
Sore itu sesuai janji, Rio datang kerumah Aruna. Aruna yang sedari tadi sudah siap. Dengan baju blus berwarna navy sebatas lutut dipadu dengan kulot berwarna coklat susu, tidak lupa jilbab yang menutupi rambut indahnya.
Penampilan yang sangat sederhana tetapi masih dalam kategori yang menarik. Sejak Hijrah Aruna mulai mengubah penampilannya. Berbanding terbalik saat dulu Aruna adalah wanita seksi yang selalu mengekspose lekukan tubuh, dengan gaun mini serta heels tinggi sampai 7cm.
Semenjak bertemu dengan Rio yang diam-diam dikagumi nya. Sejak saat itu Aruna mulai mengubah cara dan gaya hidupnya.
"Assalamu'alaikum. "Rio mengetuk pintu rumah Aruna.
"Wa'alaikum salam warahmatullahi wabarokatu. "Sambut Aruna dari dalam sembari membukakan pintu.
"Sudah siap ?? "Tanya Rio menatap Aruna sekilas lalu mengalihkan kembali pandangannya ke arah lain.
"Sudah Mas. "Jawab Aruna dengan sedikit canggung
Rio akhirnya berjalan lebih dulu di depan, disusul Aruna dari belakang.
"Sepanjang perjalan, kedua insan itu hanya diam tanpa ada pembicaraan. Hingga mereka sampai di depan toko buku terbesar di kota itu. Rio pun turun dari mobil di ikuti oleh Aruna.
Mereka pun berjalan masuk ke dalam toko buku itu. Rak berukuran besar dengan buku yang tertata rapi , berbagai jenis buku ada di toko itu.
"Mas, buku apa yang ingin kamu cari ?? "Tanya Aruna.
"Aku ingin mencari sebuah buku untuk membantu pekerjaan ku. "Jawab Rio tanpa mengalihkan pandangannya dari buku yang dipegangnya saat ini.
Aruna pun hanya mengangguk dan ikut memelih buku yang tersusun di berbagai rak. Aruna memilih sebuah buku agama yang menerangkan tentang fiqih dan aqidah.
__ADS_1
Kemudian Aruna kembali berjalan ke rak buku lainnya, lalu berhenti di sebuah buku tebal yang bisa dikatakan sebuah novel . Dengan novel yang berjudul "Mengagumi dalam Doa". Merasa tertarik dengan novel tersebut, Aruna akhinya mengambil buku itu. Di tangannya saat ini ada dua buah buku.
Disisi lain ada Rio yang sudah selesai memilih buku untuk nya kemudian menghampiri Aruna.
"Apakah sudah selesai ? "Tanya Rio
"Sudah Mas. "Jawab Aruna sembari menunjukkan dua buku yang sudah dipilihnya.
Mereka pun berjalan ke arah kasir untuk membayar buku itu.
"Biar aku yang bayar semua buku ini. "Kata Rio saat melihat Aruna sudah mengeluarkan dompetnya.
"Apakah Mas Rio juga pencinta Novel yah ?? "Batin Aruna.
"Setelah selesai dari toko buku, Rio membawa Aruna kesebuah restoran bintang lima. Dengan Rio yang berjalan di depannya dan Aruna berada dibelakangnya.
Mereka pun duduk di meja paling pojok yang mengarah ke jalan raya. Pelayan restoran pun sudah membawakan menu makanan.
Masing-masing mereka pun sudah memilih menunya. Aruna yang berada tepat di depan Rio semakin gugup. Bagaimana tidak, lelaki yang sangat di kaguminya, saat ini berada dihadapannya. Berjalan berdua meski bukan seperti orang yang sedang pacaran. Tapi hatinya sangat senang bisa dekat dengan Rio.
Tidak butuh waktu yang lama, pesanan mereka sudah tertata rapi di atas meja itu.
"Mari kita makan ?? "Kata Rio kepada Aruna.
Mereka pun makan dengan Aruna yang masih tetap gugup, bahkan mengunyah makanan nya pun ia merasa sangat gugup.
"Apakah begini Rasanya jatuh cinta ? "Kata Author pada diri sendiri 😅😅😅
Hingga keduanya telah siap dengan aktivitas makannya. Seorang wanita berparas cantik, dengan baju yang begitu seksi, kaki jenjang, pinggang ramping, putih bersih. Berjalan mendekat ke arah meja Rio.
Wanita yang bernama Jenni itu tanpa aba-aba, mengambil air jus yang ada di gelas itu lalu menyiramkan ke atas kepala Aruna. Ditambah air putih di gelas disiram kewajah Aruna. Lalu Jenni pun melempar gelas itu ke dekat kaki Aruna. Sontak Aruna terkejut dengan sikap wanita itu.
__ADS_1
"Jadi wanita ini yang telah membuat mu berpaling dari ku ??
"Dasar kau wanita kurang ajar. Wanita busuk. Kau bukan wanita baik-baik. Aku tahu siapa kau ??
"Tidak punya rasa malu. Untuk apa kau memakai pakaian sok tertutup seperti ini. Toh saja kau ini wanita berhati busuk "Hardik Jenni kepada Aruna.
"Kau ini apa-apa Jenni ?? Kenapa malah menyakiti Aruna ?? "Kata Rio dengan kesal.
"Kau bertanya mengapa ?? Kau menghilang selama 2 bulan. Tidak pernah ada kabar, nomor telepon mu pun sudah tidak bisa dihubungi. Ternyata kau sedang bersenang-senang dengan wanita ini. "Maki Jenni sembari menunjuk kearah Aruna.
Aruna yang mendapat perlakuan serta makian seperti itu merasa dipermalukan. Aruna tak bisa berbuat apa-apa, hanya menangis lalu menundukkan kepalanya.
"Berhenti membuat keributan di sini. "Bentak Rio kepada Jenni.
Jenni kembali mengumpat dan mempermalukan Aruna di restoran itu. Jenni yang emosi akhinya mendorong Aruna hingga terjatuh kepecahan gelas yang di lemparkan Jenni tadi.
Darah segar pun mengucur dari kakinya, celana kulot yang digunakannya sudah dipenuhi darah.
Aruna yang merasa sangat terhina lalu berdiri dan melangkah pergi dari tempat itu, dengan kaki yang tertati dipenuhi darah akibat pecahan gelas yang menancap di kaki nya.
"Kau..... "Rio ingin melayangkan tangannya ke arah Jenni. Tapi Rio ingat bahwa dia tidak akan pernah lagi melakukan kekerasan kepada siapapun.
Rio akhinya mengejar Aruna yang sudah keluar. Darah kaki Aruna berceceran sepanjang lantai restoran itu.
Sesampainya di luar restoran, Rio tidak menemukan Aruna. Entah kemana wanita itu pergi.
Rio yang merasa bersalah, karena dirinya Jenni menjadikan Aruna sebagai pelampiasan amarah wanita muda itu.
Rio kebingungan mencari Aruna, tiba-tiba saja Rio melihat tetes demi tetesan darah sepanjang jalan setapak yang ada di samping restoran itu.
Lalu Rio mengikuti bekas darah itu, hingga sampai di sebuah pohon rindang besar. Rio mendengar suara tangisan yang tidak lain adalah Aruna. Suara tangisan yang begitu pilu seakan menyayat hati.
"Kenapa ?? Apa aku tidak pantas untuk berubah ?? Mengapa orang lain selalu menghina ku ?
"Apakah orang berdosa seperti ku ini tidak pantas untuk berubah ?? Salah ku dimana ?? Aku tidak merebut cinta siapa-siapa .
Tangisan Aruna yang begitu pilu ,dengan tampilan dirinya yang begitu memilukan. Hijab nya kotor karena tumpahan jus itu. Serta celana nya yang sudah dipenuhi darah.
Rio merasa semakin bersalah dengan kejadian barusan. Rio pun akhirnya mendekati Aruna, lalu mendekap nya dengan lembut.
"Maafkan aku. Ini semua karena ku. "Kata Rio menghapus air mata Aruna.
Rio pun menggendong Aruna untuk di bawa ke rumah sakit. Awalnya Aruna menolak, tapi Rio memaksa, karena khawatir akan kaki Aruna yang berdarah.
Di sepenjang perjalanan, Aruna masih tetap menangis walau tanpa suara. Tapi air matanya tetap membanjiri pipinya.
Lelah nya menangis membuat nya tertidur sebelum sampai ke rumah sakit.
__ADS_1