Love Behind In The Mirror Image (Pengagum Bayangan Cermin )

Love Behind In The Mirror Image (Pengagum Bayangan Cermin )
~Kedatangan Delvin Ke Indonesia


__ADS_3

~Cinta itu tak perlu di uji apalagi dipertanyakan, tapi diperjuangkan agar tetap bertahan lebih lama..~


Kegiatan dan rutinitas di rumah Rayhan Abryan tetap sama. Dimana ada Jihan yang selalu setia menunggu suaminya pulang berkerja, dimana dia harus mempersiapkan segala sesuatu kebutuhan suaminya.


60 hari, setelah itu akan menentukan. Siapa yang bertahan dan siapa yang harus mundur secara perlahan.




Hari ini adalah kepulangan Delvin Arnanda Siddiq dari Beijing. Delvin lelaki mapan nan ramah berusia 33 tahun, selisih 3 tahun dari Rayhan.


Delvin adalah sepupu dari Rayhan, sejak kecil mereka sudah sering main bersama. Namun, saat menuju perkuliahan. Delvin memilih untuk kuliah di Inggris sedangkan Rayhan memilih kuliah di ibu kota saja. Karena tidak ingin meninggalkan ibunya sendiri.



Meskipun mereka adalah saudara sepupu, tapi perekonomian antara keluarga Rayhan dan Delvin sangat jauh berbeda. Delvin dengan segala kemewahan dan fasilitas lengkap. Berbanding terbalik dengan Rayhan, dimana kondisi ekonomi yang pas-pasan karena pada saat itu perusahan ayah Rayhan bangkrut di tipu oleh orang kepercayaan nya.



Bukan keluarga mereka yang lain tak mau mengulurkan tangan. Hanya saja Ibu Rayhan menolak dan ingin berusaha sendiri dari awal lagi.



"Ray, aku akan sampai di Bandara sekitar 20 menit lagi. Kamu jemput lah aku. Kita nongkrong bareng. "Pesan masuk dari Delvin.



"Huh. Tukang rusuh kenapa harus pulang sih. Merepotkan sekali. "batin Rayhan.



Walau menggerutu di dalam hatinya, Rayhan tetap menjemput kakak nya ke Bandara. Seperti biasanya, mereka akan menghabiskan waktu di cafe tempat mereka biasa nongkrong sejak masih anak remaja.



"Ray, ku dengar kamu sudah menikah ? Kenapa tidak memperkenalkan istri mu kepada kakak mu ini ? "kata Delvin.



"Sudahlah kak. Besok-besok akan aku kenalkan. "Jawab Rayhan.


__ADS_1


"Kak, kapan kamu akan melepas masa lajang mu ? Apa kau ingin menjadi perjaka tua ? "kata Rayhan tertawa.



"Tentu tidak. Justru aku kembali ke Indonesia ingin mencari seseorang. Gadis yang membuat ku hampir gila, membuat hati ku tak tenang. "Jelas Delvin.



"Siapa wanita yang sudah berhasil meluluhkan hati mu kak ? "kata Rayhan penasaran.



"Dia adalah wanita sederhana, berpakaian tertutup, selalu menjaga aurat nya dan pandangan nya. Bicara nya yang sangat sopan, senyum nya juga sangat manis. "Kata Delvin membayangkan Jihan.



Entah mengapa dari hal yang dijelaskan oleh Delvin, membuat Rayhan teringat kepada Jihan. Wanita ramah, senyum menarik dan sangat sederhana.



"Siapa nama wanita itu ? "tanya Rayhan penasaran.




Mereka berdua pun tertawa dan saling mengobrol tentang masa-masa remaja mereka.


Sudah lama dua orang yang berstatus sepupu ini tidak berjumpa. Bahkan, untuk mengirim kabar lewat pesan pun sangat jarang.


Karna Lelaki-lelaki itu sangat sibuk dengan bisnis nya masing-masing.



\*\*\*\*



Jihan masih tetap menunggu Rayhan pulang kerumah. Ingin menelpon tapi Jihan malu. Akhirnya Jihan setia menunggu suaminya pulang dan tebak saja ujungnya. Jihan malah tertidur karena menunggu Rayhan pulang.



Pukul 11 malam, Rayhan pun pulang kerumah, ruangan gelap karna lampu tidak hidup. Rayhan yang merasa sangat lelah dan malas untuk menaiki tangga, lalu duduk di sofa ruang tengah.

__ADS_1



Ketika hendak duduk, Rayhan melihat Jihan tertidur di sofa dan masih menggunakan hijab nya.



"Kenapa kamu harus tetap menunggu ku ? Kau selalu saja memperhatikan ku. Bagaimana aku tidak akan luluh jika kamu saja selalu melakukan yang terbaik untuk ku. "kata Rayhan mengusap kepala Jihan.



"Aku butuh waktu untuk meyakinkan diri ku bahwa aku memang sudah memiliki rasa padamu. Berikan aku waktu dan tetap lah disamping ku. "tutur Rayhan pada Jihan yang masih tidur dengan pulas.



Rayhan merasa sangat lelah dan tak sanggup mengangkat Jihan ke lantai atas. Jadi Rayhan membawa Jihan ke kamar tamu saja.



Rayhan lebih dulu untuk membersihkan tubuhnya yang sudah lengket.



Malam itu, Rayhan dan Jihan tidur kembali dalam ranjang dan selimut yang sama. Walaupun tidak terjadi apa-apa di antara mereka.



"Berada disamping mu sebenarnya sangat membuat hati ku nyaman. Hanya saja aku selalu menepis perasaan ku itu. Aku akan mulai belajar menghargai setiap usaha mu. "Tutur Rayhan sambil mengecup kening Jihan.



Rayhan yang sudah lelah pun menyusul Jihan ke alam mimpi.



~~\`


Mohon maaf bagi kakak-kakak. Aku ganti covernya untuk sementara .


Terimakasih yang sudah mampir. Jngan lupa like dan komen yah kak. Tinggalkan jejak dikolom komentar.



Support kalian semua sangat membantu untuk melindungi karya kecil ku ini. 🥰🥰🥰

__ADS_1


__ADS_2