Love Behind In The Mirror Image (Pengagum Bayangan Cermin )

Love Behind In The Mirror Image (Pengagum Bayangan Cermin )
~Jihan melahirkan


__ADS_3


Waktu begitu cepat berlalu, tak terasa usia kandungan Jihan sudah masuk bulan ke sembilan. Sudah masuk ke bulan di mana Jihan akan melahirkan. Rayhan yang selalu antusias menemaninya dan selalu siap siaga membantu Jihan.



Saat ini Jihan dan Rayhan sedang duduk santai di ruang tengah, sambil menonton televisi. Jihan yang menonton drama China dan tidak lupa dengan Snack kentang goreng di tangannya. Disisi lain Rayhan yang terus saja memngelus perut Jihan yang sudah membesar itu.



"Mas, Debay nya nendang nih. "Kata Jihan menatap Rayhan.



"Iyah sayang, debay nya gak sabaran ya pengen ketemu sama papa nya yang super ganteng ini. "Ucap Rayhan kepada calon anak nya di dalam perut Jihan.



"Mas, emang nya kamu ganteng gitu Mas ?? Tanya Jihan mengerutkan keningnya.



"Kalo Mas gak ganteng, mana mungkin kamu mau sama Mas. "Ledek Jihan.



Jihan yang mendengar nya hanya memeyunkan bibirnya. Selain ketampanan Rayhan, kumis tipis yang memukau, Rayhan juga rajin beribadah. Hal itu lah yang membuat Jihan mengaguminya. Bahkan mencintainya tanpa tahu siapa namanya.



"Mas, Aku ngantuk. ..



"Yasudah, mari Mas antar ke kamar. Kamu istirahat aja. "Kata Rayhan memapah Jihan ke kamar.


__ADS_1


Sejak Jihan hamil besar, mereka pindah ke kamar bawah. Karena Rayhan takut Jihan kelelahan menaiki tangga. Dan takut juga apabila Jihan terpeleset saat berjalan di tangga.


Rayhan sangat antusias menjaga Jihan, sikap Jihan yang semakin hari semakin manja. Mebuat Rayhan gemas melihat Jihan apalagi di tambah pipi nya yang semakin gembul.



02.00 Dini hari.


Jihan merasa perutnya mules, sakit yang begitu hebat menjalar di sekujur tubuhnya. Rayhan kebingungan dengan kondisi tersebut.


"Mas, mungkin aku mau melahirkan. Rasanya sakit sekali Mas.. "Kata Jihan sambil meremas tangan Rayhan.


Rayhan bergegas mengeluarkan mobil dari bagasinya, dan membopong tubuh Jihan yang sudah basah oleh keringat.


"Sabar ya sayang, kita akan kerumah sakit. "Ucap Rayhan sambil menyetir mobilnya.


Wajah nya terlihat panik, bagaimana tidak. Rayhan tidak tau harus berbuat apa, melihat Jihan yang meringis kesakitan membuat hatinya teriris.


Sesampainya di rumah sakit Permata Bunda, Rayhan segera menggendong Jihan sambil berlari pelan menelusuri koridor rumah sakit.


"Sus, tolong istri saya. Seperti nya dia hendak melahirkan. "Kata Rayhan


"Maaf pak, ini masih pembukaan 7. Kita akan menunggu hingga pembukaan ke 10. "kata suster itu.


"Saya tidak faham apa yang suster katakan. Lalu bagaimana dengan istri saya sus. Dia sudah kesakitan mulai sejak tadi. "Lanjut Rayhan dengan panik


"Itu biasa terjadi pak, setiap pembukaan akan terjadi kontraksi disertai mual dan kram pada Perut. Kita akan menunggu sampai pembukaan sepuluh. Untuk meredakan nyeri kram nya, bapak bisa menggosok-gosok punggung istri bapak. "Jelas suster.


"Baik lah Sus. "Jawab Rayhan memelas.


Rayhan pun menggosok-gosok pinggang Jihan dengan telapak tangan nya. Terkadang Rayhan juga memijit pelan kaki Jihan.


"Mas, rasanya sakit sekali. Semua badan ku terasa remuk. "Kata Jihan dengan keringat yang membasahi wajahnya.


Hijab yang di gunakan Jihan pun sudah basah oleh keringat. Menahan sakitnya menjelang melahirkan. Harus dirasakan Jihan.


"Mas, aku harus kuat kan ?? Aku pengen cepat melihat anak kita Mas.

__ADS_1


"Iyah sayang. Kamu adalah wanita terkuat yang pernah Mas temui. Kamu harus kuat yah sayang. Untuk anak kita.. "Ucap Rayhan yang terus mengelus kepala Jihan dan sesekali mengecup keningnya.


Rayhan mengajak Jihan bercerita agar istrinya itu tidak terlalu kesakitan, dan tetap fokus tanpa adanya rasa cemas di hantinya.


Hingga akhirnya, masuk pada pembukaan terakhir. Dimana kontraksi hebat benar-benar membuat Jihan merasa kesakitan.


Jihan terus melantunkan shalawat serta ayat-ayat pendek. Agar hatinya tetap tenang .


"Pak, ini sudah masuk ke pembukaan tahap akhir. Istri bapak akan segera melahirkan. "Ucap suster.


"Apa saya boleh menemani nya Sus ?? "Tanya Rayhan.


"Tentu boleh pak, dukungan dan semangat dari suami sangat membantu ibu nya dalam lahiran.


Jihan yang berusaha untuk terus mengejan anak nya, sambil terus melantunkan shalawat. Rayhan yang tak henti-hentinya mengelus puncak kepala Jihan.


Karna sakit yang dirasakan, Jihan tanpa sadar meremas tangan Rayhan yang dipegang nya sedari tadi. Membuat tangannya berdarah karna kuku Jihan yang menancap di tangannya.


Hal itu tak masalah bagi Rayhan, melihat istrinya yang susah payah untuk melahirkan buah hati mereka.


"Oek.Oek.Oek.


"Suster mengangkat bayi tersebut lalu memotong tali pusar kemudian bersihkan nya.


"Selamat ya Pak, anak bapak laki-laki. Sehat tanpa kurang satu apapun. "Tutur sang suster.


Rayhan menerima bayi nya dari tangan suster itu. Tak terasa air matanya menetes begitu saja. Mengingat dirinya saat ini sudah memiliki anak.


Rayhan mendekatkan bayi nya kepada Jihan, Air mata wanita yang saat ini telah resmi menjadi ibu itu bercucuran.


Begitu dahsyat nya menahan sakit saat melahirkan. Tapi setelah melihat buah hatinya membuat semua rasa sakit itu hilang.


Yang ada saat ini hanya rasa penuh syukur kepada Allah telah memberikan amanah kepada sepasang suami istri itu.


Rasa bahagia yang menyelimuti mereka berdua.


Sekarang Jihan dan Rayhan telah resmi menjadi orang tua. ..

__ADS_1


~Hai readers. Salam manis buat kakak-kakak yang sudah mampir.


Jangan lupa ikuti terus ceritanya yah. Tinggalkan jejak like atau komentar yang membangun.


__ADS_2