Love Behind In The Mirror Image (Pengagum Bayangan Cermin )

Love Behind In The Mirror Image (Pengagum Bayangan Cermin )
~Hotel Bintang lima


__ADS_3

~Dulu aku sudah melangitkan nama mu untuk menjadi pendamping mu di hidup mu. Tapi saat ini aku ingin melangitkan kembali agar aku akan menjadi pendamping hidup mu sesungguhnya. Bukan sebagai pengalaman hidup mu. "


*******


Jihan yang sudah gerah dengan pakaian nya yang cukup berat. Hendak mengganti pakaian nya. Beruntung mama Hana sudah memberikan paper bag yang berisi pakaian kepada Jihan.


Jihan langsung masuk ke kamar mandi dan melakukan ritual mandinya. Saat Jihan hendak membuka paper bag pemberian mertua nya itu. Mata Jihan melotot sempurna melihat pakaian minim yang ada tersedia.


"Kenapa pakaian ini dijual seperti ini sih. Sudah jelas ini pakaian kekurangan bahan.. "batin Jihan.


Bulu kuduk nya seakan ikut merinding melihat pakaian itu. Mau tak mau Jihan tetap memakai nya. Tidak ada pilihan lain.


"Tidak mungkin kan aku pakai baju yang sangat merepotkan ini tidur " kata Jihan.


Jihan pun keluar dari kamar mandi dengan menggunakan handuk yang dipakai untuk melilit badan nya yang terekspos sempurna.


"Ini adalah pertama kali dalam sejarah hidup ku. Menggunakan pakaian yang kurang bahan seperti ini. "kata Jihan pada pantulan diri nya di cermin meja rias.


"Bisa-bisa Mas Rayhan bakal mikir bahwa aku akan menggoda nya. Tapi Mas Rayhan kemana yah ? Kenapa gak ada di kamar ? "kata Jihan.


Jihan masih setia menunggu Rayhan , untuk menghilangkan rasa bosannya. Jihan pun berjalan ke arah balkon hotel itu.


Pemandangan malam yang begitu menakjubkan. Suasana yang damai, dan jauh dari keributan jalanan.


Sudah pukul 1 dini hari, tapi Rayhan tak kunjung kembali ke kamar. Jihan sudah mulai mengantuk menunggu Rayhan datang.


"Malam ini adalah malam pertama bagi ku, apa penampilan ku ini bisa membuat mas Rayhan puas tidak yah ? Atau ini terlalu berlebihan. "batin Jihan.


Jihan yang kala itu merasa sedikit takut karna memikirkan bagaimana dia akan menjalani malam pertama nya nanti dan bagaimana cara nya melayani suami nya dengan baik.


"Aku merasa lelah dan sangat mengantuk. Tapi kenapa Mas Rayhan belum pulang yah ? Apa aku tidur saja lebih dulu. Tapi ini kan malam pertama kami. Apabila aku tidur duluan. Nanti aku bakalan berdosa karna sudah membuat suami ku menunggu-nunggu. "batin Jihan.




Ceklek.....


Suara pintu kamar pun terbuka, menampakkan wajah Rayhan. Rayhan yang kala itu hanya menggunakan baju oblong biasa dengan penampilan santai. Tetap membuat wajah tampannya terpancar begitu menawan.



"Mas, kamu udah datang ?? Kamu dari mana mas ? "kata Jihan .



Rayhan melihat Jihan dari ujung kepala sampai ujung kaki nya.



Jihan yang dipandangi oleh Rayhan pun merasa gugup karna Rayhan tiba-tiba berjalan mendekat ke arah nya.



"Apa mas Rayhan akan memintak hak nya malam ini ? "batin Jihan merasa gugup.



Rayhan menarik selimut yang ada di tempat tidur, dan melemparkan nya dekat kaki Jihan.



"Tolong tutupi tubuh mu itu , aku sangat tidak berminat dan mata ku sakit melihat mu seperti itu. "kata Rayhan berpaling.



Jauh dihatinya yang dalam, Jiwa lelakinya sudah membara melihat tubuh Jihan yang terekspos sempurna. Tetapi ditutupi, karna keras nya hatinya dan mungkin karna masih ada rasa luka mendalam yang masih tersisa.



Jihan yang mendengar hal itu hanya bisa mematung, seakan tak yakin dengan ucapan Rayhan. Bagai mimpi tapi terasa sangat sakit menikam ke ulu hati.



Rayhan yang tidak ingin memperkeruh suasana pun pergi meninggalkan Jihan di kamar itu sendirian.



Kaki nya yang sedari tadi dipaksa untuk menopang tubuhnya yang gemetar. Sekarang sudah tak sanggup . Jihan luruh ke lantai disamping tempat tidur itu.



Jihan menarik selimut dan menutupi seluruh tubuhnya. Tidak ada air mata yang keluar, Jihan hanya terdiam dan tak pernah berfikir dengan yang baru saja di dengar nya.

__ADS_1



"Jika tidak ingin menikah. Lantas kenapa melamar ku ? "batin Jihan.



Seakan sakit nya sampai tak bisa mengeluarkan air mata. Jihan hanya memeluk kedua lutut nya dan menelungkup kan wajah nya di tumpuhan lutut nya itu.



Sampai hampir mendekati waktu shubu Jihan tidak tidur semalaman. Terdengar kumandang adzan Subuh . Jihan mendekati sebuah lemari dan di sana ternyata ada satu pasang mukena yang masih berbungkus dengan rapi.



Jihan segera membersihkan tubuhnya, menetralkan suasana hatinya yang sedang kacau. Lalu melaksanakan sholat subuh nya dengan kusut. Hingga tiba di doa nya, Jihan menangis terseduh.



"***Ya Allah. Apakah ini adalah ujian mu untuk ku ? Apa kau saat ini sedang menguji hati ku ya Rabb ? Jika ini adalah ujian bagi ku. Maka kuat kan hati ku mengahadapi semua ini ya Allah. Sungguh aku tak akan kuat. Berikan aku rasa sabar yang luas agar aku senantiasa bisa menjadi istri yang menerima segala kekurangan dan keburukan suami ku ya Allah. Amin ya Rabbal alamin***.



\*\*\*\*\*


Bahkan sampai pagi Rayhan tak kunjung datang menemui Jihan. Mungkin dia berada di kamar sebelah.


Karyawan hotel yang bertugas hari ini mengantarkan makanan ke kamar Jihan.


Jihan yang tidak memiliki pakaian tertutup dan hijab untuk menutupi kepalanya pun bingung saat karyawan hotel itu mengetuk pintu kamar.



Jihan mendekat dan berbicara siapa gerangan. Ternyata suara seorang wanita. Jihan pun mempersilahkan masuk karena sesama wanita jadi tidak masalah jika aurat nya terlihat.



"Wah mbak pengantin baru yah. Tentu semalaman hal yang melelahkan. "kata Nya.



Jihan hanya tersenyum dan tidak mengerti maksud perkataan dari karyawan itu.




"Baiklah Mbak. Saya akan menyediakan permintaan mbak. Nanti saya akan mengantar langsung ke kamar Mbak ya. "kata karyawan hotel itu.



"Terimakasih sebelumnya ya mbak.."kata Jihan.



Karyawan itu hanya tersenyum tulus kepada Jihan, tidak seperti karyawan yang di temui Jihan kemaren. Yang menggosipi tamu nya, dan Jihan sangat tidak suka dengan hal itu.



\*\*\*30 menit kemudian.



Pakaian yang diminta Jihan sudah di antar langsung oleh karyawan yang tadi. Kebetulan warna nya adalah warna kesukaan Jihan, warna coklat muda dan tidak menyolok. Jilbab syar'i yang senada dengan bajunya.



Jihan yang sudah selesai memakai pakaian nya dan sudah tampak segar walau tak sesegar hatinya.


Jihan duduk di balkon kamar untuk menunggu Rayhan datang.


Dan benar saja, tidak perlu waktu lama Rayhan datang mengahampiri Jihan.



"Hari ini kita akan pulang lebih dulu ke rumah ibu, setelah itu kita akan pindah ke rumah ku sendiri. "kata Rayhan dengan wajah datar nya.



"Baiklah Mas. Apa kamu tidak lapar mas ? Mari kita makan dulu. Tadi aku udah pesan makanan mas. "kata Jihan menawarkan.



"Tidak perlu, aku sedang terburu-buru. Kamu segeralah berkemas. Kita akan segera berangkat. "kata Rayhan.

__ADS_1



"Tapi mas aku sangat lapar. Bisakah aku makan terlebih dahulu ? "kata Jihan.



"Terserah kamu saja. "kata Rayhan berlalu dari balkon dan duduk di sofa dekat lemari kamar itu...



Jihan pun makan dengan lahap nya, karna dari semalam Jihan tidak makan dan tidak minum apa pun juga.



\*\*\*\*\*\*\*



...***Rumah keluarga Siddiq***....



Mobil sport mewah itu sudah sampai di depan rumah keluarga Siddiq, parkiran yang sangat luas dan mobil yang tersusun rapi.



"Ayo masuk . Bersikap lah seakan tidak terjadi sesuatu yang salah. "kata Rayhan.



Di depan mama Hana, Jihan terpaksa menunjukkan kebahagiaan palsu nya. Tidak ingin merusak suasana bahagia mertuanya.



"Ma, Rayhan dan Jihan akan pindah kerumah yang pernah Rayhan beli dulu. "kata Rayhan.



"Kenapa tidak tinggal di sini aja Nak .? "tanya Mama Hana.



"Rayhan pengen mandiri ma, lagian kan sudah ada Jihan yang akan mengatur semua perlengkapan dan kebutuhan Rayhan. "kata Rayhan.



"Jihan, kamu mau yah tinggal disini. "bujuk mama Hana.



"Ma, Jihan mau tinggal disini kog. Tapi kan tidak baik jika Jihan malah tinggal terpisah dengan mas Rayhan. Jihan akan ikut kemana mas Rayhan. "tutur Jihan.



"Baiklah. Kalian harus sering-sering berkunjung kemari. "kata Mama Hana.



"Tentu ma. "jawab Jihan.



Mama Hana yang merasa bahagia melihat anak nya sudah memiliki pendamping yang baik.



"Ma , kita pamit dulu yah. "kata Rayhan menyalami mama nya dan di ikuti oleh Jihan.



"Hati-hati yang sayang. Dan kamu Ray, sayangi dan cintai istri mu setulus hati mu. Istri mu adalah wanita yang baik. "kata Mama Hana mengelus pundak Jihan.



"Iya ma. "kata Rayhan.



Mereka pun berpamitan kepada mama Hana. Rayhan bukan tidak ingin tinggal lebih lama di rumah mama nya. Hanya saja Rayhan tidak mau melihat mama nya khawatir tentang nya karna belum bisa menerima Jihan sebagai istrinya.



Entah sampai kapan hati seorang Rayhan Abryan Siddiq akan terbuka kembali.

__ADS_1


Semoga Jihan mampu mengikis kerasnya hati Rayhan.


__ADS_2