
Satu Minggu ke depan Rayhan cuti dari pekerjaan nya, dan yang menjadi korban nya adalah sekretaris pribadinya. Harus mengerjakan tugas yang menumpuk di kantor.
"Mas, kita mau pergi liburan kemana ?? "tanya Jihan.
"Kita akan pergi berlibur ke Bali sayang, "ucap Rayhan.
"Apa Mas serius ?? "Heran Jihan.
"Serius lah sayang, ya kali Mas bercanda. Besok kita berangkat. Mas sudah pesan tiket pesawat untuk kita berangkat . " Jawab Rayhan masih fokus dengan ponsel nya.
Jihan hanya diam tak berkomentar, Jihan pun mengemasi barang yang akan di bawa nya esok bersama suami dan keluarganya.
Begitu juga dengan Ikhsan dan Rangga yang tak mau ketinggalan, sudah menyiapkan perlengkapannya. Ayah dan ibu Jihan juga turut serta. Rayhan memboyong keluarga Jihan untuk berlibur.
"Mas, kita kabari mama ya. Biar mama ikut juga. "Pinta Jihan.
"Boleh sayang. Nanti Mas yang telpon mama ya. "Ucap Rayhan.
Dan di sertai anggukan oleh Jihan.
\*\*\*\*\*\*
~***Esok harinya***.
"Mas, apa mama sudah dikabari ? "Tanya Jihan
"Sudah sayang, Mama nunggu Kita di Bandara aja. "Jelas Rayhan.
Rayhan dan keluarga Jihan pun berangkat ke Bandara di antar supir pribadi Rayhan.
Kebetulan saat itu jalan tidak terlalu macet, sehingga mereka cepat sampai di Bandara.
Ternyata mama Hana sudah lebih dulu sampai, lihat saja. Saat ini mama Hana sedang duduk di kursi tunggu dengan santai nya.
"Ray, mama disini. "Kata Mama Hana melambaikan tangannya.
__ADS_1
"Assalamu'alaikum mama.."Hana mendekat mencium tangan ibu mertuanya.
"Wa'alaikum salam anak mama yang cantik.. "Kata mama Hana.
Adik-adik Jihan pun turut serta menyalami mertua kakaknya.
"Apa mama lupa sama Rayhan ma ? Kenapa malah Rayhan gak mama tanya sih. Cuma Jihan aja yang dari tadi mama gandeng-gandeng. "Kata Rayhan pura-pura merajuk.
"Apaan sih Ray, Jihan kan anak kesayangan mama. Jadi wajar dong kalo mama gandeng tangan Jihan. "Ucap mama Hana tak mau ketinggalan .
Jihan dan mama pun tertawa melihat tingkah lucu Rayhan, persis seperti anak TK yang tidak di beri permen. 😅😅😅
Akhirnya Rayhan pun memilih mendorong kursi ibu nya Jihan. Karna ayah mertuanya yang membawa perlengkapan ibu saat di Bali nanti.
\*\*\*\*\*\*\*
Bali...
Sesampainya di Bali, Rayhan membawa keluarga nya ke penginapan khusus untuk keluarga. Tempat yang asri dan juga nyaman, di sertai dengan kolam renang yang besar. Pemandangan sekeliling nya sangat lah indah, udara nya juga masih sangat segar.
Ada 4 kamar di penginapan dengan 2 lantai itu, kamar yang paling atas akan di tempati oleh Rayhan dan juga Jihan.
Sedangkan kamar bawah akan di tempati oleh Mama Hana, orang tua Jihan dan juga adik Jihan.
Sebelum sampai di penginapan, Jihan dan mama Hana sudah belanja keperluan mereka selama satu pekan itu. Juga ada nasi kotak yang di beli untuk di makan siang itu.
Rayhan yang begitu sampai ke penginapan, langsung masuk ke dalam kamar atas. Di susul Jihan yang membawakan makanan untuk Rayhan.
"Mas, makan dulu ya. Ini Jihan bawain makanan.."Kata Jihan meletakkan piring makanan di atas meja dekat sofa itu.
"Nanti aja. Mas masih capek. "Ucap Rayhan.
"Sini biar Jihan pijitin Mas. "Jihan mendekat dan mengambil minyak Zaitun yang ada di tas nya.
Jihan membuka kemeja Rayahm dan mulai memijit dengan tangannya yang cekatan, tidak butuh waktu lama, pijatan Jihan membuat Rayhan tertidur dengan nyenyaknya.
Jihan hanya tersenyum simpul melihat suaminya yang tertidur dengan pulas nya.
__ADS_1
Jihan kembali memakai kan kemeja suaminya, lalu meletakkan kembali minyak zaitun ketempat semula.
"Manis " Ucap Jihan mengelus rambut Rayhan.
Rayhan yang terusik, tersenyum mendengar pujian istrinya itu.
"Sayang, apa kamu ingin mencari kesempatan saat aku tidur. "Ucap Rayhan.
"Mas, kamu tidur bohongan yah. "Kata Jihan kesal.
"Tidak, hanya saja Mas terbangun karena Istri Mas yang baik hati ini sedang memuji suaminya. "Kata Rayhan sambil mengelus pipi Jihan yang semakin caby.
Rayhan pun menarik tangan Jihan hingga kepala Jihan jatuh mendarat di atas dada bidang Rayhan. Mereka beradu pandang seperti sepasang kekasih yang sedang jatuh cinta di pandangan pertama.
Rayhan membuka hijab yang di gunakan Jihan, menarik tengkuk istrinya lalu mengecup bibir mungil itu. Dengan lembut, ciuman Rayhan semakin Agresif dan tangan nya mulai aktif bergerak di sana. Menyentuh dada istrinya yang berisi dan yang menjadi kesukaan bagi Rayhan.
Rayhan tak ingin sampai situ, saat tangannya pun hendak menjalar ke bawah. Jihan Mala menghentikan dan mencekal tangan Rayhan.
"Mas, Jihan belum selesai halangan. "Ucap Jihan.
Pupus lah sudah harapan Rayhan yang ingin mendapatkan jatah nya siang itu.
"Kenapa lama sekali sayang ? Sampai kapan Mas akan menunggunya ? " kata Rayhan dengan raut wajah kecewa.
"Mungkin 2 hari lagi Mas.."Ucap Jihan
"Kenapa lama sekali sayang. Mas sudah puasa 4 hari . Dan ini malah di tambah 2 hari lagi. "Tutur Rayhan menjambak rambutnya.
Jihan tertawa geli melihat tingkah suaminya. Wanita itu juga tidak tega melihat suaminya yang tersiksa menahan hasrat nya. Jihan pun mendekat dan mengecup bibir Rayhan perlahan. \*\*\*\*\*\*\* nya walau Jihan masih Kaku. Semua itu di lakukan Jihan untuk mengurangi rasa rindu suaminya itu.
"Sabar mas , 2 hari lagi. "Bisik Jihan di telinga Rayhan.
Bukannya Rayhan menjawab, malah mengecup habis leher putih mulus istrinya itu, meninggalkan bekas kepemilikan di sana. \*\*\*\*\*\*\* dada berisi istrinya, sambil sesekali meremas nya. Membuat Jihan meracau dengan suara Indah.
Sayang nya Rayhan tak bisa menikmati keindahan menyelami cintanya sembari mendengar suara merdu istrinya saat meracau. Membuat Rayhan menangih-nagih akan tubuh istrinya itu.
"Semakin hari kau membuat ku semakin mencintaimu sayang. "Ucap Rayhan.
__ADS_1
~~~Bersambung.