
..."Kerinduan tidak hanya muncul karena sebuah jarak yang terpisah, melainkan karena adanya keinginan yang tak dapat terwujud "...
"Aku harus apa ? Mengapa disaat aku ingin melupakan nya , disaat itu pula ingatanku tentang dirinya akan semakin kuat. Sebenarnya aku ini kenapa??
"Oh, Semesta. Bagaimana aku ingin melupakannya, sedangkan aku sangat mencintainya. "Batin Aruna.
Saat Aruna terbangun dari tidur malam nya, ia melirik Arlojinya yang menunjukkan pukul 03.15 dini hari. Suasana sepi dan suhu udara yang sangat dingin di pedesaan itu membuat penghuni rumah tidur dengan nyenyak nya.
Aruna berjalan ke kamar mandi, hendak berwudhu dan sholat istikharah. Waktu yang sangat tepat untuk mengungkapkan segala kegelisahan dan kegundahan di dalam hati.
"Ya Robbi, Hanya kepada mu tempat ku mengadu akan kegelisahan dan kegundahan hati ku saat ini, aku mencintai seseorang dalam diam dan dalam jarak yang memisahkan. Aku mencintainya tulus dari hati yang paling terdalam ya Rabb. Tunjukkan jalan kepada ku Ya Allah agar aku bisa memilih keputusan yang benar.
"Jika dia di takdirkan untuk ku miliki, maka satukan hati ku dan hatinya, jika dia bukan untuk ku miliki, maka jauhkan dia dari ku ya Allah. Dan ikhlaskan hati ku dalam menghadapi semua ini.
"Hanya engkau lah yang mampu membolak-balik hati manusia, engkau lah yang maha kasih tanpa pilih kasih. Yang memiliki cinta dan rasa sayang akan setiap hamba-hamba mu.
Matahari pagi menyingsing menembus setiap kaca jendela. Aruna yang masih tertidur di atas sajadah nya setelah selesai sholat istikharah dilanjutkan sholat subuh. Tanpa sadar ia tertidur dengan mukena yang masih membalut dirinya.
Aruna terbangun karena matahari yang menembus jendela kamar nya. Pukul 06.35 pagi tapi matahari sudah menyingsingkan sinar terindahnya. Sepertinya cuaca hari ini akan sangat terik .
__ADS_1
"Aku terlambat bangun, pasti bibi sudah menunggu ku di dapur. "Kata Aruna.
Aruna mengemas kembali mukenanya, membersihkan diri dan berlalu ke dapur. Ternyata bibi juga terlambat bangun hari ini.
"Bi, maaf Aruna terlambat bangun. "Kata Aruna .
"Tidak apa-apa sayang, bibi juga sama. Terlambat bangun hari ini. "Jawab bibi.
"Kita masak semur ayam aja, kata Paman mu kemaren, dia kangen makan semur ayam.
"Wah, Bi. Ternyata selain bibi cantik dan baik hati. Ternyata bibi juga pandai memasak. Sehingga membuat Paman selalu rindu akan masakan bibi. "Kata Aruna merayu bibi nya.
"Kamu ada-ada saja. Ayo bantuin bibi bersihkan ayam nya. "Lanjut bibi menyudahi rayuan Aruna.
__ADS_1
Karena pipi Bibi sudah memerah karena rayuan keponakan nya itu. Memang benar adanya, bahwa Paman Aruna sangat menyukai masakannya. Selain enak dan menggugah selera. Cita rasa makanan dan bumbu pedesaan yang tak pernah luput.
"Oya Aruna. Gimana keputusan kamu tentang lamaran sahabat Paman mu ? Apa kamu sudah memikirkannya ? "Tanya bibi.
Aruna hanya terdiam seribu bahasa, entah apa yang akan dia jawab. Melihat hal itu, bibi merasa iba kan hal yang saat ini di rasakan oleh Aruna.
"Bi, saat ini aku belum bisa membuat keputusan. Aku takut jika sebuah hubungan yang tak di dasari dari dalam hati. Pasti tak akan ada kedamaian di dalamnya.
"Bibi mengerti sayang, kamu fikirkan lah dengan tenang. Terkadang cinta tak terbalas memang sangat menyakitkan. Tetapi jika kamu terus terpuruk akan perasaan mu seperti ini, itu sama hal nya kamu menyiksa diri mu sendiri. "Kata bibi menasehati Aruna.
Istri Paman nya ini sangat menyayangi Aruna, tak pernah membedakan kasih sayang nya dengan anak kandung nya sendiri.
"Entah lah. ***Entah hal mana yang paling menyakitkan. Entah itu Rindu yang terpendam karena jarak atau cinta yang terpendam dan tak berbalas***.
__ADS_1