
*****
Tepat 2 Minggu setelah pertemuan Bu Sinta dan Jihan di toko. Malam ini Bu Sinta dan keluarga nya akan datang kerumah Jihan. Tetapi lelaki yang akan menjadi calon suaminya tidak ikut datang. Dan hanya menyerahkan segala urusan nya kepada Bu Sinta.
"Assalamu'alaikum. "Sapa Bu Sinta dari luar .
"Wa'alaikum salam " Jawab keluarga Jihan serempak.
Jihan pun beranjak untuk mengajak tamu yang datang masuk ke rumah.
"Maaf ya Bu. Rumah Jihan kecil. Seadanya saja. "kata Jihan.
"Tidak apa-apa nak. "Jawab Bu Hana.
Jihan yang melihat Bu Hana teringat bahwa itu adalah ibunya Rayhan. Ingin bertanya tapi ada rasa malu dihati nya.
Semua keluarga sudah duduk dan memulai perbincangan nya. Dan saat itu juga Bu Sinta menjelaskan kepada Jihan bahwasanya yang akan menjadi suaminya adalah anak dari Bu Hana.
Jihan sontak terkejut, anak Bu Hana yang mana yang akan dijodohkan dengan nya.
"Bu, apa boleh Jihan bertanya ? " Kata Jihan kepada Bu Hana.
"Boleh nak, silahkan tanya apa yang mengganjal di hati mu ? "kata Bu Hana.
__ADS_1
"Bolehkah Jihan tau siapa nama calon suami Jihan ? "tanya Jihan dengan wajah penasaran.
"Tentu boleh sayang. "potong Bu Sinta.
"Nama nya Rayhan Abryan Siddiq. "kata Bu Hana.
Jihan yang mendengar nama Rayhan seakan mengingat-ngingat kembali wajah lelaki itu.
"Apakah Rayhan yang dimaksud Bu Hana adalah Rayhan yang selama ini aku kagumi dalam diam ku ? "batin Jihan.
Ada rasa gelisah di hatinya, Rayhan mana yang gerangan akan menjadi suami nya ?
"Bagaimana jika pernikahan kita tetap kan 5 hari ke depan. Itu adalah permintaan Rayhan. Karna dia akan berangkat Kembali ke Australia. "kata Bu Hana.
"Seperti itu pun lebih baik. "kata Ibu Jihan.
"Baiklah, untuk semua dekorasi dan semua perlengkapan untuk acara biar Kak Sinta yang akan mengatur. Kita akan melangsungkan acara nya di gedung keluarga Siddiq saja. "kata Bu Hana.
"Bagaimana baik nya saja Bu. "kata Jihan.
Semua acara lamaran sudah selesai dilangsungkan. Mahar dan tempat acara sudah di tentukan. Tinggal menunggu hari pernikahan saja.
Setelah selesai berbincang-bincang, keluarga Siddiq pun pamit pulang.
__ADS_1
*******
"Sebenarnya Rayhan mana ? Kenapa aku berfikir malah Rayhan yang aku kagumi ? Tapi bukan kah itu adalah ibu nya Rayhan ? "batin Jihan .
Semua hal yang di dengar nya hari ini membuat nya bingung.
Ada rasa senang dihatinya, ada rasa takut. Rasa senang apabila itu memang adalah Rayhan lelaki bayangan cermin, dan yang membuat nya takut adalah. Bukan Rayhan yang di dambakan nya.
"Astaghfirullah. Semoga aku bisa menerima siapapun yang akan menjadi suami ku esok. "batin Jihan.
Kembali Jihan melirik ponselnya, dan memandang wallpaper ponselnya. Entah apa yang saat ini Jihan fikirkan.
"Apa aku akan menjadi seorang istri ? Dan apakah suatu saat nanti suami ku akan menerima ku ? Apakah dia akan mencintai ku ? "Batin Jihan.
Adzan isya telah lama selesai berkumandang, Jihan pun segera mengambil wudhu nya untuk melaksanakan sholat isya.
Tidak lupa untuk mengaji setelah sholat, untuk mendamaikan hatinya yang sedang gelisah.
Tempat pengaduan terbaik hanya lah kepada Rabb yang maha mendengar. Dia tau apa yang terjadi kepada kita hambanya, tetapi masih menunggu dan mendengarkan kita untuk berbicara.
Selesai melaksanakan sholat Isya dan mengaji. Jihan merapikan kembali mukenah dan Al-Qur'an nya.
Di langit ada banyak bintang yang bersinar. Bukankah itu sangat indah ? Tapi tak seindah hati Jihan yang saat ini sedang dilema.
__ADS_1
"Aku di paksa untuk mengahadapi situasi seperti ini. Aku di jodohkan dengan seseorang yang namanya sama dengan mu . Apakah mungkin itu adalah kamu. Aku sangat berharap itu adalah kamu. "batin Jihan.