Love Behind In The Mirror Image (Pengagum Bayangan Cermin )

Love Behind In The Mirror Image (Pengagum Bayangan Cermin )
~Tekad melupakan ~


__ADS_3


Sesampainya Aruna di tempat kost nya, wanita itu langsung masuk ke kamar kecil miliknya.



"Ya Rabb, mengapa harus sesakit ini mengharapkan seseorang yang tidak mencintai ku ?? Apa yang harus aku lakukan ? Hati ku terasa sakit. "Tutur Aruna sembari menangis sesegukan.



"Aku mencintai seseorang, tapi aku tidak bisa memilikinya, lebih baik hapus kan saja cinta yang ada di dalam hati ku ini ya Allah. Agar aku bisa menjalani hidup yang lebih baik tanpa harus berharap pada cinta orang lain.



Aruna yang menangis pun tersadar karena ponselnya yang berbunyi. Itu adalah panggilan telpon dari Jihan. Pasti istri Rayhan itu bingung kenapa tiba-tiba Aruna membatalkan janji nya untuk pergi bersama ke taman kota hari ini.



"Aruna, kamu kenapa pulang ?? Urusan apa yang membuat mu pergi meninggalkan ku tanpa berpamitan ?? "Kata Jihan melalui pesan WhatsApp nya.



"*Maaf kan aku Jihan, aku akan segera berangkat kembali ke tempat Paman dan Bibi ku. "Balas Aruna*.



Jihan yang tak mengerti dengan penjelasan sahabatnya itu pun langsung beralih ke panggilan untuk menelpon Aruna.

__ADS_1



"*Aruna, kamu kenapa tiba-tiba ingin pergi ke rumah Paman dan Bibi* ?



"*Aku ingin menetap di sana Jihan. Aku akan menerima lamaran dari sahabatnya Paman. "Tutur Aruna*.



"*Kenapa seperti itu ? Bukankah kamu berkata ingin memperjuangkan rasa cinta mu pada Mas Rio ? Kenapa sekarang kamu malah ingin menerima lamaran orang lain ? "Tanya Jihan dengan nada kesal*.



"*Jihan, cinta gak bisa di paksakan. Lagian Mas Rio hanya menganggap ku sebagai teman saja, tidak lebih*.




"Aku mendengarnya langsung Jihan, ketika Tante Hana bertanya kepada Mas Rio. Dia hanya menganggapku sebagai adik dan teman. "Tangis Aruna\*



Mendengar hal itu, Jihan hanya terdiam dan tak bisa berkomentar lagi.


__ADS_1


"Aku akan berangkat besok pagi Jihan, aku akan menetap di sana. Aku akan segera mengirimkan undangan kepada mu.



"Aku hanya ingin mencoba ikhlas atas semua perasaan ku. Aku lupa bahwasanya tempat berharap hanya kepada sang Khaliq. "Tutur Aruna yang saat ini sedang merasa sangat sedih dan kecewa akan perasaannya yang sepihak.



Jihan tak mampu berkata apa-apa lagi, dia hanya mendoakan yang terbaik untuk sahabat nya itu. Jihan tersadar akan keheningannya saat telpon di putus sepihak oleh Aruna.



Esok pagi nya, Aruna sudah siap untuk berangkat ke terminal bus. Aruna sudah memutuskan untuk menerima lamaran dari sahabat Pamannya. Meski hatinya masih tetap mencintai lelaki yang sama.


Dengan langkah gontai Aruna menuju terminal, hanya satu keinginan nya. Melupakan lelaki itu, lelaki yang tidak mencintai nya.


Tepat pukul 09.00 WIB, Bus menuju kampung halaman Paman nya pun berangkat meninggalkan terminal bus kota. Aruna menikmati sepanjang perjalanan nya dengan tekat melupakan.


Entah lah, apa yang saat ini ada di fikiran Aruna. Kan Author udah bilang, semakin kamu mencoba melupakannya secara paksa, bukan nya kamu malah akan semakin tersiksa ? Kita tidak pernah tau pada siapa hati akan jatuh cinta.


Sepanjang perjalanan Aruna hanya menatap kosong keluar jendela, tanpa terasa kantuk menghampirinya hingga Aruna terlelap dalam tidurnya. Hingga akhirnya bus sampai di terminal berikutnya.


Aruna keluar bus dengan menjinjing tas dan beberapa barang bawaannya. Aruna lalu naik ojek untuk sampai ketempat paman dan bibinya.


"Assalamualaikum.... "Ucap Aruna sesampainya di rumah.


"Wa'alaikum salam warohmatullah " Jawab bibi nya dari dapur.

__ADS_1


Aruna berhambur ke dalam pelukan bibinya, banyak yang ingin wanita itu ceritakan. Mengenai hatinya yang sedang tidak baik-baik saja.


__ADS_2