
~~
Sesampainya Rio di Apartemen, ia langsung duduk di sofa melepas rasa lelah yang menghampirinya. Setelah duduk sekitar 5 menit, Rio pun segera membersihkan tubuhnya yang sudah benar-benar lengket.
"Tubuh ku terasa remuk, sudah berapa hari ini aku selalu saja lembur untuk memperbaiki kesalahan si pengkhianat itu. "Ucap Rio dengan sangat kesal.
Setelah selesai dengan ritual nya dan sudah memakai baju santai, Rio melangkah ke ranjang king size nya. Tubuhnya di hempaskan begitu saja di ranjang nan empuk itu. Apartemen mewah yang ia miliki adalah hasil dari kerja kerasnya selama ini.
Rio mengambil ponselnya yang tadi ia letakkan di atas nakas di samping ranjang nya. Rio juga masih sempat membaca pesan terakhir Aruna kepadanya. Entahlah, mengapa wanita itu sangat perhatian kepadanya. Dan tidak dengan waktu yang lama, Rio sudah terlelap dalam tidurnya.
Pukul 04.55, Aruna terbangun karena suara adzan berkumandang menandakan waktu shubuh sudah datang. Aruna segera membersihkan dirinya ke kamar mandi, lalu berwudhu. Aruna melaksanakan sholat shubuh nya dengan sangat khusuk.
"Hari ini aku ada janji dengan Jihan, kami akan pergi ke taman di hari libur ini. "Batin Aruna dengan semangat.
Aruna membayangkan akan bertemu dengan baby Fathy. Dia merasa sangat merindukan anak kecil itu.
Tepat pukul 07.40, Aruna pun segera berangkat ke rumah Jihan dengan pakaian nya yang rapi. 30 menit perjalan mengendarai angkutan umum, Aruna akhirnya sampai di depan rumah Jihan.
"Pagi Non Aruna. "Sapa pak satpam dengan ramah sembari membukakan gerbang agar Aruna masuk.
"Pagi juga pak. Bagaimana kabar bapak hari ini ?? "Tanya Aruna.
"Alhamdulillah, bapak sehat Non. "Jawab Pak Satpam itu.
Setelah berbincang sebentar dengan pak Satpam, Aruna pun kembali berjalan menuju pintu rumah Jihan. Ternyata Jihan sudah menunggu nya di ruang tamu, ada juga Fathy yang sedang di gendong oleh mama Hana.
__ADS_1
"Assalamu'alaikum. "Ucap Aruna.
"Wa'alaikum salam warahmatullahi wabarokatu. "Jawab Jihan dan mama Hana secara bersama.
"Eh, nak Aruna. Ayo masuk. Sini duduk dekat Tante. "Kata mama Hana.
"Duduk dulu ya Run, aku ke kamar dulu mengantar sarapan Mas Rayhan. "Kata Jihan membawa piring yang berisi makanan.
Aruna pun duduk di samping mama Hana. Aruna memperhatikan mama Hana yang sangat gembira bercanda dengan cucu kesayangannya itu.
"Tante, Aruna numpang ke kamar mandi ya. "Ucap Aruna.
Disisi lain, ada Rio yang baru saja sampai ke rumah bos nya itu. Hari ini Rayhan dan Rio ada pekerjaan yang akan di lakukan, bukan di kantor tapi di ruang kerja Rayhan.
"Assalamu'alaikum.. "Ucap Rio berjalan sembari mengecup tangan mama Hana.
"Wa'alaikum salam warahmatullahi wabarokatu. "Jawab mama Hana.
"Tante, Rayhan ada kan ?? Hari ini kami ada urusan kantor. "Kata Rio sembari mencubit gemes pipi Baby Fathy.
"Ini kan hari libur, kog masih aja kerja. Kapan istirahat nya ?? Kamu juga, umur kamu itu udah gak muda loh Rio, kapan kamu akan membawak menantu untuk Tante. "Ucap Mama Hana dengan wajah kesal nan imut nya.
__ADS_1
"Belum ada calon Tan. "Ucap Rio.
"Kan ada Aruna, gadis baik nan cantik itu. Dia itu serasi sekali bila berdampingan dengan kamu. "Kata mama Hana.
"Hmm. Rio sudah menganggap Aruna seperti adik dan sahabat sendiri Tante. "Ucap Rio.
Dan tanpa sepengetahuan mereka, Aruna mendengar perkataan Rio itu. Serasa hati nya saat ini tercabik-cabik.
"Ternyata benar, aku hanya berharap lebih padanya. "Batin Aruna.
"Rugi sekali kamu jika hanya menganggapnya sebagai teman, padahal dia adalah wanita yang sangat baik. "Tutur Mama Hana.
Rio hanya tersenyum menanggapi perkataan mama Hana. Rio tak memungkiri bahwa Gadis cantik itu adalah wanita yang baik dan selalu perhatian kepadanya.
Tidak lama setelah mendengar perkataan Rio, Aruna pun berjalan mendekat ke mama Hana.
"Tante, Aruna pulang dulu ya, ada urusan penting yang sangat mendadak. Mohon sampaikan maaf ku pada Jihan. "Kata Aruna lalu beranjak pergi meninggalkan mama Hana dan Rio yang masih bingung menatap kepergiannya.
Aruna berlari keluar dari pagar rumah Jihan, hatinya terasa begitu sakit. Harapan nya sia-sia, lelaki yang di cintai hanya menganggap nya sebagai teman.
"Ternyata harapan ku terlalu besar, aku yang tidak pernah faham akan hal ini. Aku yang terlalu memaksakan keinginan ku. "Batin Aruna.
__ADS_1