Love Behind In The Mirror Image (Pengagum Bayangan Cermin )

Love Behind In The Mirror Image (Pengagum Bayangan Cermin )
~Delvin Arnanda Siddiq.


__ADS_3

***


Hari ini acara di rumah pengantin berjalan sebagaimana mestinya .


Pernikahan Dinda tidak terlalu megah tapi dari dekorasi dan hiasan seluruh ruangan membuat mata nyaman untuk memandang.


Meski Dinda menikah dengan orang China, bukan berarti Dinda menyerah kan agamanya.


Dinda tetap berpegang pada agamanya, dan lelaki yang menjadi pasangan Dinda itu, sebelum mereka menikah lelaki itu sudah inisiatif untuk menjadi muallaf.


Lelaki yang saat ini sudah berstatus suami Dinda itu bahkan mempelajari dasar-dasar agama untuk menunjukkan ketulusannya .


Sisa selanjutnya akan menjadi tugas Dinda untuk ikut membimbing suaminya untuk lebih paham tentang agama nya sebagaimana seharusnya yang di ajarkan Kaidah-kaidah Islam.


**


Jihan yang merasa bosan dengan suasana pesta, dimana para undangan nya dari relasi bisnis Dinda dan bisnis suaminya itu. Membuat Jihan merasa minder karna banyak orang hebat di acara pernikahan itu.


Jihan memilih menyendiri dan menelusuri taman belakang tempat yang tadi pagi menjadi saksi percakapannya dengan angin.


Jihan hanya duduk sambil memandangi pohon-pohon yang ada di taman rumah itu.


"Hai, bolehkah aku duduk di sini ? "tanya seorang lelaki itu.


Jihan sontak memandang siapa gerangan yang berbicara dengannya.


"Silahkan. "kata Jihan bergeser ke ujung bangku. Membentangkan banyak jarak, sebagimana mestinya bahwa tidak mahram nya, maka tidak boleh duduk berdekatan.


Lelaki itu duduk dan tersenyum melihat Jihan yang bergeser dan menyisahkan banyak tempat untuk lelaki itu. Mungkin ada jarak 2 meter antara Jihan dan lelaki itu.


"Boleh aku tau siapa nama mu gadis cantik ? "kata lelaki itu.


"Namaku Jihan ayu Nindira, panggil Jihan aja Mas. "kata Jihan yang berbicara sambil menundukkan kepalanya.


"Kenalin, namaku Delvin "kata lelaki itu mengulurkan tangan.


Tetapi Jihan hanya menyambut nya dengan kedua tangannya Yang terkatup di depan dada nya. Bagaimana semestinya salam kepada yang bukan mahram nya.


Delvin tersenyum melihat Jihan yang tidak ingin berjabat tangan langsung dengan nya. Karena Jihan adalah wanita muslimah, setiap hari selalu menjaga agar tidak pernah bersentuhan dengan lelaki manapun yang bukan mahram nya.

__ADS_1


Jihan memang bukan wanita yang menggunakan cadar dan niqab. Hanya menggunakan Jilbab panjang yang menutupi bagian badannya.


"Sedang apa Jihan disini ? "tanya Devin.


"Jihan bosan di dalam Mas, jadi ke taman aja untuk menghibur diri. "Jawab Jihan.


"Kamu ke sini sama Tante Kiran yah.? "tanya Delvin.


"Iyah benar. Kenapa Mas tau itu ? "Tanya Jihan kembali dengan penasaran. Tetapi masih terus menunduk.


"Tante Kiran itu sepupu ibu ku. Aku dengar Tante Kiran membawa seorang gadis cantik nan Sholeha. Aku penasaran, dan ternyata memang seperti perkataan Tante Kiran. "Kata Delvin tersenyum melihat Jihan yang masih setia menundukkan pandangan nya.


"Hmm. Begitu yah. "Lanjut Jihan.


"Kapan balik ke Indonesia lagi ? "tanya Delvin.


"Gak tau mas, belum ada komunikasi sama Bu Kiran. "jawab Jihan.


"Bagaimana jika besok sore aku mengajak kamu berkeliling kota Beijing. Kebetulan esok aku libur kerja. "Tawar Delvin pada Jihan.


"Boleh mas, tapi aku harus izin dulu sama Bu Kiran. "kata Jihan.


Banyak hal yang di ceritakan Delvin pada Jihan, Entah mengapa Delvin langsung merasa akrab bersama Jihan.


Ada rasa nyaman di hatinya saat berbicara dengan Jihan.


"Mas, seperti nya kurang baik kita berada di sini hanya berdua. Aku merasa kurang enak jika ada yang melihat. "Bagaimana jika kita masuk kembali ke dalam.. "Kata Jihan


"Baiklah jika seperti itu. Kamu berjalan lah lebih dulu " kata Delvin.


"Sebaiknya wanita berjalan di belakang mas. "kata Jihan mempersilahkan Delvin berjalan lebih dulu.


Mereka pun berjalan masuk kembali ke acara pernikahan itu, Jihan mengambil tempat duduk di dekat Mertua Bu Kiran.


"Dari mana Jihan ?? "tanya bu Yaya.


"Jihan dari taman belakang nek "kata Jihan tersenyum kepada nenek Yaya.


Jihan pun berbincang-bincang dengan nenek Yaya, terkadang mereka tertawa kecil . Mertua Bu Kiran itu merasa bahagia sekali berada di dekat Jihan .

__ADS_1


Dia sudah menganggap Jihan seperti cucu nya sendiri. Karna Bu Kiran sampai saat ini belum memiliki anak. Pak Rangga adalah satu-satunya anak lelaki nenek Yaya. Nenak Yaya memiliki satu anak lelaki dan dua anak perempuan.


Dinda adalah anak bungsu dan anak kedua Bu Yaya ada di Mumbai. Tapi tidak bisa datang ke acara Dinda karena menjaga suaminya yang sedang sakit.


Tapi sayangnya Allah belum menitipkan amanah kepada Bu Kiran dan Pak Rangga untuk memiliki buah hati.


Dari arah lain, Delvin yang dari tadi memperhatikan setiap gerakan Jihan, terus saja memandangi Jihan tanpa ada rasa bosan. Sampai acara itu selesai, Delvin masih setia memandangi Jihan dan seluruh kegiatan Jihan.


Delvin juga ikut serta membantu Jihan dan Bu Kiran untuk merapikan meja yang berantakan itu. Setelah semua undangan pulang, dan pengantin juga sudah di antar ke kamar nya. Maka tinggallah keluarga inti untuk membereskan semua ruangan.


Hampir pukul 3 dini hari semua baru selesai. Delvin yang melihat Jihan kelelahan pun merasa tidak tega.


"Jihan, kamu istirahat lah dulu. Biar aku sama Om Rangga yang membereskan sisa nya. "kata Delvin.


"Apa tidak merepotkan mas ? "tanya Jihan.


"Tentu tidak. Pergilah istirahat. Kamu sudah lelah satu harian . "kata Delvin dengan tersenyum.


"Makasih ya mas. "Sambut Jihan dengan senyuman dan berlalu naik ke lantai dua ..


Jihan membersihkan diri lebih dulu, lalu beranjak naik ke tempat tidur.


Mungkin karna terlalu lelah hari ini, begitu tubuh Jihan berada di atas kasur. Dia langsung tertidur dengan pulas nya.


Wajah lelah nya masih terlihat, walau masih di bungkus oleh hijab nya.


Sebenarnya Jihan jika dirumah akan membuka hijab nya jika hendak tidur. Tetapi karna dia sedang berada di rumah Dinda. Jadi tidur Jihan tetap menggunakan Hijab nya


Delvin juga akan tidur di rumah Dinda dulu untuk malam ini. Merasa sangat lelah dengan pekerjaan hari ini.


Delvin pun tertidur di atas sofa panjang itu.


"Semua orang sudah tidur dan mungkin tengah masuk ke alam mimpi.


Hanya pasangan pengantin yang masih belum tidur, seakan tidak ada lelah nya. Mereka menciptakan malam yang syahdu nan indah. Bersama menyelam lautan cinta menabur benih-benih cinta.


Sang malam menjadi saksi cinta pengantin baru itu.


__ADS_1


__ADS_2