
Flashback off
Seorang wanita cantik, berpenampilan menarik dan seksi, hanya saja masih memakai pakaian yang tertutup.
"Apakah Rayhan ada di ruangan nya ? "kata Tifa.
"Pak Rayhan sedang ada pertemuan dengan klien. Mohan maaf dengan siapa ya mbak ? "tanya resepsionis.
"Saya Tunangan nya Rayhan. Saya akan masuk ke ruangan dan menunggu nya. "kata Tifa.
"Tapi mbak, harus ada janji dulu jika bertemu dengan Pak Rayhan.." lanjut resepsionis itu.
"Siapa kau berani menghalangi ku ? "kata Tifa menunjuk muka resepsionis itu.
Tifa yang tidak peduli dengan teguran itu, langsung berjalan dan mencari ruangan Rayhan.
"Ternyata Rayhan sekarang adalah pengusaha besar . Menyesal aku meninggalkan nya dulu. Aku akan membuat nya kembali bersama ku. "batin Tifa.
Tifa duduk dengan santai diruangan kerja Rayhan, penampilan yang sedemikian menarik telah disiapkan nya dari awal. Dan akting nya sudah si atur dengan baik.
Sebelum kepulangan nya ke Indonesia, Tifa sudah menyelidiki seluruh detail nya tentang Rayhan.
Tidak begitu lama, pertemuan antara kolega bisnis nya pun selesai. Rayhan yang hendak masuk ke ruangan pun sudah di sambut oleh Tifa. Mantan kekasih nya yang pernah meninggalkan nya dulu.
Tifa dengan berjalan begitu anggun menghampiri Rayhan, memeluk nya dan mencium bibir Rayha.
Rayhan kaget bukan kepalang mendapat perlakuan seperti itu. Refleks Rayhan mendorong Tifa hingga hampir terjatuh.
"Ray, kenapa kamu mendorong ku ? "kata Tifa.
"Untuk apa kamu datang lagi ? Aku tidak ingin melihat mu. "kata Rayhan.
"Ray, aku merindukan mu. Sangat merindukan mu. "kata Tifa mendekat dan memeluk Rayhan.
Rayhan yang merasa jantung nya makin berdetak kencang. Setelah sekian lama tidak berjumpa dengan Tifa, dan setelah meninggalkan luka di hati Rayhan. Kembali Tifa datang menghampiri nya.
Jauh di lubuk hati nya yang terdalam, masih ada rasa yang tersimpan di hatinya.
__ADS_1
"Ray, maafin aku. Aku menyesal Ray. Itu bukan keinginan ku untuk meninggalkan mu. Ibu ku yang memaksa ku untuk menikah dengan nya. "Jelas Tifa dengan menunjukkan wajah nya yang memelas.
"Kenapa kamu kembali kesini lagi, dimana suami mu itu ? "kata Rayhan.
"Aku sudah bercerai dengan nya, dia selingkuh dengan wanita lain. Aku selalu mendapat perlakuan kasar darinya. Aku tidak pernah mencintai nya. Setiap saat aku selalu teringat akan dirimu. Aku terpaksa melakukan nya Ray.
"Setelah aku bercerai dengan nya, aku kembali ke sini dan mencari mu. Aku masih sangat mencintaimu Ray. Aku minta maaf. "kata Tifa menangis sesegukan.
Rayhan yang kala itu ikut terbawa suasana dan hati kecil nya melunak begitu saja. Seakan luka yang pernah dia dapat ia lupakan begitu saja.
"Sudah lah. Berhenti lah menangis. "kata Rayhan mendekap Tifa dan menyapu air mata nya.
Tifa yang tidak ingin ketinggalan kesempatan untuk mendapatkan Rayhan kembali. Memeluk Rayhan dengan erat. Mimik wajah yang dibuat begitu menyedihkan. Semua sudah di atur oleh wanita itu.
"Ray ,bawa aku pergi Ray. Aku ingin selalu bersama mu. Aku tidak ingin berpisah dari mu lagi. "kata Tifa.
Rayhan tidak bisa memberikan jawaban kepada Tifa, berbagai alasan yang masuk akal telah di buat Rayhan agar Tifa tak memaksa Rayhan untuk membawa nya kerumah.
Rayhan membawa Tifa berkeliling dan berjalan di tempat kesukaan mereka sewaktu masih bersama dulu. Tempat kesukaan mereka dan tempat makanan yang menjadi favorit mereka. Seakan mengulang masa pacaran nya dahulu.
\*\*\*\*
Semenjak perdebatan kecil itu terjadi. Mereka sudah tampak jarang bertegur sapa. Rayhan juga semakin sering pulang malam. Entah karna menghindari Jihan, tidak ada yang tau.
Walau Rayhan selalu menghindar , bagi Jihan sebagai seorang istri. Dia tetap memasak dan menyediakan baju kerja serta mencuci pakaian Rayhan. Sebagaimana yang harus dikerjakan istri pada umumnya.
Sering kali makanan yang di masak Jihan bahkan tak disentuh oleh Rayhan. Meninggalkan wanita itu sendirian dirumah besar yang penghuni nya hanya ada dia dan istrinya.
Pagi itu setelah Jihan memasak dan mencuci pakaian Rayhan. Jihan pun segera mandi dan berpakaian rapi keluar dari kamar nya.
Jihan menulis sebuah memo untuk Rayhan, dan di letakkan nya di dekat piring di atas meja makan.
"Mas, aku mau kerumah ibu. Aku sudah siapin makanan untuk kamu, dan juga aku sudah buatin bekal makanan mu. "tulis nya di memo itu
Rayhan yang baru terbangun, hari ini adalah hari nya cuti bekerja.
"Dimana dia ? "batin Rayhan.
__ADS_1
Rayhan mendapat chat dari Tifa untuk bertemu dengan nya di kafe siang ini.
Rayhan tidak membalas inbox dari Tifa, tetapi dalam hati nya dia akan datang.
"Aku sangat lapar. "
Lelaki bernamakan Rayhan itu, menuruni satu persatu anak tangga menuju ke dapur untuk makan.
Dimeja sudah tersedia makanan, yang tertutup di tudung saji. Saat hendak membuka tudung saji, Rayhan melihat ada memo terletak dekat piring nya.
Dari Jihan.
Rayhan tak ingin tau kemana Istrinya itu pergi. Karna saat ini hatinya sedang berbunga kembali saat wanita dari masa lalu nya itu datang kembali.
...Cafe Pelangi....
Rayhan dan Tifa sudah berada di cafe favorit mereka untuk makan siang bersama. Tifa yang tidak mau diam selalu menempel kepada Rayhan. Tidak peduli dengan pandangan orang lain.
Rayhan juga yang dasarnya adalah lelaki kulkas bila bertemu orang asing. Tidak peduli dengan tatapan mata sinis para pengunjung di situ.
Mereka makan dengan menu makanan yang sama-sama mereka sukai, minuman yang dulu menjadi favorit mereka.
Disisi lain ada Jihan juga yang membawa sepupu nya untuk makan di cafe yang tidak jauh dari rumah nya itu.
Jihan dan sepupu nya duduk dengan posisi meja bersampingan dengan meja Rayhan. Jihan terkejut saat melihat Rayhan ada di cafe itu, dan yang membuat nya terkejut adalah Rayhan sedang bersama dengan wanita lain yang saat ini sedang bergelayut manja di lengan suaminya itu.
Tatapan mata Jihan dan Rayhan bertemu dan beradu begitu lama. Ada rasa sakit yang memancar jelas dari wajah cantik nya. Rayhan pun tak merasa bersalah sama sekali pada istrinya itu dan tetap mengikuti kemauan Tifa untuk menyuapinya.
"Kak, apa kamu mengenal nya ? "tanya Rani sepupu Jihan.
"Tidak. Kakak tidak mengenalnya. "kata Jihan sambil mengunyah makanan nya.
Makanan yang terasa enak bagi semua orang, malah terasa hambar bagi Jihan. Hatinya seakan ditusuk sembilu berbisa.
"Rani, kita pulang aja yok. "kata Jihan menarik Rani yang masih memegang ayam goreng nya.
"Iyah. Sebentar kak. "kata Rani meletakkan ayam nya dipiring itu.
Jihan pun beranjak keluar dari cafe itu dengan wajah sedih. Hal itu pun tak luput dari penglihatan Rayhan.
"Kenapa mereka begitu tergesa-gesa ? "kata Tifa kepada Rayhan.
"Tidak Tau, makan lah cepat. Aku masih punya urusan lain.."kata Rayhan.
****
Jihan dan Rani sudah sampai di rumah ibunya, Rani tinggal sementara di rumah orang tua Jihan. Rani hendak bekerja di perusahaan Unilever, dan sudah mendapat kontrak kerja.
Jihan masuk ke dalam kamar, mengunci pintunya dan tak membiarkan siapapun masuk.
"Aku rapuh, aku kalah. Aku kalah saat kau sudah menjadi milikku. Tapi bukan nama ku yang tertulis di lahul Mahfudz bersanding dengan nama mu. Melainkan nama wanita lain.
Aku mencintaimu begitu lama tanpa kau tau sejak kapan aku mulai jatuh cinta padamu.
Tapi sekarang aku seakan kalah sebelum bertempur. Wanita itu yang menemanimu, bahkan aku istri mu tidak pernah bisa menyentuhmu bahkan mendapatkan perhatian sedikit pun tidak. "Kata Jihan menangis tersedu-sedu.
Hingga malam, Jihan masih terus menangis. Hatinya begitu sakit melihat dengan mata dan kepala nya sendiri. Suaminya bersama dengan wanita lain.
"Sakit tak berdarah."
Itu adalah hal yang dirasakan Jihan saat ini. Dia enggan untuk pulang kerumah suaminya.
Sedangkan Rayhan di tempat yang berbeda, walaupun belum mencintai Jihan sama sekali, namun ada rasa bersalah sedikit di hatinya. Bagaimanapun dia adalah lelaki yang sudah beristri, walaupun dia belum mencintai Jihan. Akan tetapi perbuatan itu bisa dikatakan sebagai perselingkuhan.
__ADS_1
"Hai Readers, Terimakasih sudah mampir, bantu komen dan like ya kakak-kakak.
Like dan komen sangat membantu mendukung karya kecil ku ini.