Love Behind In The Mirror Image (Pengagum Bayangan Cermin )

Love Behind In The Mirror Image (Pengagum Bayangan Cermin )
~Sepertiga malam.


__ADS_3


Setelah selesai mengerjakan sholat magrib dan sholat isya nya.


Jihan membersihkan diri untuk segera tidur.


Karna esok dia akan kembali bekerja seperti biasa.



\#\#\#\#\#\#\#



Pukul 2.45 dini hari Jihan terbangun dari tidurnya.


Jihan berjalan ke kamar mandi untuk mengambil air wudhu dan melaksanakan 2 rakaat nya.



"***Ya Rabb. yang maha pemurah bagi seluruh hamba-hamba Nya. lagi memiliki kasih sayang. Yang memiliki kasih dan tak pernah pilih kasih***.


***Aku bersimpuh dan menengadahkan tangan ku memohon ke pada mu. Dzat yang maha kuasa atas segala cinta*** .


***Disepertiga malam ku, boleh kah aku meminta kepada mu ya Rabb*** ??


***Saat ini aku sedang jatuh cinta kepada seorang hamba mu***.


***Aku jatuh cinta kepada ciptaanmu yang satu ini***.


"***Boleh kah aku meminta agar dia bisa menjadi milikku*** ??


"***Aku mencintainya karna kecintaannya kepada mu ya Rabb***.


"***Tapi apabila dia memang bukan untuk ku, maka Jauh kan lah hatiku dari nya***.


***Lalu tunjukkan pada ku jalan yang sebenarnya harus aku lalui ya Rabb***.


"***Amin ya Rabbal alamin*** . """



Setelah usai berdoa, Jihan mengambil Al-Qur'an nya .


Lalu membaca surah Ar-rahman.



*Tidak ada hal lain yang mampu membuat hati seseorang menjadi tenang. Kecuali sholat dan Al-Qur'an*.

__ADS_1



Setelah selesai membaca Al-Qur'an nya, dan meletakkan kembali Al-Qur'an nya dimeja. Jihan merasa hatinya lebih tenang .



Masih ada waktu 2 jam lagi sebelum sholat shubuh.


Jihan tertidur di atas sejadah nya masih dengan mukenanya yang membalut tubuhnya.


Pukul 05.10 alarm nya terus berdering.


Jihan pun terbangun lalu bergegas mengambil wudhu kembali.


Jihan pun melaksanakan sholat shubuh nya dengan penuh khidmat.



Setelah selesai sholat, Jihan seperti biasa akan memasak .


Sebenarnya ibu nya juga kadang sudah mulai bisa memasak.



Karna dalam perkembangan perobatannya, berangsur-angsur ibunya sudah mulai bisa berjalan.


Walau tak sesempurna dulu, Jihan sudah bersyukur karna Rabb yang maha pengasih masih memberikan ibunya kesehatan hingga saat ini.




Jihan mulai melakukan pertempuran nya didapur, bertempur dengan alat masakan tentunya.



Pagi ini Jihan memasak sarapan nasi goreng dengan telur mata sapi.


Tidak lupa pula untuk memasak lauk untuk makan siang nanti.


Walau dia tidak makan siang dirumah, tapi masakannya akan di buat lebih banyak sampai jadwal makan siang.



Tidak lupa Jihan juga sudah membereskan bekal makanan untuk dirinya dan untuk adik-adik nya.


Bagi Jihan, membawa bekal dari rumah selain untuk menghemat juga untuk kesehatan.


Jajanan diluaran juga belum tentu higenis.

__ADS_1



oleh sebab itu, Jihan selalu menyediakan bekal untuk adik-adiknya.


Sebagaimana dulu ibu nya menyediakan bekal untuk mereka.



Dan saat ini yang harus berperan sebagai ibu adalah Jihan.


Semenjak ibu nya sakit, semua perkerjaan di ambil alih oleh Jihan.



Karna Jihan hanya satu-satu nya anak perempuan.



Setelah semua nya selesai, Jihan membangunkan adik-adik nya.



Lalu Jihan pun lanjut untuk mandi agar tidak terlambat untuk berangkat ke toko.



"Kak, uang jajan aku mana ?? "kata adik kecilnya.


Jihan pun menyodorkan uang 10rb dan memasukkan bekal ke tas adik kecilnya itu.


"Kamu gak boleh jajan sembarangan, kakak udah buatin bekal makan siang kamu. "kata Jihan .


"Baiklah kak. "kata Adik kecil nya lalu menyalam kakak nya.


"Bu, Jihan juga akan berangkat yah. Jihan sudah siapin nasi ibu sama lauk nya di atas meja.


"Kata Jihan kepada ibunya yang tengah duduk di teras belakang sambil berjemur di terik matahari.


"Iyah nak. "jawab ibu.


"Assalamu'alaikum Bu. "kata Jihan .


"Wa'alaikum salam, hati-hati. "lanjut ibu.



Jihan pun berangkat ke toko lebih cepat hari ini, karna jalanan akan macet dikarenakan akan banyak anak sekolah juga yang akan berangkat.


__ADS_1


Hari baru, semoga akan lebih baik dari hari sebelumnya. ..


__ADS_2