Love Behind In The Mirror Image (Pengagum Bayangan Cermin )

Love Behind In The Mirror Image (Pengagum Bayangan Cermin )
~Rumah Jihan


__ADS_3

****


Malam itu dirumah , Jihan Rayhan beserta ayah ibu dan juga adik nya sedang makan malam di meja makan sederhana itu.


Menu makanan malam itu begitu banyak, karena Rayhan yang meminta agar Jihan memasak lebih banyak.


"Mas, makanan malam ini banyak banget . Apa boleh di habisin ini semua. ? "tanya Rangga adik Jihan yang paling bungsu.


"Tentu boleh Rangga, makan lah lebih banyak. "Kata Rayhan tersenyum


"Makan pelan-pelan dek, tidak ada yang berbuat makanan dengan mu. "Lanjut Jihan.


"Bang Ikhsan akan merebut makanan ku nantinya. "Kata Rangga terus mengunyah.


"Siapa yang mau merebut makanan mu anak kecil ? Makan lah lebih banyak, supaya kau lebih cepat besar dan gemuk. "Ejek Ikhsan adik Jihan yang baru selesai sekolah tingkat SMA.


Mereka lalu tertawa bersama melihat tingkah anak-anak kecil itu.


Usai makan malam, Jihan pun mencuci semua piring kotor. Sedangkan Rayhan dan yang lainnya berada di ruang tamu.


Jihan membawakan beberapa makanan ringan, seperti biskuit untuk di makan sambil mengopi.


"Apa kamu masih bekerja di PT produksi ikan itu Ikhsan ? "Tanya Rayhan.


"Benar Mas, mau kerja kemana lagi. Tamatan Ikhsan kan cuma SMA. "Jawab Ikhsan.


"Apa kamu tidak ada niat mau kuliah lagi ? "tanya Rayhan.

__ADS_1


"Sebenarnya Ikhsan pernah ingin kuliah, tapi ayah tidak sanggup untuk membiayai kuliahnya. Kamu kan tau sendiri bapak kerja nya hanya seorang buruh. "Kata Ayah Jihan.


Mendengar hal itu tentu saja membuat hati Rayhan tercubit.


"Bagaimana bisa, aku sebagai seorang pengusaha bahkan membiarkan keluarga istri ku serba kekurangan. "Batin Jihan merasa sedih.


"Bagaimana jika Mas menguliahkan mu di tempat yang kau mau ? "Tawar Rayhan.


"Apa Mas tidak bercanda ? "Tanya Ikhsan.


"Tentu tidak, kenapa harus bercanda sih. "Kata Rayhan menatap Jihan yang baru saja duduk di dekat nya.


"Apa tidak merepotkan Mas ? "Tanya Jihan.


"Tidak sayang, sekarang itu kebutuhan adik-adik mu akan menjadi tanggungjawab Mas. "Tutur Jihan.


Rayhan tersenyum dan mengelus kepala Jihan yang masih tertutup rapi dengan Hijab nya.


"Terimakasih ya Nak Rayhan. Bapak gak tau harus bilang apalagi. "Kata ayahnya Jihan.


"Tidak perlu sungkan ayah. Kita kan keluarga. Adik Jihan berarti adik nya Rayhan juga kan Ayah ? "Kata Rayhan tak ingin membuat ayah mertuanya itu merasa tidak enak hati .


******


Kamar Jihan.


"Mas, apa kita Tidak pulang ? "tanya Jihan.

__ADS_1


"Tidak sayang, kita akan di sini selama 3 hari ke depan. Mas akan menemani mu disini. "Tutur Rayhan.


"Apa Mas tidak bekerja ? "Tanya Jihan lagi.


"Mas ingin cuti dulu. Kan ada sekretaris pribadi Mas yang akan menghendel pekerjaan di kantor.


"Mas ingin mengajak Ikhsan dan Rayhan jalan-jalan. Mas juga ingin membagi waktu dengan mu sayang " Kata Rayhan merebahkan kepalanya di atas paha Jihan.


"Makasih ya Mas. "Ucap Jihan mengelus rambut Rayhan.


Banyak perbincangan antara Jihan dan Rayhan.


Saat ingin beranjak, Jihan di tahan oleh Rayhan.


"Sebentar lagi sayang, Mas masih ingin seperti ini. "Tutur Rayhan.


Jihan yang masih memangku kepala suaminya di atas pahanya, membelai rambut hitam lembut suaminya.


"Aku butuh perjuangan hingga sampai di tahap seperti ini. Dimana aku harus mengagumi mu dalam diam dan doa ku. Mencintaimu dalam sepi ku. Mencintaimu dalam bayangan. Hingga Allah menyatukan hati mu dan hati ku dari jalan yang begitu tak ku sangka.


"Aku bahkan pernah berfikir bahwa mustahil aku akan memiliki mu, Maka sejak saat itu aku ingin menutup rapat hatiku, mengunci hatiku agar tak mengharapkan cinta mu. Hingga aku berani berjalan hingga sejauh ini. Melangitkan nama mu berulang kali. Ternyata Allah memiliki Skenario yang begitu indah bagi Hamba-nya.


"Terimakasih Rabb, telah mendengar dan mengabulkan doa ku yang kupanjatkan padamu.


" Batin Jihan....


~Bersambung.

__ADS_1


__ADS_2