Love Behind In The Mirror Image (Pengagum Bayangan Cermin )

Love Behind In The Mirror Image (Pengagum Bayangan Cermin )
~Kegugupan Aruna


__ADS_3


Pagi hari yang cerah, matahari mulai menyingsingkan sinarnya. Burung-burung berkicauan di atas dahan-dahan pohon. Embun pagi yang ada di dedaunan pun bersinar bak permata karena terpaan sinar matahari.



Begitu indah ciptaan Allah untuk para makhluk nya. Dunia yang diciptakan sudah dilengkapi dengan segala macam kebutuhan manusia. Tetapi kebanyakan dari kita mengingkari nikmat Tuhan.



"""



Pagi itu Aruna sudah bersiap untuk berangkat ke rumah Jihan. Dengan rok hitam dan blus celana coklat muda serta dipadukan dengan hijab pasmina coklat muda senada dengan baju blus nya.


Penampilan yang sederhana tetapi tetap indah bagi mata yang memang menyukai tampilan kesederhanaan.



Aruna pun segera berangkat ke rumah Jihan mengendarai taksi online. 30 menit perjalanan, kini Aruna telah sampai di kediaman Rayhan Abryan, suami daru Jihan Ayu Nindira. Aruna pun keluar dari taksi dan segera menyodorkan uang untuk ongkosnya.



"Kembalian nya untuk bapak saja. "Ucap Aruna kepada bapak paruh baya yang menjadi supir taksi itu.



"Terimakasih mbak. Semoga rezeky mbak selalu dimudahkan oleh Allah. "Kata Supir itu.



"Amiinn ya Rabbal Alamin. "Jawab Aruna lalu tersenyum kepada supir taksi itu.



Aruna pun berjalan memasuki gerbang utama rumah Jihan, penjaga gerbang pun antusias menyambut kedatangan Aruna dengan sangat ramah.



Begitu Aruna masuk, di belakang menyusul mobil Rio yang juga memasuki gerbang utama itu. Aruna hanya terdiam lalu mendadak gugup karna Rio telah keluar dari mobilnya.

__ADS_1



Aruna kembali berjalan lurus tanpa ingin menunggu Rio. Disisi lain Rio yang melihat Aruna memalingkan wajahnya begitu dia datang merasa sedikit sakit di relung hatinya. Apakah mungkin Rio memiliki rasa yang sama dengan Aruna ????



"Assalamu'alaikum... "Ucap Aruna saat memasuki rumah Jihan.



"Wa'alaikum salam warahmatullahi wabarokatu."Jawab Jihan yang tengah duduk di ruang tengah sembari memangku si kecil dalam gendongan nya.



Tidak berselang lama Rio pun ikut masuk dan mengetuk pintu.


"Assalamu'alaikum. "Ucap Rio.



Aruna yang belum sampai ke tempat dimana ada Jihan duduk sontak melihat kearah seseorang yang mengucapkan salam.




"Mas Rio datang nya barengan yah sama Aruna ?? Kenapa masuk nya harus pisah ?? "Kata Jihan.



"Enggak kog. "Kata Aruna dan Rio serempak.



"Tuh kan. Kalian jawab nya kog serempak gitu. Sepertinya kalian berdua itu sangat cocok. Benarkan Mas Ray ?? "Kata Jihan menatap Rayhan yang baru keluar dari ruang kerjanya.



"Hmmmmm. "Hanya itu yang bisa dikatakan oleh Rayhan.


Kegugupan seketika hadir menyelimuti kedua insan itu.

__ADS_1



"Sayang, Mas akan segera berangkat ke bandara. "Tutur Rayhan



"Iyah Mas, aku sudah siapin semua kebutuhan Mas selama di luar kota. "Ucap Jihan sembari menyalami suaminya. Dan tak lupa Jihan mendapat hujanan kecupan diwajah imut nya. Membuat jiwa orang jomblo meronta-ronta.



"Apa gak bisa yah mereka mesra-mesraan gak di depan aku gitu. Aku malah merasa salah tingkah dengan sikap dua anak manusia ini. "Batin Aruna menepuk Jidatnya.



Rio yang memperhatikan Aruna memalingkan wajah serta menepuk jidatnya, merasa lucu melihat Aruna yang Salting akibat ulah romantisnya Jihan dan Rayhan.



"Ayo Rio, kita akan segera berangkat. "Kata Rayhan sembari menarik gagang kopernya dan tangan sebelahnya menggandeng Jihan yang menggendong baby nya.



"Sayang. Mas berangkat yah. Kamu hati-hati, kalau ada apa-apa kamu kabarin Mas. "Ucap Rayhan mengelus kepala Jihan yang terbungkus Hijabnya.



"Oya Run. Aku minta tolong ya. Selama aku dan Rio di luar kota. Kamu tolong temani dan jagain Jihan serta baby kecil ku ini yah. "Kata Rayhan menatap Aruna lalu mengelus pipi gembul anak sulungnya.



"Baiklah Mas Rayhan... "Ucap Aruna.



Rayhan pun berjalan di depan dan di ikuti Rio dibelakangnya. Tidak ada kata apa-apa yang Rio keluarkan untuk Aruna. Sekedar melambaikan tangan pun tidak. Aruna menunduk kecewa, kenapa hatinya begitu sakit seperti ini.



"Hati, tolong lah. Dia tidak mencintaimu, dia tidak memiliki perasaan apapun pada mu. Hanya kamu yang menganggapnya lebih. Lupakan dia, kau tak akan bisa menggapai nya. "Batin Aruna


__ADS_1


"Aku mencintainya, aku tidak peduli dia mencintaiku atau tidak. Cukup aku yang mencintainya. Karna dengan begitu aku masih bisa memendam perasaan ku dalam diam ku. Walau aku tau mungkin dia memlik


__ADS_2