
Flashback off.
Aruna sedang berjalan saat hendak pulang dari rumah muallimah. Ditengah jalan Aruna melihat teman-teman nya yang sering merendahkannya. Seakan tak ingin ada masalah, Aruna memilih menunduk dan berlalu begitu saja.
Ternyata teman-teman lama Aruna yang berjumlah 5 orang itu menarik paksa tangannya. Sehingga Aruna jatuh tersungkur ke trotoar dekat jalan .
"Sebenarnya apa yang kalian inginkan ? Aku tidak pernah mengganggu kian. Lalu kenapa kalian malah bersikap seperti ini kepada ku ?. "Tanya Aruna sambil memijit pergelangan kaki nya yang sakit.
" Aku tidak terima karena kau pernah membuat ku malu di depan teman mu itu. Aku akan membalas mu hari ini. "Kata wanita itu.
Wanita yang terdiri dari 5 orang itu pun menyeret Aruna dan membawa nya kebelakang gedung yang tak berpenghuni itu.
Wanita yang membenci Aruna karena merasa dipermalukan Rio pada saat itu sudah menahan amarah nya yang sedang membuncah.
Wanita itu mengambil sebuah kayu yang ada dekat gedung itu, lalu memukul kaki Aruna tanpa ampun. Tangis dan jeritan Aruna seakan tak didengar oleh mereka.
"Ya Allah, Aku tidak kuat lagi. Jika ini adalah jalan ku untuk menuju padamu. Aku ikhlas ya Rabb. "Ucap Aruna pasrah.
"Kau wanita yang sok alim. Seberapa suci kah dirimu ? Bahkan kau pun dulu adalah simpanan pria hidung belang. "Maki wanita yang satu lagi.
Lalu wanita lain nya ikut memukul dan menendang tangan Aruna hingga wanita itu tergeletak tak berdaya.
5 wanita itu ingin membuat skenario, seakan Aruna adalah korban tabrak lari. Wanita-wanita ular itu pun menarik Aruna ke tengah jalan raya, dan meletakkan nya disitu.
Akibat jalan di tempat itu bukan lah jalan raya besar, jadi agak lengang pada saat itu.
__ADS_1
Mereka dengan tega dan sampai hatinya, meletakkan Aruna yang tak berdaya di tengah jalan itu sendirian.
\*\*\*\*
Flashback on.
"Suster, tolong bantu saya menjaga nona ini selama saya pergi. Ada urusan di kantor yang harus saya selesaikan lagi. Nanti saya kembali lagi kesini. "Pinta Rio kepada perawat yang masuk ke dalam ruangan Aruna untuk mengganti cairan impus itu.
"Baiklah Tuan. "Jawab Suster itu.
Rio pun segera kembali ke apartemen pukul 06.30 Wib untuk mandi dan berganti baju. Lalu menjemput bos nya untuk berangkat ke kantor bersama.
Mereka telah sampai di kantor, pagi ini akan ada rapat bertemu dengan investor dari Jepang. Rio sudah mempersiapkan segala keperluan yang dibutuhkan oleh Rayhan.
Staff wanita itu bernama Nindi, sudah sejak lama menyimpan rasa kepada Rio. Hanya saja Rio memang tipe lelaki kulkas yang sudah untuk di dekati.
Rapat pun selesai setelah hampir satu jam, Rio bergegas membereskan laporan-laporan itu.
"Tuan, apakah hari ini aku bisa pulang lebih awal ? Ada hal yang sedang aku urus di rumah sakit. "Jelas Rio.
"Baiklah, Tidak masalaha jika kau ingin pulang. Kau berhati-hati lah . Hari ini kau terlihat lelah. Cuti lah selama 2 hari kedepan. Aku melihat mu saat ini sedang ada permasalahan. "Kata Rayhan dengan menatap wajah Rio.
Rio hanya diam tertunduk, apabila dia memberitahu masalah Aruna. Maka cerita nya akan rumit semuanya. Rayhan tidak akan memberikan dirinya cuti. Karena Aruna pernah mengganggu Rayhan pada saat di Australia.
Rio pun segera kembali ke rumah sakit untuk bertemu dengan dokter. Ternyata hasil visum sudah keluar. Dan benar saja, setelah dokter menjelaskan hasil visum. Ternyata Aruna mendapat penganiayaan dan kekerasan.
__ADS_1
Rio hendak melihat Aruna di ruangan, ternyata Aruna sudah sadar dan sedang makan dengan seorang suster.
"Mas Rio... "Ucap Aruna dengan mulut yang masih mengunyah.
Rio membalas senyuman Aruna, melihat wjaah wanita itu yang masih memiliki bekas lebam , membuat Rio merasa iba. Entah mengapa rasanya saat melihat wanita itu dalam kondisi seperti ini, sekaan membuat hati nya merasa sangat iba ..
Rio pun mendekat ke arah Aruna dan duduk di samping nya..
"Nona Aruna... Ucapan Rio terpotong saat Aruna protes kepada Rio.
"Mas Rio, cukup panggil Aruna. Tidak usah menggunakan kata-kata nona. Aku kurang menyukainya. "Tutur Aruna.
"Baiklah Aruna. Ada hal yang harus aku tanyakan padamu. Jawab lah jujur agar aku bisa membantu mu. "Jelas Rio.
Rio bertanya tentang kejadian yang menimpa Aruna kemaren malam. Mau tak mau Aruna harus menceritakan semuanya kepada Rio. Tanpa ada satu kata yang berkurang dan tanpa satu kata yang bertambah.
Mendengar hal itu, Rio semakin tersulut emosi. Bagaimana bisa sesama wanita bisa sampai begitu tega kepada wanita lain..
"Mas , kau tau tidak. Aku sudah berusaha untuk tetap sabar agar bisa menjadi lebih istiqomah dijalan Allah. Tapi cobaan terus datang silih berganti. Dan saat malam itu mereka menghajar ku habis-habisan. Aku sudah pasrah, bagi ku mungkin itu adalah panggilan dari sang Rabb yang mahakuasa.
"Aku akan menaikkan kasus mu kemeja pengadilan. Aku tidak suka dengan kekerasan seperti ini. "Ucap Rio berlaku membawa sebuah berkas di tangan nya.
Aruna hanya bingung, mengapa Rio ada dengannya dirumah sakit itu. , Dan mengapa Rio harus repot-repot untuk mengajukan kasus itu kepolisi.
"Apa aku bermimpi ? Mengapa begitu peduli ?? Apakah cinta dalam doa ku selama ini akan di ijabah .. ?
__ADS_1
"Aku serahkan semuanya kepada mu ya Rabb. "Batin Aruna.