gembira. Mama Hana langsung memeluk Jihan, mengecup seluruh wajah nya.


Mama Hana merasa bersyukur di beri menantu yang baik, terpuji akhlaknya. Kebahagian nya ditambah karena Jihan telah memberikan cucu pertama untuk Mama Hana.



"Ayok. Duduk dulu sayang.. "Kata Mama Hana merangkul Jihan untuk duduk di sofa.



Mereka pun kemudian duduk di Sofa, ada Rayhan di samping Jihan. Dan ada Aruna di samping mama Hana.



Dan tak lama kemudian, Rio muncul sambil membawa kasur baby besar yang di perintahkan oleh Rayhan untuk membelikannya. Karna menurut nya Kasur yang di beli waktu itu kurang mewah.



Aruna yang melihat Rio merasa gugup, sedangkan Rio hanya bersikap biasa saja tanpa perduli ada Aruna.



"Mas, kenapa beli lagi ? Bukan nya kita udah beli yah ?? "Tanya Jihan merasa heran.


__ADS_1


"Mas ngerasa, yang kita beli pertama kurang mewah sayang. "Jawab Rayhan.



"Tapi kan Mas, yang pertama aja udah mewah dengan harga fantastis. Jangan buang-buang uang berlebihan Mas. "Tutur Jihan.



Jihan menyukai kesederhanaan, tidak terlalu suka akan kemewahan.



"Tidak apa-apa sayang, perusahaan Siddiq kita tidak akan bangkrut hanya karna membeli ini. "Kata Mama Hana menggendong cucu nya lalu meletakkan nya di atas tempat tidur dorong baby itu.



Jihan hanya tersenyum kecut, bagaimana lagi. Itu sudah keinginan suami dan mertuanya.



"Hmm. Jihan. Aku mau ke dapur aja yah. Bantuin bibi buatin teh. "Ucap Aruna.




Aruna merasa gugup berada satu ruangan dengan Rio, bukan karna apa-apa. Hanya saja dia takut tak bisa mengendalikan perasaan nya.


Niat hati ingin melupakan nya, niat hati ingin menjauh, jika bisa jangan berjumpa dengan Rio untuk beberapa saat ini. Tapi alhasil, mereka tetap saja bertemu dengan cara yang tidak diduga-duga dan tidak disengaja.



"Kalo gitu, boleh gak aku numpang kamar mandi ?? "Tanya Aruna.



"Boleh, silahkan aja. Anggap aja rumah sendiri Aruna. Gak usah merasa sungkan. "Ucap Jihan.

__ADS_1



Jihan tidak sadar bahwa Aruna sangat gugup saat bertemu dengan Rio.



Aruna berlalu ke kamar mandi, meninggalkan orang-orang yang ada di ruang tamu itu. Yang saat ini sibuk dengan urusannya masing-masing.



"Kenapa harus bertemu dengannya lagi sih ?? Aku kan mau move on dari Mas Rio. Gak mungkin rasa nya orang seperti ku mengharapkan yang sempurna seperti dia .? "Batin Aruna.



Saat Aruna keluar dari kamar mandi. Tiba-tiba saja Rio muncul, rasa nya saat ini jantung Aruna seakan meloncat keluar.


"Udah siap ?? "Tanya Rio.


"Hmm. Sudah Mas. "Kata Aruna menunduk.


Aruna Henda berlalu pergi, tapi di cegah oleh Rio.


"Aruna...... "Panggil Rio.


"Iyah. Ada apa Mas. "Kata Aruna mengehentikan langkahnya.


"Ada acara gak nanti sore ?? "Tanya Rio.


"Gak Mas. Memang nya kenapa ?? "


"Hmm. Bisa gak temani saya ke toko buku ? "Tanya Rio.


"Boleh Mas.


"Nanti saya jemput jam 5 yah. "Kata Rio lalu pergi masuk ke dalam kamar mandi. Tanpa mendengar persetujuan dari Aruna.


Aruna merasa heran dengan sikap Rio yang begitu cuek. Tapi dia adalah lelaki idaman bagi seorang Aruna.

__ADS_1



__ADS_2