Love Behind In The Mirror Image (Pengagum Bayangan Cermin )

Love Behind In The Mirror Image (Pengagum Bayangan Cermin )
Cinta tak harus memiliki


__ADS_3

Sejak kejadian di restoran itu, Aruna seakan menjaga jarak terhadap Rio. Pagi ini Rio menelpon Aruna, entah berapa kali Aruna tetap melewatkan panggilan telpon Rio.



Tringg... Tringg.


Ponsel Aruna masih terus berdering, tertera nama Rio di sana. Aruna yang melihat pemilik nama yang menelponnya, itu menghela nafas berat .


Apa harus di angkat atau tidak .? Batinnya berkecamuk. Dalam hatinya sedikit pun tak bisa berpaling dari Rio. Disisi lain Aruna sadar bahwa dirinya mencintai seseorang yang mungkin mustahil untuk dimilikinya.



Adzan Dzuhur berkumandang, Aruna yang masih sibuk berselancar di keyboard laptopnya pun memberhentikan aktivitas nya. Mengingat panggilan kewajiban, Aruna segera berwudhu untuk melakukan 4 rakaat Dzuhurnya.



Aruna yang saat ini jauh berbeda dengan Aruna yang dulunya. Tutur bahasa nya yang semakin sopan, dan kebiasaan buruk yang sudah di tinggalkannya.



Istiqomah, yang ingin di terapkan oleh Aruna dalam hatinya. Percaya bahwa Allah akan selalu ada bersama hambanya.

__ADS_1



"Assalamu'alaikum.... "Sapa Jihan di seberang sana.


"Wa'alaikum salam warahmatullahi wabarokatu " Jawab Aruna di panggilan VC mereka.


"Arun. Apa kabar ? Sudah lama gak pernah datang kerumah lagi. "Kata Jihan yang sedang berbaring di samping baby Fatih.


"Alhamdulillah sehatJihan, maaf yah. Beberapa hari ini aku sibuk dengan tugas ku. Nanti kalau aku senggang aku akan berkunjung. Aku juga udah rindu sama Baby Fatih.


"Kemaren Mas Rio datang kesini, dia nanya kamu. Apa kamu datang atau tidak. Karena beberapa hari ini dihubungi. Katanya kamu gak ngangkat telpon. Apa terjadi sesuatu ?? " Tutur Jihan.


"Hmm. Gak kog. Aku cuma lagi sibuk aja untuk saat ini. "Jawab Aruna.


"Apa kamu menyembunyikan sesuatu yang tidak aku ketahui ?? "Tanya Jihan


"Hmm. Tidak.. "Jawab Aruna terbata .


Gugup ingin menjawab apa pada Jihan, untuk mengatakan nya pun ada rasa malu.


" Hmmm. Apa tentang Mas Rio ?? " Kata Jihan dengan wajah gemas nya.

__ADS_1


"Sebenarnya ada sesuatu yang membuat aku merasa galau saat ini Jihan. Aku bingung, aku dilema saat ini. "Tutur Aruna diseberang sana. Ada raut sedih terpancar di wajah cantiknya itu.


"Hmm. Aku ini kan teman mu Run. Kenapa harus ditutupi gitu sih. Besok kamu datang yah ke rumah. Mas Rayhan dan Mas Rio ada tugas di luar kota. Kamu temani aku, sambil cerita masalah hati mu itu. "Kata Jihan.


"Insyaallah Jihan. Aku usahakan untuk datang yah. "Lanjut Aruna.


"Baiklah. Kalau gitu sampai jumpa besok yah Run. "Assalamu'alaikum.. "Ucap Jihan.


"Wa'alaikum salam warahmatullahi wabarokatu. " Lanjut Aruna.


Pembicaraan antara dua bersahabat itu pun berakhir. Saat ini Aruna kembali terdiam dan sibuk akan lamunan nya.


Aruna duduk memandang jalanan lewat jendela kamarnya. Keramaian kendaraan yang berlalu lalang tak mampu mengusik fikirannya. Banyak hal yang membuat dirinya bingung, banyak dilema di hatinya.


"Mencintai seseorang dalam diam, hanya doa dalam sujud di sepertiga malam yang slalu menemaninya. Tidak berharap banyak akan kah berjodoh atau tidak dengan orang yang sangat dikaguminya.


****


Jam dinding yang saat ini telah menunjukkan pukul 08.00 malam. Setelah Aruna selesai melaksanakan sholat isya. Aruna berjalan ke meja rias, mengambil buku daery nya yang terletak di atas nakas itu.


Ada photo Rio yang sengaja diam-diam diambil oleh Aruna. Dengan pakaian Koko dan sarung yang melekat. Aruna mengambil photo Rio ketika melihat lelaki itu pulang shola subuh.

__ADS_1


"Kamu tampan. Tapi salahnya aku hanya menjadi pengagum mu saja. Bukan untuk memiliki mu. 😔😔


"Begitu sakit kah, mencintai seseorang yang belum tentu mencintai kita ?? Mencintai seseorang bahkan dari bayangannya saja. Andai setiap cinta yang kita inginkan bisa kita miliki. Alangkah bahagianya semua orang, namun terngiang kembali pepatah yang mengatakan. "Bahwa cinta tidak harus memiliki. "


__ADS_2