
Aruna yang sudah lama tidak bertemu dengan Jihan, hari ini Aruna berkunjung karena tidak ingin sahabat nya itu merasa khawatir karna sudah 2 Minggu Aruna tak pernah memberikan kabar padanya. Bahkan ponselnya selama di desa pun sengaja di nonaktifkan.
"Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarokatu.. "Ucap Aruna.
"Wa'alaikum salam warahmatullahi wabarokatu. Eh Arun, ayo masuk. "Kata mama Hana yang memang hari itu juga berkujung untuk menemui menantu dan cucu kesayangannya.
Mama Hana mempersilakan Aruna untuk duduk, sementara itu Mama Hana memanggil Jihan ke kamar nya.
"Jihan, Aruna datang Thu. Lagi nunggu di bawah. "Kata Mama Hana berjalan mendekat ke arah ranjang dimana baby Fathy sedang tidur pulas.
"Oh. Iyah Ma. Jihan ke bawah dulu ya Ma. Tolong jagain Fathy dulu. "Ucap Aruna.
"Dengan senang hati sayang. "Tutur Mama Hana dengan pandangan yang sangat teduh.
Jihan pun berjalan turun ke lantai dasar, dan berlalu ke dapur untuk mengambil minuman dan beberapa cemilan untuk mereka. Jihan pun duduk di samping Aruna yang sedang termenung. Sepertinya Aruna tidak sadar akan kehadiran Jihan di sampingnya.
"Kenapa melamun sih ? Mikirin siapa, hayo ?? "Goda Jihan.
Aruna tersadar dari lamunannya yang tiada henti. Setiap kali dia melamun, yang terbayang dalam benak nya hanyalah Rio. Entah karena terlalu cinta atau apa lah itu.
__ADS_1
"Gak kog. Aku gak mikirin apa-apa. "Kata Aruna.
"Btw, selama dua Minggu ini kamu kemana sih Arun ?? Aku capek banget menghubungi kami tapi tak pernah aktif tu ponsel kamu. "Sungut Jihan dengan kesal.
"Maafin aku ya. Dua Minggu ini aku di tempat Paman dan Bibi ku. Ada keperluan di sana sekalian Ziarah ke makam ayah dan ibu. "Ucap Aruna.
"Begitu ya, emang keperluan apa sih ?? " Tanya Jihan kepo.
"Jihan, aku di jodohkan sama anak teman Paman ku. "Kata Aruna tertunduk.
"Aku belum bisa memutuskan, aku masih bingung. Sebenarnya Paman dan Bibi tidak akan mengizinkan ku pulang ke sini lagi, hanya aku yang terus ngotot untuk kembali kesini "Kata Aruna menjeda ucapannya.
"Terus ??? "Tanya Jihan lagi.
"Aku hanya ingin memastikan perasaan ku Jihan. Aku ingin berjuang untuk rasa cinta ku. Tapi rasanya itu sia-sia saja.
"Kenapa kamu berkata seperti itu Aruna ?? Kamu kan belum tau isi hatinya Mas Rio. "Ucap Jihan memberi penjelasan.
__ADS_1
"Entah lah. Aku merasa sangat bingung. Ku rasa cinta ku hanya sepihak saja. Bukan kah begitu sakit jika harus terus berjuang tanpa tau arah nya ?? "Tanya Aruna.
Jihan hanya mampu menenangkan hati Aruna yang sedang sedih. Bagaimanapun Jihan mengerti apa yang sedang di rasakan oleh Aruna saat ini.
Jam dinding pun sudah menunjukkan pukul 01.00 dini hari. Tapi Rio masih stay di depan laptopnya. Banyak yang harus di kerjakan nya. Banyak laporan yang amburadul serta laporan keuangan yang banyak sekali salahnya. Di karenakan salah satu manager bagian keuangan yang sangat di percaya oleh Rayhan telah berkhianat dengan menggelapkan dana perusahaan.
Mau tidak mau semua harus di handel oleh Rio, karna orang nomor dua di perusahaan itu adalah dirinya. Sedangkan Rayhan sudah pulang sejak pukul 08.00 malam tadi. Tinggal lah Rio sendiri di kantor megah itu.
Disisi lain ada Aruna yang sudah terlelap dan terbuai dalam lautan mimpinya. Tiba-tiba dia terbangun karena merasa tidak nyaman. Aruna bermimpi buruk bahwa Rio sedang dalam bahaya.
Aruna yang cemas pun mengambil ponsel miliknya, lalu mengetik nama Rio di sana.
"Mas Rio..
Rio yang sedang fokus pun berhenti karena mendengar suara pesan dari ponselnya. Rio mengernyitkan alisnya bingung. Tumben Aruna menghubungi nya malam-malam begini.
"Ada apa ya ?? " batin Rio.
"Iya Aruna, ada apa ?? Kenapa belum tidur di jam segini ? "Balas Rio.
"Aku terbangun karena mimpi buruk Mas. Kenapa kamu juga belum tidur ??
"Aku sedang lembur di kantor. Banyak laporan yang harus aku siapkan.
"Tapi ini kan sudah jam berapa Mas. Kerjaan kan bisa di lanjutkan esok . Kesehatan juga perlu di jaga. "Tutur Aruna.
"Terimakasih nasehatnya Aruna. Sebentar lagi aku juga bakal selesai kog. Apa kamu tidak mengantuk ?? "Tanya Rio.
"Belum Mas. Kamu jam berapa pulang nya ??
"Ini aku udah beres-beres mau pulang kog. Yaudah kamu lanjut tidur aja ya. Ini aku udah mau jalan pulang.
"Hati-hati di jalan ya Mas. "Kata Aruna sambil tersenyum saat mengirimkan pesannya.
Tetapi pesannya tidak di read oleh Rio. Aruna hanya berfikir positif, mungkin Rio sedang mengendarai mobilnya.
__ADS_1
Akhirnya Aruna pun kembali tertidur dengan ponsel masih di genggaman tangannya.