Love Behind In The Mirror Image (Pengagum Bayangan Cermin )

Love Behind In The Mirror Image (Pengagum Bayangan Cermin )
~Menjaga Jihan


__ADS_3


Tengah malam Jihan pun sadar dan terbangun dari tidurnya.


Dia melihat sekeliling, dan sadar bahwa dirinya sedang berada di rumah sakit.



"Mengapa aku bisa ada disini, dan siapa yang membawaku kesini. "batin Jihan sambil berfikir.



Setelah berfikir keras, Jihan menyadari kejadian di lorong toko saat dia akan pulang.


Dan yang paling membuat nya kaget, dia juga sadar bahwa telah memeluk seseorang pada saat itu.



Mengingat-ingat hal itu membuat wajah nya terasa panas.



"Bagaimana mungkin aku bisa memeluknya. "kata Jihan menepuk jidatnya.



Saat Jihan hendak turun dari ranjang, kaki nya terasa kesemutan.



"Awwww. "pekik Jihan.



Sontak lelaki yang tertidur di atas sofa itu terbangun dan mendekat.



"Kamu kenapa ?? "katanya.



Jihan yang melihat lelaki itu, matanya melotot sempurna. .


Bagaimana mungkin lelaki ini masih berada disini dan menjaga nya sepanjang malam.



"Heii. Kamu baik-baik saja kan ?? "tanya lelaki itu lagi.



"A..aku. aku baik-baik saja. "jawab Jihan gugup



"Lalu, kenapa kamu berteriak. ? tanya nya.


__ADS_1


"Aku hendak ke kamar mandi, tapi kaki ku terasa kram. "Jawab Jihan sambil memijit-mijit kaki nya.



"Mau aku bantu ?? "tawar lelaki itu.



"Ahh. Tidak. Tidak perlu. Nanti saja aku ke kamar mandi. "Jawab Jihan.



"Baiklah jika seperti itu.."kata lelaki itu berjalan kembali ke sofa.



Lelaki itu sangat mengantuk, Karna lelah menjaga Jihan semalaman.



Semalam Jihan terus saja berteriak, dan mengigau.



Syukur suster yang datang memeriksanya memberikan suntikan penenang .



Jihan melihat lelaki itu terlelap kembali di sofa panjang itu.




Banyak pertanyaan di dalam hatinya.


Tapi tidak mungkin Jihan bertanya, karna dia pun tidak terlalu mengenal lelaki itu.



"Orang yang ku kagumi dari bayangan cermin, saat ini berada di depan ku.


Ingin rasanya aku mengatakan bahwasanya aku sangat mengaguminya.


Keuletan dalam bekerja, serta kepatuhan nya dalam beribadah.


Membuat aku mengagumi nya dalam diam ku. "


Jihan kalut dengan pemikirannya sendiri.




Ternyata lelaki itu belum sepenuhnya tidur, karna lampu di dekat meja sofa saja yang mati.



Lelaki itu khawatir Jihan akan mengigau lagi, jadi dia memastikan Jihan benar-benar tertidur kembali.

__ADS_1



"Hei, kenapa kamu tidak tidur kembali ?? Apakah ada yang tidak nyaman ?? "tanya nya.



Jihan kaget mendengar suara itu. Dia kira lelaki itu sudah tidur dari tadi.



"Tidak, aku hanya ingin duduk lebih lama saja.


"Jawab Jihan.



"Tidak mungkin juga aku katakan bahwasanya aku sedang mengagumi mu dalam diam ku. "batin Jihan



"Tidur lah lagi, besok aku akan mengantar mu pulang kerumah mu. "kata lelaki itu.



"Baiklah. "Jawab Jihan.



Akhirnya Jihan pun menuruti perkataan Lelaki itu, tidak butuh waktu lama.


Jihan sudah terlelap kembali dalam tidurnya.



Melihat Jihan yang sudah tertidur kembali, lelaki itu pun mendekat dan membenarkan selimut Jihan hingga menutupi batas dadanya.



"Ini pertama kali nya aku bermalam di rumah sakit ini dengan orang asing. Apalagi seorang wanita. "batin Lelaki itu.



Lelaki itu melihat jam di dinding, pukul 3 dini hari.



Lalu dia pun bejalan kembali ke sofa.



Tanpa menunggu lama. Dia pun sudah tertidur pulas.



Saat ini mereka berdua sudah berada di alam mimpi masing-masing.



Semoga mereka bertemu di mimpi yang sama.

__ADS_1


__ADS_2