
*****
Hari ini adalah hari ulang tahun Jihan, mereka hanya mengadakan acara syukuran saja. Karena Jihan tidak ingin pesta. Baginya itu hanya menghabiskan uang.
"Mas, bolehkah kita berbagi sedikit kepada anak-anak yatim. ? "Tanya Jihan.
"Tentu boleh sayang, Mas sudah menyiapkan beberapa parsel untuk kita antarkan ke panti asuhan. "Kata Rayhan.
Jihan sangat senang karena suaminya sangat pengertian akan dirinya. Saat hendak berangkat ke panti Asuhan. Jihan merasa perut nya mules dan terasa sangat mual.
Jihan berlari ke wastafel yang ada di dapur. Dan memuntahkan isi perutnya yang hanya mengeluarkan cairan kuning saja.
"Hoekk. Hoekk.
Jihan merasa badannya lemas dan kepalanya terasa pusing, hampir saja dia terjatuh ke lantai jika Rayhan tak langsung sigap menahan nya di belakang.
"Sayang, kamu kenapa ?? "Tanya Rayhan menepuk pipi Jihan yang terlihat pucat.
Rayhan segera membawa Jihan ke kamar dan menelpon dokter pribadinya.
Benar saja, dokter pribadi sekaligus sahabatnya itu tidak butu waktu lama sudah sampai ke kediaman Rayhan Abryan.
"Andi. Tolong kau periksa istri ku. "Kata Rayhan dengan panik.
"Tenang lah Ray, aku akan periksa dulu. "Ucap Andi.
Andi memeriksa denyut nadi Jihan. Saat itu Andi hanya tersenyum melihat wajah Rayhan yang panik .
"Kenapa kau tersenyum ?. Aku tidak memanggil mu kesini untuk melihat senyuman mu yang pahit itu. "Kata Rayhan kesal.
__ADS_1
"Tenang lah Ray, Jihan tidak apa-apa. Dia hanya butuh istirahat lebih. Dan ku rasa Jihan sedang hamil saat ini. "ucap dokter Andi
"Apa kau serius istri ku sedang hamil ?? "Tanya Rayhan dengan wajah berbinar.
"Benar. Hanya saja aku tidak tau sekitar berapa bulan usia kandungan nya. Besok pergi lah untuk check ke dokter kandungan untuk memastikannya. "Jelas dokter Andi.
Rayhan menangis terharu mengetahui Jihan sedang hamil, hal yang sangat di idam-idam kan nya. Memiliki anak dan sekarang Allah sudha mengijabah doa mereka.
"Baiklah, aku pamit dulu. Aku akan tuliskan resep sejenis vitamin untuk membantu daya tahan tubuhnya. "Jelas Andi.
"Terimakasih Andi. "Ucap Rayhan mempersilahkan sahabatnya itu untuk kembali ke rumah sakit.
Rayhan masih mengelus puncak kepala Jihan dan sesekali menciumi kening nya.
"Mas, kenapa ?? "Tanya Jihan heran.
"Sayang, disini ada calon anak kita. "Kata Rayhan menyentuh dan mengelus perut Jihan yang rata.
"Benar sayang.
Jihan terharu akan hal itu, air mata bahagianya jatuh membanjiri pipinya. Rayhan memeluk dan mendekap erat tubuh istrinya itu.
"Terimakasih sayang. "Ucap Rayhan sembari menciumi wajah istrinya itu.
*******
Esok harinya Rayhan lebih dulu membawa Jihan untuk periksa kandungan. Karena Rayhan tau bahwa Jihan hamil, malah membuat Rayhan menjadi over protective kepada istrinya itu.
"Selamat ya Bu, pak. Ibu Jihan hamil dan usia kandungannya sudah menjalani 6 Minggu. Tolong jangan terlalu lelah, dan jangan terlalu banyak fikiran.
__ADS_1
"Usahakan Bu Jihan tidak tertekan dan jangan terlalu mengekangnya. "Ucap dokter itu.
Rayhan hanya mengangguk langsung mendengar penjelasan dokter. Untuk beberapa saat kedepan. Rayhan akan berpuasa dan tidak boleh melakukan hubungan dulu dengan Jihan karena kondisi kandungannya yang masih rentan di trisemester pertama.
"Sayang, hari ini Mas ada urusan di kantor. Tetapi tidak lama. Bagaimana jika kamu ikut saja. Setelah itu pergi berjalan-jalan di taman kota. "Tawar Rayhan.
"Baiklah Mas jika seperti itu.
Jihan mengikuti Rayhan ke kantor, menemani suaminya membuat nya sangat lah senang .
"Sayang, jika lelah pergi lah ke ruangan itu . Tidur lah dan tunggu Mas selesai rapat .
Jihan hanya menuruti perkataan Rayhan, karna akan sangat melelahkan jika Jihan harus duduk di sofa menunggui Rayhan.
****
Satu jam kemudian Rayhan sudah selesai akan rapatnya. Dia mencari keberadaan istrinya diruangan , ternyata tidak ada. Jihan berada di kamar. Dan benar saja dia tertidur di ranjang king size itu.
Rayhan memandangi wajah cantik istrinya yang sedang tertidur. Sungguh indah dengan kecantikan wajah yang sangat natural.
Jihan yang terganggu oleh tangan Rayhan yang mulai nakal bergerilya meremas milik Jihan.
"Mas... kata Jihan menatap Rayhan yang juga ikut berbaring di samping nya .
"Ada apa sayang ? Mas hanya ingin meremas nya sebentar. Kan Mas untuk sementara akan berpuasa . "Ucap Rayhan memelas.
Jihan tak tega melihat suaminya yang akan menahan hasrat untuk beberapa waktu. Lalu dengan inisatif nya, Jihan sendiri yang lebih dulu memulai menciumi Rayhan membuat lelaki itu menjadi kembali semangat.
Satu jam saling berpangutan mesra sambil sesekali bercanda .
__ADS_1
******