
****
Setelah pertemuan singkat antara Aruna dan juga Rio itu, membuat hal itu membekas di hati wanita 26 tahun itu. Aruna 3 tahun lebih tua dari istri Rayhan.
Antara Rio dan Aruna juga terpaut selisih usia 5 tahun. Saat ini Rio berusia 31 tahun tetapi masih setia si status lajang nya. Entah wanita seperti apa yang di inginkan oleh Rio.
Sore itu Rayhan dan Rio pun berangkat untuk kepulangan nya ke Indonesia. Rayhan sudah membelikan beberapa hadiah untuk istrinya. Berhubung 3 hari lagi Jihan akan berulang tahun.
Rayhan tidak memberitahukan Jihan bahwasanya mereka pulang, ingin memberikan kejutan untuk Jihan.
"Assalamu'alaikum Mas, kenapa hari ini tidak kasih kabar ?? Apa Mas sedang sibuk ? "Pesan WhatsApp dari Jihan.
"Wa'alaikum salam sayang. Maaf Mas sibuk satu harian ini. Rencana ada perpanjangan jadwal untuk kerja di sini. Mungkin Mas akan pulang 2 hari lagi. Tidak apa-apa kan sayang ? "Tanya Rayhan.
"Ahh. Tidak apa-apa Mas. Pekerjaan Mas lebih utama. "Kata Jihan menambahkan emoticon sedih.
"Baiklah sayang. Terimakasih pengertian nya. "Balas Rayhan.
Rayhan tau bahwasanya saat ini istrinya pasti sedang sedih, karena Rayhan akan lebih lama lagi di Australia. Rindu di dada sudah membuncah.
"Maafin Mas sudah bohong sayang. "Ucap Rayhan pada potret Jihan yang ada di ponselnya.
****
Mereka akhirnya telah sampai di Bandara, supir pribadi Rayhan sudah datang menjemputnya. Rio pun pamit pulang dan tidak mengantarkan Rayhan.
Jihan masih berada dirumah ibunya, Rayhan langsung saja menuju kerumah mertuanya itu. Tidak sabar untuk bertemu dengan istri tercinta nya.
Hingga di depan rumah, Rayhan melihat ayah mertuanya dan juga ada ikhsan di sana.
"Assalamu'alaikum ayah... "Ucap Rayhan menyalami ayah mertuanya.
"Wa'alaikum salam Nak Rayhan. Kamu sudah pulang. "Kata ayah
"Iyah ayah, pekerjaan Rayhan sudah selesai lebih awal. Maka dari itu Rayhan bisa pulang lebih cepat. ..
__ADS_1
"Mas Ray, apa perlu Ikhsan panggil kak Jihan ?? "Kata Ikhsan.
"Tidak perlu, Mas tidak memberitahu kakak mu bahwa Mas pulang hari ini, Mas ingin membuat kejutan untuk kakak mu. "Ucap Rayhan.
Rayhan akhirnya masuk ke dalam rumah, mencari Jihan di dalam kamar. Tidak ada Jihan di kamar, ternyata istri tercintanya sedang ada di dapur mencuci piring bekas makan malam hari ini.
Rayhan berjalan perlahan mendekati Jihan tanpa menimbulkan suara . Lalu memeluk pinggang ramping istrinya, dan menelusupkan kepada nya ke leher Jihan.
Jihan sontak terkejut melihat Rayhan yang ada di dekatnya. Jihan berbalik badan dan membuat pelukan Rayhan pun terlepas.
Sejak tadi Jihan memikirkan Rayhan karena rindunya. Ternyata suaminya itu saat ini sedang memeluk nya mesra.
"Mas, kamu sudah pulang ? Kenapa tidak mengabari ? Katanya pulang nya masih 2 hari ke depan. "Kata Jihan menatap wajah suami yang sangat di rindu kan nya.
"Mas ingin memberikan mu kejutan sayang. Mas sangat merindukan mu. "Ucap Rayhan kembali memeluk Jihan.
"Apa Mas sudah makan ? "Tanya Jihan.
"Belum sayang, Mas kebetulan lapar sekali.
Jihan pun mulai memanaskan kembali masakan nya. Usai masak ia pun menghidangkan makanan untuk Rayhan.
Rayhan yang memang sangat lapar, dan tidak sempat untuk makan karena terburu-buru ingin memberikan kejutan untuk kepulangannya. Karena Rayhan tau istrinya sedang merindukannya. 😅😅😅
Makanan yang tersedia sudah habis di bantai oleh Rayhan semuanya. Jihan hanya tersenyum melihat Rayhan yang makan dengan lahapnya.
"Sayang, Mas mau bersihin badan dulu yah. Terasa badan Mas sudah lengket semuanya. "Kata Rayhan beranjak untuk segera membersihkan dirinya.
***
"Mas, sudah selesai ? "Kata Jihan sembari membawa gelas berisikan wedang jahe.
"Sudah sayang, sini duduk dekat Mas. "Kata Rayhan menepuk tempat di dekat nya untuk Jihan duduk.
Jihan memberikan wedang jahe untuk Rayhan,.
__ADS_1
"Terimakasih sayang... "Ucap Rayhan mengecup pipi istrinya.
Jihan masih saja belum terbiasa dengan kecupan-kecupan manis Rayhan sehingga membuat pipi nya merah merona.
Rayhan membuka hijab yang digunakan oleh Jihan, lalu mendekat menyatukan bibir mereka berdua.
"Sayang, Mas merindukan mu. "Bisik Rayhan di telinga Jihan.
"Sebentar Mas, Jihan kunci pintu kamar dulu yah. "Kata Jihan berlalu.
Rayhan kembali mendekati Jihan, dalam posisi sama-sama berdiri. Rayhan memeluk Jihan dari belakang. Entah mengapa lelaki itu sangat suka bermanja dengan cara seperti itu.
Jihan berbalik sehingga mereka saling bertatapan, Jihan yang kalah pendek dari Rayhan hanya sebatas dada suaminya itu.
Jihan mengerti akan keinginan suaminya itu.
Mendapat respon dari Jihan, Rayhan pun segera mengangkat Jihan dan membaringkan nya di atas ranjang itu.
Rayhan mulai melancarkan aksi kesukaannya terhadap Jihan. Jihan malu untuk mengeluarkan suaranya karena takut akan mengganggu pendengaran orang tua dan adik nya.
Jihan hanya menutup mulutnya dengan telapak tangannya untuk tidak menimbulkan suara akibat sensasi dari sentuhan yang diberikan oleh Rayhan.
Rayhan tertawa melihat Jihan yang bersusah payah menahan suara desahannya agar tidak terdengar. Begitu sulit untuk tidak melenguh karena mabuknya akan sentuhan Rayhan.
Rayhan menghentikan aksinya, dan turun dari atas badan Jihan. Lalu mengecup dan ******* bibir mungil Istrinya itu.
"Kita lanjut besok di rumah kita sayang. Mas lebih suka saat kamu mengeluarkan suara indah ketika Mas menyerang mu.
Hal itu membuat Jihan menahan malu, bagaimana pun Rayhan selalu mampu membuat dirinya mendesah manja.
Padahal Rayhan sudah menahan hasrat nya sejak melihat istrinya. Tetapi tidak ingin membuat istrinya tersiksa karena terus saja menahan suaranya dengan menutup mulutnya dengan telapak tangannya .
Rayhan membawa Jihan ke dalam pelukannya. Kedua insan itu pun tidur dalam posisi saling berpelukan.
****
__ADS_1