Love Behind In The Mirror Image (Pengagum Bayangan Cermin )

Love Behind In The Mirror Image (Pengagum Bayangan Cermin )
~Berangkat Ke Australia


__ADS_3



Liburan telah usai, Rayhan sudah kembali ke kantor melakukan tugas seperti biasanya.


Di meja kerjanya sudah tertumpuk berkas yang harus di tandatangani oleh Rayhan.



"Tuan, besok kita harus kembali lagi ke Australia, banyak yang harus kita pantau di sana. Perkembangan perusahaan desain perhiasan yang ada disana mengalami masalah. "Kata Rio sekretaris pribadi Rayhan.



"Baiklah. Siapkan segala perlengkapan yang akan di butuh kan untuk ke Australia. " Jawab Rayhan sembari menandatangani map yang tersusun rapi di atas meja.



Rio pun segera keluar dari ruangan Rayhan, dan mengurus segala persiapan untuk keberangkatan esok hari.


Pekerjaan yang menumpuk membuat Rayhan terlambat pulang hari ini.


Hingga pukul 10 malam, Rayhan baru sampai dirumah. Beruntung Rayhan sudah mengabari Jihan bahwa dirinya akan terlambat pulang.



~~~Ceklek.


Suara pintu terbuka membuat Jihan bangkit dari sofa, karena bosan menunggu Rayhan pulang, Jihan menonton di sofa. Sudah berjam-jam dirinya uring-uringan di sofa karena menunggu kepulangan suaminya.



"Mas, kamu sudah pulang. "Kata Jihan menghampiri Rayhan.



"Sudah. Kenapa menunggu ? Kenapa tidak tidur lebih dulu ? "Tanya Rayhan



"Hmm, Jihan gak bisa tidur sendirian Mas. "Kata Jihan memeluk lengan suaminya.



"Apa sudah terbiasa tidur di temani ya ? Jadi kalo Mas gak ada dirumah atau Mas ada kerjaan di luar negeri gimana dong ?? "kata Rayhan sembari berjalan ke kamar dengan Jihan yang masih memeluk lengan suaminya.



"Apa Mas mau pergi ya ? "Tanya Jihan dengan raut wajah sedih.



"Nanti Mas ceritakan ya, sekarang tolong siapin air hangat . Mas mau mandi, gerah rasanya. "kata Rayhan

__ADS_1



"Hmm. Baiklah Mas. "Jawab Jihan berlalu untuk menyiapkan air mandi suaminya.



\*\*\*\*\*\*



Usai Rayhan mandi, hanya menggunakan celana pendek selutut dan oblong santai. Rayhan pun mendekat duduk di samping Jihan yang sedang membaca majalah.



"Sayang, Besok Mas mau berangkat ke Australia . "kata Rayhan memulai pembicaraan.



"Kenapa mendadak Mas ? "Tanya Jihan



"Ada masalah yang harus Mas selesaikan di sana sayang. Perusahaan yang Mas rintis di sana sedang mengalami masalah. "Ucap Rayhan memijit kepala nya yang terasa berdenyut.


Rayhan yang merasa kepala nya pusing, merebahkan kepalanya di pangkuan Jihan. Jihan merasa iba melihat suaminya yang harus kerja keras setiap saat. Sambil memijit-mijit pundak dan juga kepala Rayhan.



"Mas, kamu harus jaga kesehatan. Kerja sih kerja Mas. Tapi perhatikan juga kesehatan kamu. Kamu butuh istirahat yang cukup Mas. "Ucap Jihan sedih karena melihat suaminya




Rayhan yang masih berbaring dengan kepalanya ada dipangkuan Jihan menarik tengkuk Jihan hingga hidung mereka bertabrakan. Rayhan mengecup bibir mungil Jihan.



"Sayang, Jangan seperti ini ya. Jangan sedih. Nanti Mas gak tega ninggalin kamu. Andai aja Mas bisa membawa kamu pasti Mas gak bakal ninggalin kamu disini. "Ucap Rayhan menangkup pipi Jihan .



"Gak apa-apa Mas, Tapi nanti Jihan di antar ke rumah ibu aja ya. Jihan pengen nemani ibu. "Pinta Jihan kepada Rayhan.



"Baiklah sayang. "Dengan Rayhan yang mengecup kening Jihan.



Malam itu Rayhan tertidur di dekapan sang istri, begitu juga sebaliknya. Masing-masing tidur dengan posisi berpelukan. Baik Jihan atau Rayhan, Tak ada yang ingin melepaskan pelukan hangat nya.


__ADS_1


\*\*\*\*\*\*



Pagi itu Rayhan sudah siap dengan semua barang yang akan di bawa ke Australia. Jihan sangat cekatan dalam menyiapkan kebutuhan Rayhan. Apa yang di suka dan tidak disuka oleh suaminya itu.



Rio sekretaris pribadi Rayhan sudah datang menjemput nya, Masih ada waktu sekitar 1,5 jam lagi sebelum jam keberangkatan.



"Rio, kita antar istri ku dulu ke rumah ibu ya. Baru setelah itu kita ke Bandara. "Ucap Rayhan membukakan pintu mobil untuk istrinya.



"Baiklah Tuan.."Jawab Rio.



Rayhan dan Jihan duduk di bangku belakang, tinggallah Rio dengan ke jombloan nya. Jiwa jomblo nya seakan terkikis habis karena kemesraan yang di tunjukkan oleh Rayhan kepada Jihan.



"Sabar yah Bang Rio, nanti Author jodohin sama cewek yang sesuai sama selera Babang Rio.



\*\*\*\*



~Rumah orang tua Jihan.



"Sayang, Mas gak ikut masuk ya. Keburu telat ke Bandara. "Kata Rayhan.



"Iya Mas, tidak masalah. Mas hati-hati ya. Makan teratur dan istirahat yang cukup. "Jelas Jihan dengan tegas.



"Baiklah sayang. Oiya, ambil ini untuk keperluan kamu selama Mas di Australia . Kalo ada apa-apa kabari Mas. "Kata Rayhan memberikan kartu berwana gold kepada Jihan.



"Makasih mas. "Lanjut Jihan dengan menyalam dan mengecup telapak tangan suaminya itu.



Rayhan membalas kecupan untuk Jihan di keningnya, dan tak lupa pelukan terhangat yang selalu dirindukan oleh Istrinya itu.

__ADS_1



~~~Bersambung


__ADS_2