Love Behind In The Mirror Image (Pengagum Bayangan Cermin )

Love Behind In The Mirror Image (Pengagum Bayangan Cermin )
~Jadilah Ratu ku


__ADS_3

****


"Sayang, sebelum ke rumah ibu. Bagaimana jika kita membawa sedikit buah tangan ? "Kata Rayhan.


"Apakah boleh Mas ? "Tanya Jihan menatap Rayhan.


"Tentu boleh sayang.."Jawab Rayhan mengusap pipi Jihan.


Rayhan dan Jihan pun berhenti di sebuah Ruko besar. Di sepanjang ruko yang berbaris itu, banyak penjual buah dan juga makanan Ringan.


"Mas, Jihan mau beli buah untuk ibu. "kata Jihan


"Baiklah sayang. Sebutkan saja buah yang kamu inginkan. "Lanjut Rayhan.


"Buah Apel, Pir , Avocado dan buah Rambutan ini Mas.


"Bungkus setiap satu jenis 5kg ya Pak. "Kata Rayhan dengan santai.


"Mas, itu kebanyakan. Nanti mana habis kan mubazir. "Kata Jihan tak percaya. Buah sebanyak itu.


"Tenang lah sayang. Uang suami mu ini tidak akan habis walau kau membeli seluruh buah di toko ini. "Jelas Rayhan.


"Mas, bukan masalah mas banyak uang atau tidak. Nanti buah nya mubazir jika tidak termakan semuanya. "Tutur Jihan.


Tapi Rayhan malah tersenyum tanpa mau mengurangi jumlah timbangan buah nya.


Jihan hanya bisa terdiam saat suaminya ingin memborong semua buah di toko itu.


"Kebangetan yah Mas Rayhan, mentang-mentang banyak duit mau foya-foya aja. "Batin Author 😂😂😂


Mobil Rayhan pun kembali melaju memecah kesunyian jalanan. Jalan menuju tempat Jihan memang tidak terlalu ramai akan kendaraan. Sebelum tiba di rumah Jihan, Rayhan melihat sebuah panti asuhan. Rayhan pun segera memberhentikan mobilnya di depan panti tersebut.


"Mas, kita mau ngapain ? "tanya Jihan.


"Bagaimana jika sebagian buah ini kita bagikan pada adik-adik di panti itu ? "Kata Rayhan.

__ADS_1


"Ide yang bagus Mas. "Lanjut Jihan.


Akhirnya sebagian dari buah Dan makanan ringan yang di beli oleh Rayhan tadi, diberikan kepada anak-anak panti itu.


"Terimakasih Tante cantik dan Om ganteng " kata salah seorang anak wanita yang berusia sekitar 5 tahunan.


Jihan dan Rayhan pun membelai kepala anak tersebut. Tak lupa Jihan juga mengecup kening anak yatim itu.


"Mas, dia imut sekali. Andai kita punya anak se imut dia Mas. "Kata Jihan dengan wajah senduh.


"Kita akan buat nanti ya sayang ? "Jawab Rayhan.


Sontak Jihan merasa malu akan perkataan suaminya. Bagiamana tidak suaminya bicara tidak di saring malah keceplosan di depan ibu panti.


Hadehh. Mas Rayhan kog gitu amat Sih 😅. Jiwa Jomblo Author meronta nih. 😅😅


*****


Rumah ibu.


"Wa'alaikum salam nak. "kata ibu manyambut Jihan dan menantunya itu.


Rayhan pun menyalami ibu mertuanya itu.


"Bagaimana kabar ibu ? "tanya Rayhan.


"Alhamdulilah, ibu semakin hari merasa semakin sehat . Makasih ya Nak Rayhan. Sudah selalu membiayai perobatan ibu. "Kata Ibunya Jihan.


Jihan bahkan tidak mengetahui bahwa suaminya yang rutin memberikan perobatan yang terbaik bagi ibunya.


"Sejak kapan Mas ? "tanya Jihan.


"Baru sayang. Sekitar 6 bulanan lah. "kata Rayhan santai.


"Makasih ya Mas. "sambil memeluk suaminya itu.

__ADS_1


"Jihan, ayo ajak Nak Rayhan ke dalam. Kalian istirahat lah dulu. "kata ibu


"Baiklah Bu.


Jihan dan Rayhan pun berlalu masuk ke kamar, Rayhan juga terlihat lelah menyetir selama kurang lebih 5 jam.


Jarak antara Rumah Rayhan dan rumah orang tua Jihan cukup lah jauh.


"Mas, maaf ya. Tempat tidur Jihan gak senyaman dan seempuk tempat tidur Mas yang dirumah. "Kata Jihan menunduk.


Biasanya suaminya akan tidur dan berbaring di kasur empuk dan kamar yang luas. Tapi saat ini Rayhan malah berada di kamar Jihan yang kecil dan kasur yang kecil. Hanya ada kipas angin di sana.


"Sejak kapan sayang, Mas mempermasalahkan hal ini ?


"Ayo duduk di samping Mas. "kata Rayhan


Jihan pun duduk di samping Rayhan, kepala nya di rebahkan di pundak suaminya itu.


"Mas, apa suatu saat kau akan meninggalkan ku apabila aku tidak bisa memberikan mu anak. "kata Jihan menatap mata Rayhan.


"Sayang. Kamu bicara apa. "Tanya Rayhan heran.


"Mas, sudah 1 tahun sejak kita menikah. Tapi Jihan belum hamil juga. Apa Mas akan meninggalkan Jihan ? "Tanya Jihan lagi ingin mendengar kepastian dari Rayhan


"Sayang, berhenti lah bicara omong kosong seperti itu. Ini masih satu tahun pernikahan kita sayang. Bersabar lah. "Tutur Rayhan mengecup kedua tangan Jihan.


"Mas, terimakasih untuk semua kasih sayang yang kau berikan kepada Jihan saat ini. Jihan berharap agar Mas tetap Nemani Jihan sampai kapan pun. "Kata wanita 23 tahun itu kepada suaminya.


"Cukup kau selalu menemani ku disisi ku, maka akan aku jadikan dirimu Ratu yang hanya memiliki singgah sana tepat di dasar hatiku. "Ucap Rayhan mengecup bibir ranum istrinya.


Rasa cinta diantara dua anak manusia itu, dimana Jihan harus berjuang selama ini untuk mendapatkan hati suaminya. Banyak luka dan air mata yang di terimanya.


Namun tak ada sabar yang tidak berbuah manis. Percayalah Pelangi akan muncul setelah hujan badai datang.


****

__ADS_1


~Bersambung


__ADS_2