
*****
Tidak terasa waktu satu Minggu sudah selesai di jalani. Saat nya Jihan dan Bu Kiran akan kembali ke tanah air tercinta.
Tetapi Mertua Bu Kiran tidak ikut serta ,Karna Dinda ingin ibu nya lebih lama tinggal bersamanya.
Jadi yang pulang ke Indonesia hanya Jihan, Bu Kiran dan suaminya .
********
Setelah satu Minggu di China, sekarang kegiatan Jihan kembali normal.
"Rasanya aku sangat merindukan toko ini, padahal baru satu Minggu ini aku tidak ke toko. "Kata Jihan sambil membuka pintu toko.
"Bismillahirrahmanirrahim, semoga hari ini Allah mudahkan rezeki kami di toko ini.
Jihan pun mulai memajang patung jilbab satu persatu. Masih ada barang Minggu lalu yang belum selesai di check.
Jihan mulai mengambil nota dan mencheck barang satu persatu. Seperti biasa nya di awal bulan Juni, mereka akan berkunjung ke panti asuhan . Maka toko akan buka hanya sampai pukul 14.00 Wib.
Pukul 10.00 Wib, Bu Kiran pun datang dan membawa beberapa bungkusan plastik. Yang berisikan makanan-makanan ringan, roti , gula dan juga susu kaleng.
"Jihan, seperti biasa setiap bulan Juni. Apa kamu masih ingat ? "tanya Bu Kiran.
"Jihan ingat dong Bu. Dan Jihan udah siapin beberapa Jenis hijab untuk anak-anak panti. "Jelas Jihan.
"Baguslah jika seperti itu, hari ini kita akan menutup toko sampai pukul 14.00 siang. Tapi hari ini ibu gak bisa nemani kamu di toko dulu ya. Ibu masih ada urusan. "Kata Bu Kiran.
"Tidak apa-apa Bu. Jihan udah biasa sendiri juga "Kata Jihan sambil tertawa.
"Iyah. Kamu memang sudah biasa sendiri. Lihat saja di usia mu yang sekarang 23 tahun teman-teman mu sudah pada nikah, tapi kamu bahkan tidak punya pacar . "ledek Bu Kiran sambil tertawa kembali.
"Jihan kan tidak mau pacaran Bu. Dan saat ini kan Jihan sedang menunggu seseorang. "kata Jihan tersenyum.
"Apa kamu menunggu si bayangan cermin kesukaan mu itu Jihan ? "tanya Bu Kiran.
Dan Di jawab Jihan dengan anggukan.
"Jihan, apakah menurut mu menunggu itu tidak membosankan ? "tanya Bu Kiran.
"Tentu tidak ibu. "Jawab Jihan.
"Apa kau mengagumi nya ? "Tanya Bu Kiran.
"Aku mengaguminya, bahkan mungkin aku mencintainya . "Jawab Jihan.
"Apakah dia mengetahuinya ? "Tanya Bu Kiran lagi.
"Tentu tidak . "kata Jihan menunduk.
"Ungkapkan saja . " Kata Bu Kiran menatap Jihan.
__ADS_1
"Tidak Bu, aku hanya akan menarik nya di sepertiga malam ku. Lalu mengungkapkan pada penciptanya bahwasanya aku mencintai seorang hamba-nya. "Jawab Jihan.
"Apakah seperti itu tidak melelahkan ? "Kata Bu Kiran.
" Tentu tidak Bu, Aku mencintainya walau aku tidak tau siapa dia dan bagaimana dia. Aku juga sudah mencintai bayangan nya lebih dulu tanpa tau siapa namanya. "kata Jihan.
"Lantas, kisah seperti apa yang kamu inginkan selanjutnya. "tanya Bu Kiran.
Jihan menatap mata Bu Kiran, Jihan tau Bu Kiran merasa khawatir kepada Jihan.
Jihan hanya tersenyum , menggenggam tangan Bu Kiran dan berkata.
"Seperti apa pun kedepannya, dan bagaimana pun jalannya. Allah kan sudah mengatur semua jalannya , maka kita hanya mengikuti Alur nya.
Tidak perlu khawatir Bu, Aku akan baik-baik saja dengan penantian ku. "kata Jihan.
"Ini adalah pertama kali nya bagi ku menyaksikan nya Jihan. Bagaimana mungkin seseorang bisa mencintai hanya lewat bayangan, tanpa tau siapa dan bagaimana dia. "kata Bu Kiran.
"Semoga Allah mendekatkan hati mu dan hatinya. "lanjut Bu Kiran.
"Amin ya Rabbal alamin. "kata Jihan.
"Jihan, Ibu akan pergi dulu. Nanti pukul 2 siang kita akan berangkat bersama. Ibu akan menjemput mu nanti. "kata Bu Kiran.
"Baiklah Bu. "Jawab Jihan.
*******
"Sudah satu Minggu ini toko kalian tidak buka, aku sangat merindukan mu Jihan. "kata Bu Sinta.
"Aku juga merindukan ibu . "kata Jihan.
"Berikan kami hijab keluaran terbaru. "kata Bu Ayu.
Jihan semangat sekali saat Bu Sinta dan Bu Ayu berbelanja ke toko itu. Banyak hal yang mereka ceritakan. Mulai dari perilaku anak-anak nya sampai saat ini sudah seharusnya menikah di usia mereka. Tetapi anak-anak dari kedua ibu ini malah belum memiliki minat untuk menikah.
"Jihan, apa kamu mau menjadi menantu ibu . "tanya Bu Ayu.
"Tidak bisa, Jihan akan menjadi menantu ku . "di jawab oleh Bu Sinta.
"Siapa bilang, Jihan sendiri tidak bilang kog. Iya kan Jihan. ? "kata Bu Ayu.
Jihan hanya tersenyum melihat perdebatan antara Bu Ayu dan Bu Sinta.
"Jihan belum siap untuk menikah Bu. "Jelas Jihan kepada Bu Ayu dan Bu Sinta.
"Saat kamu sudah siap untuk menikah, ibu akan datang melamar mu kerumah. "kata Bu Sinta.
Jihan hanya terdiam dengan ucapan Bu Sinta. Tidak ingin menyakiti hatinya, Jihan pun hanya membalas nya dengan senyuman.
Banyak para pelanggan di toko itu yang menggoda Jihan untuk menikah dengan anak nya. Tetapi Jihan hanya menganggap nya sebagai gurauan semata.
__ADS_1
Berbeda dengan Bu Sinta yang dari wajah nya pun menunjukkan keseriusan walau terkadang di tutupi dengan tawa nya.
*******
"Jihan, maaf ya. Sepertinya ibu tidak bisa ikut ke panti hari ini. Masih ada urusan yang harus ibu selesaikan. Bagaimana jika kamu saja yang pergi untuk kali ini. "kata Bu Kiran di pesan WhatsApp yang di kirim nya ke Jihan .
"Baiklah ibu, tidak masalah. "Balas Jihan.
Jihan pun menutup toko tepat pukul 14.00 Wib.
Jihan tidak memperhatikan toko di sebelah, ternyata Arief tidak berjualan hari ini.
Jihan segera meluncur ke Panti dengan menggunakan gojek..
20 menit perjalanan yang ditempuh akhirnya Jihan sampai di panti asuhan Ar-rahman. Kehadirannya di sambut hangat oleh ibu panti dan juga anak-anak panti di sana.
"Sudah lama tidak melihat nak Jihan kemari.
Sekarang Kamu sudah semakin cantik. Apakah sudah menikah nak ? "kata Bu Sona, yang merupakan kepala panti tersebut.
"Iyah Bu. Jihan sangat merindukan anak-anak di sini. Dan untuk jawaban yang satu lagi. Jihan belum menikah Bu. "kata Jihan tersenyum
"Semoga tahun ini kamu dapat jodoh yang terbaik. "Lanjut Bu Sona.
"Aminn ya Allah. "kata Jihan.
Semua barang yang dibawa oleh Jihan sudah dibagikan kepada anak-anak panti. Melihat wajah mereka yang berseri karna senang. Membuat Jihan merasa bahagia.
"Bu, Jihan pamit pulang dulu ya. "kata Jihan sambil menyalam Bu Sona.
"Iyah nak, hati-hati yah. "Kata Bu Sona.
"Assalamu'alaikum . "ucap Jihan.
"Wa'alaikum salam " "Di jawab oleh Bu Sona.
Jihan pun segera pulang ke rumah. Takut ibu nya akan khawatir.
*******
Malam itu, Jihan tidak bisa tidur. Entah mengapa dia tiba-tiba memikirkan si bayangan cermin itu. Dan ada rasa rindu di hatinya.
Sudah lama tidak pernah melihat lelaki itu lagi. Entah dimana dan bagaimana kabar nya saat ini.
"Rasa rindu apa ini ? Mengapa merindukan nya lagi ? "batin Jihan.
****
~Mohon maaf yah kakak-kakak, apabila alurnya masih agak sedih dan belum ada bahagianya. Author bakal buat Jihan dan lelaki bayangan cermin itu punya kisah yang happy ending.
Buat kakak-kakak yang sudah mampir, terimakasih 🙏 Author ucapin ya. Jangan bosan ya kakak-kakak.
__ADS_1