
Di belahan negara lain, Rayhan Abryan Siddiq yang awal nya hanya menjaga toko perhiasan itu, saat ini sedang melakukan observasi untuk proyek nya yang berada di Australia.
Rayhan adalah pengusaha yang sukses di usia muda nya. Dan toko perhiasan itu adalah toko milik ibu nya dan di jaga sementara oleh Rayhan sewaktu ibunya pergi liburan ke Tokyo, Jepang.
Perusahaan yang Rayhan sebagai pemilik nya bergerak di bidang desain perhiasan dan juga produksi .
Banyak brand yang ternama telah di luncurkan oleh perusahan Siddiq itu.
Seorang wanita datang menghampiri ruangan kerja Rayhan. Dengan penampilan yang sangat menawan dan baju yang sedikit terbuka di bagian kerah kemeja nya.
Dia adalah Aruna Hikari Salvina, wanita berdarah Jepang Indonesia yang berprofesi sebagai seorang Modelling papan atas.
"Selamat siang Pak Rayhan Abryan . Are you oke ?? "tanya Aruna yang berjalan mendekat ke arah Rayhan.
Rayhan yang merasa risih dengan penampilan Aruna pun mengambil jarak agar tidak terlalu dekat.
"Ray, kamu masih tetap sama. Lelaki kaku dan juga dingin seperti biasanya. " kata Aruna
"Sudah lah Aruna. Untuk apa kamu datang kesini ? "tanya Rayhan.
"Aku ke sini untuk menghibur mu yang kaku ini. Apa aku kurang menarik bagimu ? Sehingga kamu tidak pernah melirik ku ? "tanya Aruna.
"Jika kamu tidak punya urusan lain, lebih baik kamu keluar dari ruangan ini. Aku risih melihat penampilan mu yang seperti itu. "kata Rayhan sudah mulai tampak kesal.
Aruna pun semakin penasaran dengan Rayhan, dan berjalan mendekat ke arah Rayhan, mengelus leher Rayhan berharap Rayhan akan merespon nya.
Bagi lelaki dewasa siapa yang tidak tertarik dengan tubuh indah, seksi dan berisi seperti Aruna. Tetapi bagi Rayhan, penampilan Aruna sangat merusak penglihatannya.
Rayhan yang sudah mulai emosi dan naik pitam pun menghempaskan tangan Aruna yang telah berani menyentuh area privasi nya.
"Apa kau sudah gila ?? "teriak Rayhan.
"Ya, aku sudah gila karena mu ? 5 tahun aku menunggu mu membuka hati mu. Selama itu aku menunggu mu. Bahkan sampai detik ini kau tidak bisa membuka hati mu, bahkan memandang ku pun kau enggan. "kata Aruna dengan wajah tersenyum sinis.
"Apakah cinta adalah hal yang bisa kau paksakan begitu saja Aruna ?? Aku menghormati mu sebagai wanita. Jadi ku mohon kau pergi dari sini dan jangan pernah muncul lagi di depan ku. "kata Rayhan dengan emosi yang sudah sampai di ubun-ubun.
Aruna yang sudah merasa kesal kepada Rayhan pun mengambil tas dan segera pergi dari ruangan Rayhan.
"Wanita sialan. Berani-beraninya ingin menyentuh ku ? "kata Rayhan melempar berkas yang terletak di meja nya.
****** 6 tahun yang lalu.
"Ray, maaf kan aku. Aku tidak bisa terus bersama mu seperti ini. "kata Tifa
"Tapi kenapa Tifa ? Kenapa kamu ingin meninggalkan ku ? "tanya Rayhan.
__ADS_1
"Ibu ku sudah menjodohkan ku dengan lelaki kaya. Dan aku juga sudah bosan karna kamu tidak punya apa-apa. "kata Tifa
Mendengar hal itu membuat Rayhan sakit hati, wanita yang selama ini di cintainya dan yang di harapkannya untuk menemani nya untuk masa tua nya.
Tapi justru impian nya di hancurkan begitu saja.
"Aku sedang berjuang menghalalkan mu , Tapi kenapa kamu malah memilih berpaling kepada lelaki lain ? Apa karna saat ini aku masih belum memiliki apa-apa ? "tanya Rayhan.
"Benar Ray, aku sudah tidak bisa menunggu mu lagi. Sampai kapan kamu akan berjuang. Aku sudah lelah menemani mu . Kamu tidak punya apa-apa dan aku tidak akan ingin hidup dengan lelaki susah seperti mu. "Kata Tifa dan pergi berlalu begitu saja.
Kejadian itu masih menyisahkan luka di hati Rayhan hingga detik ini.
Rayhan yang dulu nya adalah lelaki ramah dan baik hati telah berubah menjadi lelaki sedingin es batu.
Dalam 5 tahun terakhir itu, Rayhan berjuang membuktikan bahwa dia mampu menjadi orang yang sukses.
Segala usaha dan ikhtiar nya telah membuahkan hasil yang terbaik.
Sekarang datang lagi Aruna yang mengganggu nya, Aruna adalah adik sepupu dari Tifa mantan kekasihnya dulu. Entah apa maksud Aruna mengejar-ngejar Rayhan sejak awal Rayhan di tinggal oleh Tifa.
******
Sudah hampir 6 bulan Rayhan berada di Australia untuk memantau proyek baru nya di sana.
Sekarang adalah waktu untuk pulang ke Indonesia.
Rayhan sudah mempersiapkan keberangkatan nya ke Indonesia Kembali. Rayhan juga tidak lupa untuk membelikan hadiah untuk ibunya.
Rayhan lupa bahwa ibu nya sekarang pasti sudah berada di toko.
Toko yang ibu nya tempati adalah, awal pertama Rayhan meniti usahanya. Membuka toko-toko perhiasan, dan setelah usahanya melambung. Toko itu menjadi urusan ibunya sampai sekarang.
Rayhan pun menuju Toko tempat ibu nya, tepat pukul 13.00. Sebelum ke toko Rayhan singgah lebih dulu di mushollah untu sholat Dzuhur.
Saat Rayhan hendak masuk ke dalam musholla, dia tidak sengaja menabrak seseorang yang membuat mukenah nya pun jatuh ke lantai.
Rayhan yang merasa bersalah pun ingin mengambil kembali mukenah yang jatuh. Saat Rayhan hendak menunduk, wanita itu juga menunduk sehingga kepala keduanya berbenturan.
"Awww. ....
__ADS_1
Kamu.... "kata Jihan.
Ternyata lelaki yang menabrak nya adalah lelaki yang sudah sangat di rindukan nya hingga saat ini.
Rayhan hanya bingung dengan ekspresi Jihan.
"Maaf , aku tidak sengaja menabrak mu. "kata Rayhan memberikan kembali mukenah Jihan dan berlalu begitu saja.
Jihan masih saja bingung dengan yang di saksikan nya.
"Apakah itu Rayhan ? Setelah lama tidak muncul. Sekarang dia berada di depan ku ?
"Mengapa jantung ku berdebar-debar seperti ini ?
"Akhirnya setelah begitu lama, aku masih bisa melihat dan bertemu dengan mu ??
"Ingin sekali rasanya bertanya, kemana sajakah dia selama ini ? Tapi apalah daya ku, aku bahkan tidak berhak untuk bertanya seperti itu.
"Batin Jihan.
Jihan pun kembali ke toko dengan wajah yang berseri. Bagaimana tidak, lelaki yang sangat dirindukan nya setelah sekian lama. Akhirnya bisa melihatnya lagi.
Rayhan yang telah selesai melaksanakan sholat nya pun berjalan ke arah toko ibunya.
"Assalamu'alaikum ibu. "kata Rayhan.
"Wa'alaikum salam anak ibu. "kata Bu Hana , ibunya Rayhan.
Rayhan memeluk ibunya, dan mencium tangannya. Bu Hana sudah lama tidak bertemu dengan anak kesayangan nya.
Di toko depan, Jihan memperhatikan kebahagian seorang ibu yang sudah lama tidak bertemu dengan anak nya.
"Melihat mu seperti ini. Cinta ku bahkan semakin bertambah .
"Apakah mungkin untuk memilki mu ? "batin Jihan.
******
__ADS_1