Love Behind In The Mirror Image (Pengagum Bayangan Cermin )

Love Behind In The Mirror Image (Pengagum Bayangan Cermin )
~Jihan VS Tifa


__ADS_3

1 hari setelah kejadian di cafe waktu itu, Jihan belum pulang kerumah suami nya kembali. Jihan ingin menetralkan suasana hati nya terlebih dahulu.



"Aku harus bisa berjuang untuk mendapatkan nya. Karna dia adalah suami ku. Seharusnya aku yang punya hak atas dirinya.


"Aku akan terus berdoa dan berusaha semampu ku untuk membuat nya bisa mencintaiku. "batin Jihan.



\*\*\*\*


Pagi itu Rayhan terbangun oleh alarm nya , biasanya ada Jihan yang membangunkan. Rayhan segera bangkit dan berlalu ke kamar mandi. Usai mandi Rayhan mencari-cari letak baju nya yang akan di gunakan ke kantor.



"Aku bahkan tidak tau, apa yang cocok aku gunakan hari ini. Biasa nya Jihan yang menyediakan pakaian ku.



Lalu Rayhan memakai baju nya dan pilihannya jatuh pada baju kemeja Coksu, dengan jas berwarna hitam. Bagi Rayhan yang memang sudah terlihat tampan , tidak masalah jika memakai pakaian seperti apa, tetap saja penampilannya akan begitu menggoda mata.



Selesai dengan aktifitas pakaian, Rayhan pun turun ke lantai bawah dan berjalan ke meja makan. Ternyata meja makan juga kosong, tidak ada apa-apa sama sekali.



"Biasanya ada makanan disini, ada bekal juga. Tapi sekarang tidak ada. Rumah terasa sepi karna wanita itu tidak ada disini. "kata Rayhan.



Dengan perut lapar dan tanpa bekal, Rayhan berangkat ke kantor dengan perut yang masih kosong. Beruntung kantin perusahaan hari itu sudah menyediakan berbagai jenis makanan dan sarapan di pukul yang masih begitu pagi.



\*\*\*\*


Jihan pun sampai di depan gerbang rumah mewah Rayhan Abryan Siddiq.


Jihan masuk dan melihat ruangan yang sepi tidak ada orang kecuali dia.



"Andai saja aku punya anak bersama Mas Rayhan, pasti rumah ini bakalan rame . "batin Jihan memperhatikan sekeliling.



Yang pertama di lakukan Jihan adalah menyapu rumah dan membereskan ruang kerja Rayhan. Mencuci pakaian Rayhan dan menyetrika pakaian kantor suaminya itu.



"Aku akan memasak untuk Mas Rayhan, sebagai ucapan maaf ku karna sudah 2 hari aku tidak pulang kerumah. "kata Jihan.



Semua sudah selesai di lakukan Jihan, memasak, menyapu dan menyuci. Jihan tidak pernah mengeluh akan pekerjaan nya itu. Baginya seorang istri harus mencuci pakaian suaminya sendiri, memasak serta melayani suaminya dengan baik.



Pukul 10 malam, Rayhan pulang. Tetapi Jihan sudah ketiduran karna menunggu Rayhan sedari tadi.


Sayang nya Rayhan tidak pulang sendiri malam itu, Tifa mengekor dibelakang nya dan memaksa untuk ikut. Dengan berbagai alasan dan aktingnya.


Rayhan tidak tau bahwa Jihan sudah pulang kerumah , dan terpaksa membawa Tifa masuk kerumah yang di tempati nya dan juga istrinya itu.


"Ray, ada makanan . Apa disini ada pembantu ? "tanya Tifa.


Rayhan terkejut bagaimana mungkin ada makanan di atas meja. Tiba-tiba dia teringat Jihan


"Apakah Jihan sudah kembali ? "Batin Rayhan.


"Tifa, kamu tidur di kamar sini saja ya. Besok aku akan mengantar mu kembali kerumah mu. "kata Rayhan menunjukkan kamar tamu kepada Tifa .


Dengan semangat dan senyuman, Tifa pun masuk ke kamar yang terbilang megah itu. Tetapi masih tetap kamar yang digunakan oleh Jihan adalah kamar utama di rumah ini.

__ADS_1


Rayhan yang memang begitu lapar pun makan dengan lahapnya. Dan benar saja, Rayhan terasa familiar dengan rasanya. Dan itu sudah sangat jelas masakan Jihan .


Setelah selesai makan, Rayhan beranjak naik ke kamar atas dan singgaj di depan pintu kamar yang di tempati Jihan.


"Tidak di kunci. "batin nya.


Rayhan pun masuk ke kamar dan mencari keberadaan Jihan. Ternyata Jihan tertidur di atas sejada dan masih menggunakan mukena .


Rayhan membuka mukena yang membungkus tubuh Jihan. Ternyata Jihan hanya menggunakan daster yang cukup terbuka. Rayhan mengangkat Jihan perlahan agar tidur nya tidak terganggu.


Tanpa sengaja Daster Jihan terangkat ke atas sehingga memperlihatkan kulit paha nya yang begitu putih dan mulus.


Rambut nya yang panjang terurai begitu saja, ini adalah pertama kali nya Rayhan melihat Jihan tanpa menggunakan Hijab nya.


Rayhan menelan Saliva nya kasar, bisa-bisa nya Junior nya hidup seketika. Hanya karna melihat tanpa menyentuh nya.


Tidak ingin tersiksa dengan syahwat nya yang sudah mencapai sampai ke ubun-ubun, Rayhan segera menyelimuti Jihan dan beranjak masuk ke kamar mandi.


Entah apa yang dilakukan Rayhan di dalam kamar mandi itu, mungkin menuntaskan hasrat nya yang tak bisa ia salurkan.


***


Adzan Subuh berkumandang, Jihan terbangun dari tidurnya.


"Bukan kah semalam aku tertidur di sejadah, dan mukena ku, siapa yang membukanya ?


Jihan masih terus berfikir.


"Mungkin semalam aku terbangun tanpa sadar. "kata Jihan.


Jihan pun bangun dan segera berwudhu. Seperti biasa Jihan akan sholat dan mengaji. Bermunajat kepada Allah, dan masih sama, terus mendoakan suami yang di cintai nya tanpa ada balasan.


Tak lupa selalu membaca surah Ar-rahman.


"Aku membuka bacaan ku, menyebut namamu dengan surah Al-Fatihah, berharap hati mu akan terguncang dengan surah Al-zaljalah. Semoga hati mu tidak keras seperti surah Al-hadid, Sehingga aku melantunkan Ar-rahman yang lembut, seperti hati mu yang sebenarnya sangat lembut.


Selesai dengan Sholat dan mengaji, Jihan membereskan kembali mukenah dan menyimpan kembali Al-Qur'an nya.


Jihan menggunakan kembali Hijab nya. Dan berlalu ke dapur untuk memasak.


"Bahan makanan hampir habis, ikan dan daging juga tidak ada lagi . Aku akan masak nasi goreng saja. "kata Jihan.


Hanya dengan waktu 25 menit , nasi goreng sudah selesai di masak.


"Aku akan menata nya di meja makan. "kata Jihan.


Jihan menaruh makanan di meja makan, lalu menutup nya dengan tudung saji.


"Hari masih belum terang, aku akan pergi ke taman belakang, pasti udara disana sangat sejuk. "Katanya.


Jihan pun pergi ke taman belakang rumah, sudah dua hari Jihan tidak mengunjungi taman kesukaan nya itu.


"Wah, bunga mawar nya sudah mekar dengan sangat indah. Dan buah mangga dan Jambu madu nya juga sedang berbuah ranum. "kata Jihan dengan senyum dan hati yang sangat bahagia.


Jihan kembali ke dapur untuk mengambil keranjang. Buah mangga yang sudah matang dipilih nya satu persatu dan juga buah jambu dimasukkan ke keranjang buah.


Jihan kembali ke dapur dan mencuci semua Buah yang di petik nya di taman belakang. Lalu menaruh nya di atas meja makan.


"Aku suka sekali bunga ini, harum dan sangat indah. "kata Jihan.


Bunga mawar yang sedang mekar itu di gunting nya , sekitar 6 tangkai setiap satu warna. Ada mawar merah dan juga mawar putih.


Jihan kembali naik ke kamar dan mencari vas bunga dengan kaca bening transparan. Lalu meletakkan bunga mawar putih dan merah secara terpisah. Satu di letakkan di kamar Jihan dan satu lagi di letakkan di meja ruang kerja Rayhan.


Setelah selesai dengan aktifitas nya, Jihan kembali ke kamar nya untuk mandi.


Jihan memoles sedikit wajahnya dengan bedak, tidak terlalu tebal. Lalu memakai liptin senatural mungkin. Memakai Hijab nya kembali. Wajahnya yang hanya memakai bedak natural terlihat sangat manis.


Saat Jihan turun ke bawah, tidak sengaja Jihan melihat seorang wanita tengah duduk di meja makan dan sedang memakan nasi goreng yang di masak Jihan.


"Siapa dia ? "batin Jihan.


Semakin Jihan mendekat, jantung nya semakin berdegup kencang dan tangan nya mulai gemetar saat melihat wanita yang dilihat nya waktu di cafe itu.


Jihan tak ingin mendekat melanjutkan langkah nya, dia memilih berbalik dan berjalan kembali menuju kamar nya. Saat Jihan hendak berjalan ternyata Tiga melihatnya.

__ADS_1


"Hei, kamu mau kemana ? Apakah kamu pembantu dirumah ini ? "tanya Tifa.


Langkah Jihan pun terhenti saat Tifa mengatakan dirinya adalah pembantu. Jihan berbalik dan menatap Tifa.


"Eh. Ternyata kamu wanita yang waktu di cafe itu. Apa yang kamu lakukan disini ? "Oh, kamu pembantu disini ya ? Tapi kenapa Rayhan malah memilih pembantu seorang anak ingusan seperti kamu ya ? "kata Tifa merendahkan Jihan.


Penampilan Jihan memang kalah dewasa dari Tifa, umur mereka juga terpaut selisih 7 tahun. Wajar saja jika Jihan terlihat lebih muda dari Tifa dan Rayhan.


Jihan tidak ingin mengambil pusing ucapan Tifa, lalu berlalu dari hadapan wanita itu. Tetapi Tifa dengan cekatan menarik tangan Jihan dengan kuat.


"AW. Sakit. "Rintih Jihan.


"Kau, pembantu murahan, seperti dirimu bisa belagu di depan ku. Apa kau tidak tau aku akan menjadi nyonya mu sebentar lagi. "bentak Tifa.


"Maaf nona, seperti nya Anda salah sangka. Saya bukan pembantu. Saya adalah Istri Rayhan Abryan Siddiq. "kata Jihan tersenyum.


"Ha. Kamu bermimpi ya. "kata Tifa tertawa terbahak-bahak dan menunjukkan wajah nya yang meremehkan Jihan.


"Kamu istrinya ? Sedangkan dirumah ini tidak terpajang photo pernikahan kalian ? Impian mu terlalu tinggi. Dasar pembantu. "kata Tifa mendorong Jihan hingga terjatuh ke lantai.


Jihan dengan susah payah bangkit karna kaki nya yang sakit akibat di dorong oleh Tifa.


"Aku tidak peduli sekalipun itu adalah suami kamu. Aku akan merebut nya kembali dari mu dan membuat mu menjanda di usia muda mu. "kata Tifa tertawa licik.


"Aku tidak takut nona. Silahkan saja , karna sejatinya Allah tidak akan memudahkan niat kotor wanita yang ingin merusak rumah tangga orang lain. Aku akan bertahan . Aku akan menggap dirimu saat ini sebagai ujian . "kata Jihan.


"Rayhan itu milikku. Aku adalah kekasihnya. Dihatinya hanya ada aku. Hanya aku yang bisa memiliki nya. "sambung Tifa


"Jika dia milikmu, mengapa Allah malah menitipkan nya kepada ku bukan kepada mu ? Allah maha tau apa yang tidak diketahui oleh manusia. Silahkan kamu berjuang Nona untuk mendapatkan suami ku.


Sekuat apa perjuangan mu mendapatkan nya. Maka doa ku akan lebih kuat untuk menarik yang memang hak ku. "kata Jihan dan berlalu dari hadapan Tifa.


"Kau. Dasar wanita murahan. "maki Tifa.


Jihan berbalik dan tersenyum kepada Tifa.


"Bukankah kata-kata itu seharusnya ditujukan untuk mu Nona ? "kata Jihan tersenyum.


Tifa yang mendengar perkataan Jihan pun mati kutu, membuat nya kesal dan melemparkan gelas berisi susu itu Ke dinding.


Hal itu pun tak luput dari pandangan Rayhan. Rayhan menyaksikan semua kejadian hari ini. Ada rasa salut di hatinya melihat Jihan yang menjawab setiap perkataan Tifa dengan santai tetapi sangat menohok hati.


Rayhan pun tidak terlalu memperdulikan Tifa yang sedang mengamuk di meja makan.


Semenjak Dua bulan kembali bersama dengan wanita itu, sifatnya semakin bar-bar saja. Rayhan mulai tak nyaman dengan sikap kasar yang suka membentak orang lain.


Rayhan menghampiri wanita yang sedang mengamuk itu.


"Ray, kenapa kamu tidak bilang jika kamu sudha menikah ? "kata Tifa.


"Aku memang sudah menikah, kau tidak pernah bertanya kepada ku. Ini adalah alasan ku untuk tidak membawa mu kerumah ini.."kata Rayhan.


"Tinggalkan dia dan menikah lah dengan ku. "kata Tifa memohon.


"Aku tidak bisa, dia adalah wanita pilihan mama. Aku tidak akan menyakiti hati mama. "jelas Rayhan.


"Wanita tua itu selalu saja mengahalangi, dulu aku juga tidak pernah direstui dengan Rayhan. "batin Tifa.


"Tapi kamu tidak mencintainya kan ? Kenapa harus bertahan ? Tinggalkan dia. "kata Tifa.


"Sudahlah Tifa, kau tau aku sudah memiliki istri. Kedepannya terserah pada mu saja. "kata Rayhan.


Tifa yang kesal pun melempar kembali gelas yang ada di atas meja makan. Tapi Rayhan tetap tidak peduli akan aksinya yang marah-marah.


Tidak ingin melihatkan belang sesungguhnya, Tifa memilih pergi dari rumah Rayhan.


"Aku akan kembali wanita sialan. Aku akan membuat Rayhan bertekuk lutut kepada ku. "Batin Tifa.


Sedangkan Jihan yang tadinya terlihat kuat, saat ini hatinya sedang remuk. Bagaimana bisa Rayhan membawa wanita itu ke rumah.


Jihan menangis sejadi-jadinya di kamar itu, memandang photo pernikahannya yang ada di rak meja rias.


Suasana hatinya sedang kacau, sakit, perih. Tak mampu dijelaskan dengan kata-kata.


"Sesakit ini kah mencintai tanpa dicintai ? "kata Jihan kepada photo pernikahan yang dipegangnya.

__ADS_1



Bantu like dan komennya yah kakak-kakak.


__ADS_2