
***Seakan kita selalu tau apa itu Cinta. Sehingga rasa sakit berkali-kali pun tetap bertahan karna takut kehilangan sehingga sudah terbiasa akan rasa sakit. ~~
*****
Dear,Daery***.....
Rasa sakit berulang kali, rasa pedih karna orang yang di cinta malah mencintai orang lain. Orang yang selalu di sebut namanya di dalam doa malah sebaliknya menyebut nama orang lain di dalam doanya.
Sepertiga malam ku menyebut mu, sepertiga malam mu menyebutnya. Saat itu aku hanya berdoa, karna tidak ada yang tau doa mana yang akan lebih dulu menembus langit. Entah Doa mu atau doaku yang akan menang. Saat itu aku pun sudah ikhtiar, berharap doa dan takdir ku yang berperang dilangit.
"*Lalu atas izin Allah, Aku bersatu dengan mu dalam ikatan pernikahan dari cara yang tak pernah aku duga sebelumnya. Entah kau akan menjadi masa depan ku atau hanya singgah sebagai masalalu.
"Kau menikahi ku, mengucapkan ijab Qabul di depan para saksi. Saat itu aku merasa bahagia karna aku tidak pernah menyangka. Aku yang hanya sebagai pengagum bayangan mu di cermin ternyata menjadi istri mu.
"Ternyata hal yang awal nya membuat ku merasa bahagia seakan hilang hanya karna setiap kata yang kau ucapkan. Aku selalu bersabar menunggu walau setiap saat harus di rundung kesakitan. Mendengar mu menyebut nama wanita lain. Melihat mu membawa wanita masa lalu mu.
"Apakah sesakit itu berharap pada Cinta ?
"Aku bahkan sudah berjalan sejauh ini, aku bahkan berani terjatuh menahan sakit. Aku terjatuh lalu mencoba bangkit, terluka hingga terlunta.
"Ingin melangkah jauh tapi sulit, Ingin tetap bertahan tapi sakit. Bukan kah saat ini aku berada di fase yang sangat sulit ??
Lantas, sampai kapan aku akan mencintaimu dalam kesabaran ?
__ADS_1
Dan Sakit mana yang saat ini belum aku rasakan* ?
"Jihan~~~
Saat bibir tak mampu bicara, maka tangan akan aktif menulis pada buku. Seperti yang Jihan lakukan, selalu menulis Daery saat dirinya menahan emosi dan sakit yang berulang kali.
*****
"Jihan, ternyata kamu sudah menikah dengan Rayhan. "tanya Delvin dengan wajah di tekuk.
"Benar Mas, aku sudah menikah dengan Mas Rayhan ?. "Jawab Jihan.
"Apa kamu mencintai nya ? "lanjut Delvin
"Apakah dia juga mencintaimu ? "tanya Delvin lagi.
Jihan hanya terdiam mendengar pertanyaan yang Delvin ajukan.
"Masalah dia mencintaiku atau tidak, saat dia sudah mengucapkan ikrar janji pernikahan. Maka saat itu aku sudah menjadi istrinya. Bila dia belum bisa mencintaiku, maka aku akan membuat nya jatuh cinta padaku, dengan caraku sendiri. "Tutur Jihan.
Delvin yang merasa mungkin Rayhan belum bisa mencintai Jihan, karna masih mencintai wanita di masa lalu nya. Ada rasa prihatin, dan kecewa serta sesal karna adik nya mendahului nya untuk meminang wanita yang sudah beberapa bulan mengisi hatinya sejak awal pertama Jihan dan Delvin bertemu.
"Jihan... "kata Delvin dan ingin mendekat ke arah Jihan . Jihan otomatis mundur ke belakang membentang jarak yang luas.
__ADS_1
"Jihan, apa kau tau aku juga mencintaimu sejak pertama kali kita bertemu. Menghabiskan waktu sehari di festival lentera. Mengelilingi Ratusan hektar Bunga persik. Itu adalah hal terindah bagi ku. Bahkan kepulangan ku ke Indonesia kali ini untuk bertemu dengan mu karena aku ingin melamar mu. "Kata Rayhan dengan wajah penuh kecewa.
"Mas, Sebelum nya terimakasih karena kamu sudah mengajak ku waktu itu mengelilingi tempat yang aku idamkan. Terimakasih juga jika kau mencintaiku. Tapi aku sudah menikah, bukankah tidak pantas lagi jika Mas masih mencintai ku ? "tanya Jihan.
" Terlepas dari kata Pantas atau tidak. Apakah mencintai itu salah ? "Delvin kembali bertanya.
"Tidak ada yang salah dalam cinta Mas. Hanya saja yang membuat nya salah adalah ketika kita mencintai seseorang di waktu dan tempat yang salah. "Tutur Jihan.
Delvin merasa kecewa, tidak ada lagi yang tersisa baginya.
"Mas Delvin, Percaya lah. Suatu saat kau akan dipertemukan dengan wanita yang jauh lebih baik dari ku. Kau hanya perlu mengikuti Skenario Allah. Karna Allah adalah Sutradara terhebat yang tak pernah salah dalam menentukan Jodoh . "kata Jihan.
"Apakah akan ada yang lebih baik darimu ? "lirih Delvin berlalu dari hadapan wanita yang dicintainya.
Dari tempat yang tidak jauh dari Jihan dan Rayhan bicara. Ternyata sepasang mata dan telinga menyaksikan serta mendengar pembicaraan mereka.
Itu adalah Rayhan. Ada rasa marah dan cemburu di hatinya .
Rasa cemburu yang membakar hatinya, namun selalu di tepis.
Rasa cinta dihatinya sudah mulai tumbuh. Tetapi enggan untuk mengakui.
"Jagalah orang saat ini ada bersama mu, sebelum dia benar-benar pergi karna merasa perjuangan nya tidak dihargai. Saat itu kau akan menyesal telah kehilangan seseorang yang berharga. "Nasehat Author 😅😅
__ADS_1