
"Mas, kata mama Hana Fathy mirip kamu waktu kecil yah. "Kata Jihan membelai pipi gembul baby Fathy yang sedang berada dalam dekapan sang Ayah.
"Hmm, Begitu lah. Aku kan ganteng, idola semua wanita. "Balas Rayhan dengan sangat PD nya.
"Hmm, tapi kamu akhirnya takluk sama ku kan Mas. Biarpun aku gak secantik mantan-mantan mu dan tidak seistimewa mereka. "Cicit Jihan.
"Benar, aku takluk sama wanita baik seperti kamu sayang, kamu adalah wanita yang terhebat dan yang paling istimewa. "Kata Rayhan sembari mengelus kepala Jihan yang masih terbungkus Hijab nya.
Jihan merasa bahagia, walau awalnya pernikahan mereka hanya karena terpaksa bagi Rayhan. Tapi pada akhirnya mereka menjadi keluarga kecil yang saling melengkapi. Tentu bukan hal yang mudah bagi Jihan untuk sampai pada saat ini. Berkat perjuangan, doa serta kesabarannya yang membuahkan hasil.
Walau dulu Jihan hanya mampu mengagumi Rayhan dari bayangan yang ia lihat di cermin toko, hingga waktu mempertemukan mereka dalam sebuah hubungan sakral pernikahan.
"Mas, boleh tidak besok kita kerumah ibu ? Aku udah kangen sama ibu. Udah lama juga kan kita gak pernah ke tempat ibu lagi. "Tutur Jihan.
Semenjak Jihan hamil 8 bulan hingga melahirkan dan sekarang usia Baby Fathy sudaj masuk bulan ke-3, tapi Jihan belum pernah berkunjung kerumah ibunya. Hanya lebih sering Video call dan juga telponan. Di karenakan Rayhan juga masih sibuk dengan urusan bisnis barunya.
__ADS_1
"Baik lah sayang, anything for you my wife . "Ucap Rayhan sembari mengecup kening istri kesayangannya itu.
Raut wajah bahagia terpancar dari Jihan, rasa bahagia setelah sekian bulan tidak bertemu keluarga nya.
"Pasti ibu akan bahagia Mas, melihat cucunya yang tampan ini. Semoga kelak dia menjadi anak yang sholeh. "Aminn. "
"Amiin Ya Rabbal Alamin. "Sahut Rayhan.
Perbincangan mereka pun selesai saat baby Fathy terbangun dan menangis. Mungkin karena dia lapar dan haus. Rayhan pun memberikan Fathy pada Jihan untuk disusui.
"Sayang.... "Lirih Rayhan menatap Jihan yang baru saja melepas hijab nya untuk segera mandi.
Jihan seakan mengerti dengan tatapan Rayhan, sudah 3 bulan lebih Rayhan berpuasa karena keadaan Jihan pacsa melahirkan. Rayhan sabar menunggu dan memastikan agar Jihan sembuh dengan baik tanpa ada rasa sakit yang tersisa.
Jihan lalu mendekat dan mengelus pipi Rayhan dengan lembut. Lalu mengecup bibir Rayhan sekilas.
"Nanti malam yah sayang... "Ucap Jihan berlalu ke kamar mandi.
__ADS_1
Lalu mengunci pintunya, takut Rayhan akan mengeksekusinya saat itu juga karena telah menggoda Rayhan yang tengah menahan rindunya.
\*\*\*\*
Malam ini sesuai janjinya, Jihan sudah menyiapkan dirinya. Tentu saja baby Fathy juga sudah diberikan makan dan minum Asi. Jadi saat ini baby Fathy sedang tidur dengan nyenyak.
Lingerie hitam yang seksi membuat kulit putihnya terlihat sempurna. Warna kulit yang sangat kontras dengan warna lingeria hitamnya. Rambutnya yang sengaja di urai tanpa di ikat.
Jihan sudah menunggu Rayhan yang sedang berada di kamar mandi. Tidak ingin munafik, Jihan juga sudah sangat merindukan setiap sentuhan Rayhan pada tubuhnya.
"Mass. "Lirih Jihan menghampiri suaminya yang sedang mematung menyaksikan keindahan tubuh istrinya.
Dengan begitu lembut Rayhan menuntun Jihan ke atas ranjang. Kerinduan selama beberapa bulan ini di tumpahkan dalam balutan kasih dan sayang antara dua insan. Di campur suasana hujan yang menambah suasana semakin hangat bagi dua insan yang sedang menyelami lautan cinta.
Menyalurkan setiap kerinduan yang sudah terpendam, saling memanggut dan mengulum.
Akhirnya setelah sekian jam, dua insan itu akhirnya tertidur pulas menyelami lautan mimpi..
__ADS_1