
~***
Hari ini Aruna sudah di perbolehkan untuk pulang. Sebenarnya dokter menyarankan agar wanita itu di rawat selama 2 atau 3 hari . Tetapi Aruna menolak dan tidak betah berlama-lama di rumah sakit itu.
Aruna juga merasa tidak enak hati karena Rio yang menjaganya. Sedangkan kakak nya sendiri tidak peduli padanya.
Rio juga tak dapat memaksa, akhirnya Rio pun berinisiatif untuk mengantarkan Aruna pulang. Karena merasa khawatir Aruna akan bertemu bahaya lagi nantinya.
Sepanjang perjalanan, keduanya hanya diam membisu. Rio fokus menyetir sedangkan Aruna fokus dengan pemikirannya sendiri. Entah hal apa yang sedang difikirkan wanita itu.
"Mas Rio. Boleh kah aku bertanya ? "tanya Aruna memecah keheningan diantara mereka.
"Silahkan ... "Jawab Rio masih fokus menyetir.
"Mas, kenapa kamu mau membantu ku ? Dan kenapa harus repot-repot untuk ikut menjaga ku di rumah sakit ? "Kata Aruna dengan ragu-ragu dan takut membuat Rio marah akan pertanyaan nya.
"Menolong sesama itu adalah kewajiban. Aku tidak dapat menghubungi keluarga mu. Lagi pula aku tidak suka dengan kekerasan seperti ini. Aku akan menuntut mereka yang berbuat begitu kejam kepada mu. "Kata Rio melirik Aruna sekilas lalu kembali fokus menyetir.
"Mas Rio, sebaiknya tidak usah lah menuntut mereka, biarkan saja seperti itu. "Tutur Aruna
__ADS_1
Rio yang mendengar pun merasa heran, bagaimana bisa setelah mendapat kekerasan dan penganiayaan, wanita itu malah tidak ingin menuntut orang-orang yang telah menyakiti nya.
"Mengapa seperti itu ?? "tanya Rio bingung.
"Aku hanya tidak ingin berhubungan dengan hukum Mas.
"Lalu mereka akan terbebas begitu saja dan tidak mendapat hukuman dari perbuatan yang mereka lakukan padamu. "
"Hmm. Mas. aku pernah dengar ceramah seperti ini. "Andai setelah kehidupan dunia tidak ada kehidupan akhirat. Bukan kah begitu tidak adil nya Allah. ?? "Andai setelah mati tidak ada hari pembangkitan dan hari pembalasan, maka semua manusia akan berlomba-lomba melakukan sesuatu dengan cara apapun.
"Aku percaya bahwa Allah adalah pemilik hukum yang paling adil. "Kata Aruna menatap keluar jendela menikmati pemandangan pagi yang indah.
Akhirnya mereka telah sampai di halaman rumah Aruna. Rumah yang sederhana dengan halaman rumah yang cukup besar.
"Terimakasih sudah mengantarkan ku, menolong dan menjaga ku selama di rumah sakit. Aku tidak bisa membalas kebaikan mu Mas. Semoga Allah akan selalu mencurahkan nikmat nya kepada mu. "Kata Aruna tersenyum kepada Rio.
Rio juga membalas senyuman Aruna, lalu pamit untuk pulang. Rio masih memiliki 1 hari masa cutinya yang diberikan oleh bos nya itu.
Rio kembali ke apartemen nya untuk istirahat, badannya terasa sangat lelah seharian.
__ADS_1
***
"Aku tau kau sudah menetapkan takdir ku ya Rabb. Dan aku tidak mau melawan takdirmu. Tapi kali ini kumohon, izinkan lah aku sedikit egois . meminta seseorang yang mungkin aku sudah mencintainya. Entah sejak kapan.
"Takdirkan lah aku dengan lelaki yang namanya selalu aku bawa di dalam doa. Andai jalan itu sulit, maka permudah kan lah ya Allah....
Aruna yang selalu memanjatkan nama seseorang yang di cintainya dalam sepertiga malamnya.
**
Hari ini Aruna mengikuti sebuah pengajian dengan muallimah yang selalu membimbing nya. Dalam 2 jam ceramah yang di pimpin oleh muallimah itu. Bagi Aruna yang saat ini haus akan ilmu agama, merasa sangat puas dengan pengajaran yang diberikan oleh muallimah itu.
Banyak hal baru yang dipelajari nya, terlihat dari sikap , penampilan dan cara nya bertutur. Jauh lebih baik semenjak hatinya berusaha Istiqomah dalam agama Allah.
"Dibalik kata Istiqomah, banyak perjuangan yang harus di lalui. Banyak rasa sabar yang di hadapi. Antara menerima dan mengikhlaskan. Menerima sesuatu yang kadang hati tidak menginginkan, serta mengikhlas kan sesuatu yang hati sangat inginkan. ...
***
~Bersambung
__ADS_1