
Pagi itu Jihan sudah terbangun dari tidur nya.
Yang pertama kali diperhatikan adalah keberadaan lelaki itu.
"Kemana pergi nya dia ?? Apa dia meninggalkan ku disini sendiri ?? "Batin Jihan.
"Lagian untuk apa dia menjaga ku disini dan menunggu aku bangun, aku kan bukan siapa-siapa nya. "ledek Jihan pada diri sendiri.
Jihan malah memayun-mayun kan bibir nya, ada rasa kesal saat tidak melihat lelaki itu.
Tapi dia bisa apa, toh lelaki itu bukan siapa-siapa nya.
15 menit setelah Jihan berberes-beres, sudah merapikan rambut nya yang berantakan.
Terdengar suara pintu terbuka, dan muncul lah sosok yang dari tadi di cari Jihan.
"Apa sudah lama ?? "tanya lelaki itu.
"Lama apanya ?? "jawab Jihan bingung.
"Apa sudah lama kamu bangun ?? "lelaki itu memperjelas pertanyaan nya.
"Tidak terlalu lama. "jawab Jihan singkat.
"Aku tadi keluar membelikan mu bubur ayam ini, dari semalam kamu tidak makan, dan baru jam 3 dini hari kamu siuman. "kata lelaki itu menatap Jihan.
"Maaf kan aku, dan terimakasih sudah mau menemani ku disini. "kata Jihan menunduk.
Jihan merasa bersalah karna berakhir di rumah sakit dan membuat lelaki itu harus menungguinya semalaman.
__ADS_1
"Kamu kan bisa pulang dan kamu bisa ninggalin aku aja di rumah sakit ini. Toh, kamu juga bukan siapa-siapa ku. Jadi tidak akan ada yang menyalahkan mu.. " kata Jihan polos.
"Apa untuk menolong orang lain itu harus memiliki hubungan yang spesial ??
"Bukan kah kita di ajarkan untuk saling menolong ? " tanya lelaki itu .
"Hmmmmm.
Jihan hanya bisa menelan Saliva nya mendengar perkataan Lelaki itu.
"Sudah lah, ini sarapan dulu. Setelah itu aku akan mengantar mu. Aku masih punya pekerjaan lain. "lanjut lelaki itu sambil memainkan ponselnya.
Jihan pun mengunyah makanan nya sampai habis.
"Dan ini aku membelikan sepasang baju untuk mu, aku tidak tahu ukuran badan mu. Jadi aku meminta petugas toko untuk memilih nya.
Gantilah pakaian mu.
"Kata lelaki itu menyodorkan paper bag kepada Jihan.
10 menit kemudian, Jihan pun keluar dari kamar mandi.
Wajah nya sudah sedikit berseri, dan sudah kelihatan segar.
Jihan berjalan lebih dulu dan segera ke administrasi untuk membayar biaya rumah sakit.
"Maaf mbak, semua biayanya sudah dibayar.
"kata Suster.
"Siapa yang membayar nya Sus ? "tanya Jihan.
"Suami mbak yang sudah membayar nya. "jawab Suster itu.
Jihan yang mendengar nya pun merasa bingung.
Jihan dikejutkan suara lelaki itu dari belakang.
__ADS_1
"Sudah aku bayar semuanya. "katanya.
"Baiklah, Aku akan mengganti uang mu kembali. "kata Jihan
"Tidak perlu, aku menolong mu ikhlas. Sudah lah, ayo kedepan. "kata Lelaki itu berjalan lurus meninggalkan Jihan yang masih bingung dengan semuanya.
"Bagaimana bisa suster itu mengatakan lelaki itu adalah suami ku ??? "batin Jihan.
"Maaf, sepetinya aku tidak bisa mengantar mu. Aku masih punya urusan yang mendesak. Ditoko sedang ramai pembeli. "kata lelaki itu.
"Tidak apa-apa. "kata Jihan dengan senyum yang dipaksakan.
"Bagaimana jika aku akan menunggu sampai kamu naik taksi ? "tawar lelaki itu.
"Tidak perlu, terimakasih atas bantuan mu. "kata Jihan lagi.
"Tidak apa-apa. Aku akan menunggu mu disini sampai taksi datang. "kata lelaki itu.
Entah keberanian apa yang muncul dalam diri Jihan.
"Can i know your name ?? "kata Jihan menunduk.
Lelaki yang tadi tengah sibuk dengan ponselnya pun melihat Jihan.
"Nama ku Rayhan. "kata lelaki itu.
"Rayhan... "ulang Jihan lagi.
Tapi lelaki itu Tidak menanggapinya.
Taksi pun berhenti di depan Jihan.
Jihan tidak ingin terlalu baper .
Lihat saja saat Jihan menanyakan namanya, bahkan tidak ada inisiatif lelaki itu untuk menanyakan nama nya kembali.
Sungguh menyedihkan "" kata Author. 😂😂
Jihan pun berpamitan dan tak lupa mengucapkan terimakasih karna telah menjaga nya semalaman ini.
Taksi pun melaju meninggalkan tempat Jihan tadi berdiri.
Dan lelaki itu juga berlalu , mungkin dia sibuk di toko.
__ADS_1
Entah kapan mereka akan bertegur sapa kembali.
Entah Author akan mempertemukan mereka lagi atau tidak . 😅😅